Parenting Ramadan – Sobat cahaya islam disini banyak yang sudah memiliki buah hati yang beranjak dewasa kan? Tentu disela doa Rabbi Habli mina Sholihin yang selalu sobat panjatkan kepada Allah dalam rangka mendapatkan keturunan yang Sholeh dan Sholehah ga boleh terbatas dan berhenti disitu aja. Action yang nyata perlu sekali dilakuin.
Nah mumpun bulan Ramadan nih. Bagus banget untuk para sobat cahaya islam menggunakannya sebagai momentum cara merealisasikan itu. Yakni dengan mengajak buah hati kita untuk ikut serta beribadah puasa Ramadan. Ya, memang gampang gampang susah sih. Tapi kita akan kasih tips parenting ramadan soal ini disini.
Parenting Ramadan, Mengikuti Tuntunan Rasulullah untuk Mengajak Anak Berpuasa
Ada satu hadits Bukhari meriwayatkan (1960 – dibawah) bahwasanya Rasulullah bercerita bahwa dulu di zaman beliau, umat nya mengajarkan pada anak anak mereka untuk berpuasa.
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ ذَكْوَانَ، عَنِ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذٍ، قَالَتْ أَرْسَلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم غَدَاةَ عَاشُورَاءَ إِلَى قُرَى الأَنْصَارِ “ مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ، وَمَنْ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيَصُمْ ”. قَالَتْ فَكُنَّا نَصُومُهُ بَعْدُ، وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا، وَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ، فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهُ ذَاكَ، حَتَّى يَكُونَ عِنْدَ الإِفْطَارِ.
Mengajari Puasa anak secara bertahap, Tidak langsung FULL
Dalam hadits diatas pula menjelaskan bahwa, barang siapa yang makan di pagi hari tidaklah berpuasa, namun jika ingin, maka sebaiknya menyempurnakan puasanya sampai full. Dalam hadits ini Rasulullah memperbolehkan anak anak untuk mencoba dulu puasa yang tidak full.
Jadi para orang tua bisa memulai untuk mengajak puasa sampai tengah hari terlebih dahulu. Sahur sampai jam 12 siang baru boleh makan dan minum. Setelah sudah terbiasa maka bisa di naikkan levelnya ke jam 3 sore, dan seterusnya.
Memberikan Tantangan Puasa dan Memberikan Hadiah Sebagai Motivasi
Dalam hadits bukhari diatas pula menjelaskan bahwa Rasulullah dan ummat nya ketika mengajarkan anak anak mereka puasa terkadang menemui bahwa anak anak akan menangis. Maka mereka anak membuatkan mereka mainan. Hingga pada akhirnya anak anak itu mau berpuasa secara full.
Jadi bisa disimpulkan ya, bahwa memberikan anak kita hadiah sebagai motivasi agar berpuasa lancar tidak lah di larang. Namun seiring berjalannya waktu, sobat cahaya islam bisa sejalan menjelaskan bahwa puasa itu adalah kewajiban orang islam yang harus di laksanakan. Serta merupakan ibadah yang mulia. Hingga akhirnya mereka tidak perlu di iming imingi hadiah untuk menyelesaikan puasa.
***
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Nah kira kira begitu sih sedikit tips parenting ramadan dari kami. Supaya lebih lancar dalam mengajak anak anak untuk berpuasa Ramadan. Mau gimanapun memang wajib sih sebagai orang tua agar bertanggung jawab pada anak dengan menjauhkan mereka dari neraka (Seperti Surat At Tahrim diatas) dengan memperkenalkan kewajiban mereka sebagai hamba Allah di dunia ini. Semoga diberikan banyak kemudaan dan bermanfaat ya!






























