PC LDII Rajabasa Gelar Pengajian untuk Usia Produktif

0
588
PC LDII Rajabasa

PC LDII Rajabasa menyelenggarakan pengajian khusus bagi warga yang berusia produktif di Masjid Baitul Sodiq, Rajabasa Jaya, Bandar Lampung, pada Selasa (8/10). Kegiatan tersebut turut dihadiri lebih dari 200 peserta dengan rentang usia antara 15 sampai 60 tahun.

Kehadiran mereka tentunya menunjukkan antusiasme yang tinggi dari warga LDII. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan agama dan kesehatan.

PC LDII Rajabasa Gelar Pengajian

Menurut WHO, usia produktif merupakan periode di mana seseorang mampu bekerja dan menjalani aktivitas sehari-hari secara efektif. Pentingnya menjaga kesehatan pada usia ini, sebenarnya tidak bisa manusia abaikan. Hal tersebut karena untuk mendukung produktivitas dan kualitas hidup.

Ada beberapa hal yang mempengaruhi kesehatan di usia produktif, seperti gaya hidup sehat dengan berolahraga rutin. Setiap individu pada usia ini perlu sekali memperhatikan asupan makanan serta mampu mengelola stres dengan baik.

1. Usia Produktif

PC LDII Rajabasa

Mengacu dari buku Roots of Wisdom: Inti Kebijakan karya Zicheng Hong, usia produktif menurut WHO adalah rentang usia 15-64 tahun. Orang dalam rentang tersebut harapannya dapat menjalankan aktivitas dengan efisien.

Kesehatan fisik yang baik juga menjadi salah satu faktor dalam menjaga produktivitas dan kualitas hidup. Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat sebenarnya sangat penting.

Salah satu upaya yang harus dilakukan yaitu mengatur pola makan bergizi, menjaga berat badan ideal, serta menjaga kesehatan jantung melalui olahraga teratur. Selain itu, pengelolaan stres juga sangat perlu bagi Sobat Cahaya Islami.

Stres yang tidak terkelola ternyata berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, orang dewasa di usia produktif perlu sekali belajar mengatasi stres dan mencari dukungan ketika memerlukannya.

2. Pengajuan dilakukan Secara Rutin

Ketua PC LDII Rajabasa, Tubagus E. Nurdiansyah, menerangkan bahwa pengajian untuk usia produktif ini akan dilaksanakan secara rutin. Bahkan, minimal dua kali dalam sepekan.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan. Hal ini terutama di kalangan generasi muda.

Ketua PPM Baitusshodiq, Choirul Shaleh, juga menambahkan hasil survei WHO 2022 menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen remaja dan 27 persen dewasa, tidak memenuhi tingkat aktivitas fisik yang diperlukan.

Beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik. Hal ini agar warga LDII di usia produktif, tidak mengalami gangguan kesehatan akibat kurangnya aktivitas fisik.

3. Pentingnya Memahami Konsep Aktivitas Fisik

PC LDII Rajabasa

Salah satu narasumber Bambang, yang juga merupakan seorang dokter menekankan pentingnya memahami konsep aktivitas fisik, latihan fisik, serta kebugaran fisik. Jadi, peserta juga perlu memenuhi standar minimal aktivitas fisik harian, yang sesuai dengan usia mereka.

Bambang juga turut memberikan perhatian khusus kepada para peserta yang berusia di atas 50 tahun. Beliau mengatakan latihan fisik yang dilakukan harus disesuaikan dengan kondisi fisik, sehingga tidak ada yang berlatih dengan ritme terlalu cepat atau durasi yang terlalu lama.

PC LDII Rajabasa juga menjelaskan bahwa latihan fisik harus memenuhi kaidah kesehatan yang terdiri dari Baik, Benar, Teratur, dan Terukur (BBTT).

.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY