3 Langkah Persiapan Dinda Hauw Sebelum Jadi Ibu

0
161

Dinda Hauw – Pasangan Rey Mbayang, Dinda Hauw kini telah menikmati masa – masa menunggu kelahiran sang calon anak pertama. Hal ini bisa terlihat dari beberapa postingan di sosial media yang tengah berpose dengan tema Maternity.  Semburat kebahagiaan yang dipancarkan nyatanya juga bisa dirasakan oleh pra penggemar yang mana telah menjadikan keduanya sebagai teladan pasangan.

Sobat Cahaya Islam, semua keluarga tentu akan bahagia manakala tengah menunggu sesi kelahiran seperti Dinda Hauw. Apalagi bagi seorang muslimah, masa tersebut merupakan masa yang mendebarkan dan penuh perjuangan. Tak banyak yang bisa diharapkan saat kelahiran berlangsung selain ibu dan calon buah hati sama – sama diberi keselamatan.

Apa yang Harus Dipersiapkan Dinda Hauw saat tengah Menunggu Kelahiran sang Buah Hati?

Biasanya, terdapat beberapa persiapan yang perlu diselesaikan sembari menunggu calon buah hati. Daripada akhirnya duduk melamun sambil berkhayal rupa sang bayi, alangkah lebih baiknya para keluarga terutama para ayah dan ibu untuk menyiapkan beberapa aspek diantaranya adalah :

1. Persiapan Nama Sang Anak

Mempersiapkan nama sang anak akan menjadi persiapan yang lumayan panjang dan membutuhkan kajian yang mendalam. Lo, kan cuma nama? Sebab nama akan memberikan pengaruh nesar pada kehidupan sang anak di masa depan.

Setiap nama yang diberikan oleh kedua orangtua adalah do’a bagi sang anak. Sudah sewajarnya, ayah dan ibu saling berkonsultasi tentang nama yang terbaik. Selain itu, dalam Islam pemberian haruslah sesuai dengan bagaimana syariat memandang.

Misalnya, bila anak laki – laki maka alangkah baiknya sang ayah menambahkan kata Muhammad agar sang anak dapat senantiasa teringat dengan Rasulnya. Jika sang bayi perempuan, maka sang ayah dapat memberikan nama seperti nama istri Rasulullah SAW atau dapat mencontoh nama para shohabiyah (sahabat Rasul yang perempuan).

Sunnah dalam pemberian nama ini juga disebutkan Rasulullah SAW dalam haditsnya yakni : Dari Samurah bin Jundub bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuhnya, dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

2. Meningkatkan Ilmu Agama

Selain persiapan nama, sebelumnya antara ayah dan ibu harus saling belajar untuk meningkatkan ilmu agama, terutama terkait hukum syariat. Sebab, hukum ini juga akan diajarkan kepada sang anak serta diimplementasikan dalam keseharian.

Peningkatan ilmu agama ini juga dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti mengajak sang ibu hamil ke tempat kajian ataupun mengikuti kajian online. Selain itu, umat juga dapat belajar tahsin serta sering membacakan sang calon buah hati untuk membaca AlQuran.

3. Belajar Tentang Perawatan Sang Buah Hati

Dinda Hauw

Selain meningkatkan ilmu agama, sang ibu juga dapat lebih giat mempelajari tata cara dalam merawat sang buah hati. Ada beberapa tayang video di laman YouToube yang bisa diperagakan. Tentunya harus disesuaikan dengan syariat Islam ya.

Mempelajari tentang perawatan ini juga dapat menjadikan sang ibu mahir dan tidak kesulitan saat mempraktekkannya. Selain itu, hal ini juga dapat menjadikan sang ibu untuk lebih percaya diri karena sudah mengetahui caranya.

Biasanya di masa kelahiran anak pertama, sang ibu juga akan banyak diberi nasehat oleh mertua maupun ibu kandungnya. Hal ini juga bisa menjadi salah satu wasilah kedekatan antar keluarga besar bukan?

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah pandangan Islam terkait Dinda Hauw yang sedang menunggu masa kelahirannya. Semoga beberapa tips diatas juga dapat menjadi aktivitas alternatif pilihan di masa menunggu kedatangan sang calon buah hati. Semangat!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY