Setelah Mencukur Bulu Kemaluan Dibuang Kemana? Ini Panduan Sesuai Ajaran Islam

0
2860
Setelah mencukur bulu kemaluan dibuang kemana

Setelah mencukur bulu kemaluan dibuang kemana – Islam mengajarkan kebersihan diri, salah satunya untuk mencukur bulu kemaluan. Setelah mencukur bulu kemaluan dibuang kemana? Pertanyaan ini kerap muncul, sebab tradisi di berbagai wilayah sangat berbeda. Pada budaya tertentu rambut dianggap sebagai sampah, sedangkan di sisi lain, rambut merupakan bagian tubuh yang harus dimuliakan.

Hidup Bersih Merupakan Sunnah Fitrah

Bukan menjadi rahasia lagi bahwa laki-laki dan perempuan yang sudah dewasa akan tumbuh bulu halus di sekitar kemaluannya. Seperti bulu halus di anggota tubuh lainnya, mencukur bulu kemaluan termasuk sunnah. Allah SAW tabiatkan pada hambaNya untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan keindahan.

Meninggalkan sesuatu yang bertentangan dengan fitrah manusia berarti termasuk manusia yang tidak normal. Sunnah fitrah merupakan tradisi Sobat Cahaya Islam lakukan sesuai dengan tabiat yang telah Allah tetapkan. Ketika umat Islam memenuhi hal tersebut, maka sifatnya akan menjadi sempurna.

Setelah mencukur bulu kemaluan dibuang kemana

Mencukur bulu kemaluan termasuk sunnah fitrah yang mendatangkan banyak maslahat untuk agama dan kehidupan umat Islam. Salah satunya yaitu untuk memperindah diri dengan membersihkan badan dengan baik secara keseluruhan, termasuk membersihkan bulu kemaluan.

Namun, apakah boleh bulu kemaluan dibakar? Sebelum menjawab hal tersebut terdapat sunnah fitrah yang harus diperhatikan oleh umat Islam. Dasar dari sunnah fitrah terdapat pada hadis berikut ini:

“Ada lima macam fitrah , yaitu : khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” 1

Aturan Setelah Mencukur Bulu Kemaluan Dibuang Kemana

Sudah disinggung sebelumnya, mencukur bulu kemaluan merupakan sunnah dan menjadi fitrah manusia. Sunnah fitrah ini tidak ada batasan kapan waktu melakukannya. Namun, ada batas waktu sesuai dengan kebutuhan, seperti penjelasan hadist berikut ini:

Kami diberi batas waktu (oleh Rasulullah SAW) dalam mencukur kumis, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, dan mencabut bulu agar kami tidak membiarkannya lebih dari empat puluh malam2

Tidak ada hadist yang menjelaskan aturan setelah membersihkan bulu kemaluan dibuang kemana. Setelah bulu kemaluan Sobat Cahaya Islam cabut atau cukur, maka wajib menyembunyikannya dari penglihatan orang lain. Oleh karena itu, umat Islam bisa menguburnya atau melakukan hal lainnya.

Walaupun tidak ada aturan setelah mencukur bulu kemaluan dibuang kemana, namun beberapa kitab menjelaskan tentang hal tersebut. Selama bulu kemaluan yang telah Sobat Cahaya Islam cukur tidak terlihat oleh orang lain, meskipun tidak menguburnya, maka sudah cukup.

Setelah mencukur bulu kemaluan dibuang kemana

Apakah boleh membuang bulu kemaluan di tempat sampah? Sobat Cahaya Islam dapat menemukan jawaban pada kitab Hasyiah Al Jamal. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa adanya kewajiban menyembunyikan bulu kemaluan, sebagaimana kewajiban laki-laki.

Dari penjelasan tersebut, tidak secara spesifik mengatur setelah mencukur bulu kemaluan dibuang kemana untuk wanita.

Mengapa Bulu Kemaluan Harus Disembunyikan?

Selain harus memahami cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat menurut Islam, Sobat Cahaya Islam juga harus paham bagaimana membuangnya. Islam menganjurkan bulu kemaluan harus disembunyikan. Alasannya, bulu kemaluan termasuk bagian dari aurat, sehingga tidak boleh terlihat orang lain.

Setiap sesuatu yang haram ketika menyatu dalam tubuh, maka termasuk haram juga ketika sudah terpisah. Rambut kemaluan ketika masih menyatu dengan tubuh termasuk aurat, maka saat sudah terpisah tidak boleh terlihat ketika sudah terpisah. Hal tersebut dijelaskan secara gamblang pada kitab L’analut Thalibin.

Sobat Cahaya Islam harus memahami setelah mencukur bulu kemaluan dibuang kemana. Apapun yang termasuk haram ketika masih menyatu dengan tubuh, maka ketika terpisah pun masih tetap haram. Oleh karena itu, bulu kemaluan yang sudah dicukur harus tetap tersembunyi ketika membuangnya.


  1. (HR. Bukhari no. 5891 dan Muslim no. 258) ↩︎
  2. (Anas bin Malik RA nomor 379) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY