Penghuni Neraka Kebanyakan Perempuan, Apa Maksudnya?

0
1545
Penghuni Neraka Kebanyakan Perempuan

Penghuni Neraka Kebanyakan Perempuan – Di sisi Allah, baik laki-laki ataupun perempuan punya derajat sama. Pasalnya, Allah tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan strata sosial maupun jenis kelamin. Hanya ketakwaan-lah yang membedakan derajat seseorang di sisi-Nya. Tapi, ada sebuah hadits yang menceritakan bahwa kebanyakan dari penghuni neraka adalah perempuan. Benarkah begitu? Bagaimana penjelasannya?

Hadits tentang Penghuni Neraka Kebanyakan Perempuan

Ada sebuah hadits shahih yang sering kali mendapat ‘protes’ dari kaum hawa yaitu tentang perempuan sebagai kaum mayoritas penghuni neraka. Penggalan hadits tersebut berbunyi:

 وَقُمْتُ عَلَى باب النَّارِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا النِّسَاءُ ‏

“Aku (Rasulullah) berdiri di depan pintu neraka. Kebanyakan orang yang masuk neraka adalah perempuan.” (1)

Bagi orang awam, hadits ini seakan menjelaskan bahwa ada pembeda dan sekat antara kaum Adam dan kaum Hawa. Bahkan, seolah hadits di atas menyudutkan para perempuan. Itulah pentingnya memahami hadits dengan benar agar tidak ada yang menyalah-gunakannya.

Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi, Al-Mubarakfury menjelaskan bahwa hadits di atas menganjurkan para kaum hawa untuk menjaga agamanya supaya terhindar dari siksa neraka. Selain itu, hadits ini juga membuktikan bahwa Rasulullah benar-benar peduli pada perempuan, bukan menyudutkannya.

Kenapa Perempuan Jadi Kaum Mayoritas Penghuni Neraka?

Bukan tanpa alasan Rasulullah menyebutkan bahwa mayoritas penghuni surga adalah dari kalangan perempuan. Suatu ketika, Rasulullah memberikan nasehat kepada para sahabat perempuan untuk bersedekah. Rasulullah juga menjelaskan bahwa beliau diperlihatkan bahwa kaum perempuan menjadi mayoritas penghuni neraka.

Sontak para sahabat perempuan pun bertanya apa alasannya perempuan menjadi kaum mayoritas di neraka. Rasulullah pun menjelaskan:

تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ

“Kalian (perempuan) sering melaknat dan berbuat kufur kepada suami.” (2)

Melaknat suami maksudnya adalah berlaku tidak sopan kepada suami seperti membentak, berkata kasar, dll. Sedangkan berbuat kufur pada suami artinya tidak bersyukur atas pemberian suami atau tidak mengakui kebaikan yang telah suami lakukan kepadanya.

Padahal, kita semua tahu bahwa seorang istri wajib taat dan sopan kepada suaminya. Pasalnya, surga seorang wanita ada pada suaminya.

Seringnya Istri Mengabaikan Ketaatan kepada Suami

Banyak istri yang tidak mau diatur-atur suaminya, tidak menghormati suami, dan semacamnya karena sudah terpengaruh dengan paham kesamaan gender. Padahal, kunci masuk surga seorang istri adalah pada ketaatan ke suaminya. Bahkan, Rasulullah pernah bersabda:

 لَوْ أَمَرْتُ أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Jika aku (boleh) memerintahkan seseorang untuk bersujud ke orang lain, aku akan memerintahkan seorang istri bersujud ke suaminya.” (3)

Hadits terkait perempuan sebagai kaum mayoritas penghuni neraka muncul karena dulu perempuan jahiliyah kerap kali melaknat & mengkufuri suaminya. Kemudian, Rasulullah mengupayakan pendidikan agar para perempuan saat itu tidak berbuat demikian.

Jadi, hadits tersebut tidak bermaksud merendahkan kaum perempuan, tapi bertujuan agar para perempuan muslim tidak meniru perilaku dari perempuan jahiliyah yang kerap melaknat dan mengkufuri suami.

Kalau perempuan zaman sekarang juga berbuat demikian, yaitu tidak taat dan tidak menghargai suaminya, maka menjadi sebuah keniscayaan berupa neraka sebagai hukuman atas perbuatan mereka. Na’udzu billahi min dzalik.


Referensi:

(1) Sahih al-Bukhari 5196

(2) Sunan Ibn Majah 4003

(3) Sunan Ibn Majah 1852

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY