Niat Puasa Syawal Dibarengi Dengan Puasa Qadha, Bolehkah?

0
92
Niat Puasa Syawal dan Hukumnya Jika Dibarengi Dengan Puasa Qadha

Niat puasa syawal – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Dimana kita sebagai umat muslim diberikan berbagai jalan untuk melaksanakan ibadah dengan maksimal. Mulai dari ibadah puasa, baca Al Quran dan ibadah lainnya yang mana dilipat gandakan untuk pahalanya. Belum lagi adanya malam Lailatul Qadar yang istimewa sebagai waktu yang tepat untuk mengisi malam tersebut dengan banyak ibadah. Setelah selesainya bulan Ramadhan bagaimana? Masih ada ibadah yang bisa kita lakukan, seperti puasa syawal.

Niat Puasa Syawal Dibarengi Niat Puasa Qadha

Puasa syawal merupakan salah satu puasa yang disyariatkan oleh agama islam. Puasa ini merupakan puasa sunnah yang dilakukan 6 hari berturut-turut. Namun mengandung pahala yang besar karena sama saja dengan melaksanakan ibadah puasa selama satu tahun. Inilah yang membuat kaum muslimin berlomba-lomba untuk melaksanakan puasa syawal untuk mendapatkan berkah dan juga pahala. Lalu bagaimana jika puasa syawal ini dibarengi dengan puasa qadha (puasa untuk mengganti hutang puasa)?

Niat Puasa Syawal Dibarengi Dengan Puasa Qadha, Begini Hukumnya Menurut Islam

Niat Puasa Syawal dan Hukumnya Menurut Islam

Niat puasa syawal yang dibarengi dengan puasa qadha bagaimana hukumnya? Sebagian umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa tentu pernah berhalangan sehingga terpaksa untuk tidak berpuasa. Apalagi bagi kaum perempuan yang menemui waktu berhalangan sehingga harus libur untuk puasa. Dalam agama islam, dianjurkan untuk mengganti puasa bagi yang tidak menjalankannya baik karena sakit ataupun berhalangan.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.(1)

Dalam ayat diatas dijelaskan, bahwa Allah memberikan kemudahan bagi umat muslim yang mungkin pada bulan Ramadhan berhalangan untuk berpuasa. Sehingga bisa diganti di hari lain dengan jumlah yang ditinggalkan. Puasa untuk mengganti hutang puasa ini disebut dengan puasa qadha. Dalam hal ini, tidak sedikit orang yang berharap bisa mendapatkan keutamaan puasa syawal namun dibarengi dengan melaksanakan ibadah qadha sekaligus. Bagaimana hukumnya? Tidak sah.

Puasa Syawal dan Puasa Qadha Berbeda, Sehingga Tidak Bisa Dilaksanakan Bersamaan

Niat Puasa Syawal Tidak Sah Jika Dilaksanakan Bersamaan Dengan Puasa Qadha

Mengapa puasa syawal dan puasa qadha tidak bisa dilaksanakan bersamaan? Dengan tujuan agar mendapatkan keduanya sekaligus. Baik pahala untuk puasa syawal dan juga bisa membayar hutang puasa. Dalam agama islam, puasa sunnah di bulan Syawal ini salah satu yang disyariatkan oleh islam. Sementara puasa qadha ini puasa yang memiliki tujuan, yaitu mengganti hutang puasa. Sehingga keduanya tidak bisa dijadikan satu atau hukumnya tidak sah.

Fatwa Imam Ibnu Utsaimin tentang wanita yang memiliki hutang puasa, dan ingin melaksanakan puasa syawal. Disini yang harus didahulukan adalah membayar hutang puasa terlebih dahulu. Baru kemudian bisa melaksanakan puasa syawal.

إذا كان على المرأة قضاء من رمضان فإنها لا تصوم الستة أيام من شوال إلا بعد القضاء ، ذلك لأن النبي صلى الله عليه وسلم يقول : ( من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال ) ومن عليها قضاء من رمضان لم تكن صامت رمضان فلا يحصل لها ثواب الأيام الست إلا بعد أن تنتهي من القضاء

Niat puasa syawal – ini tidak bisa dibarengi dengan puasa untuk membayar hutang puasa. Karena keduanya memiliki keutamaan yang berbeda.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Al-Baqarah Ayat 185

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!