Maraknya KDRT, Bagaimana Pandangan Islam?

0
445

Banyaknya berita yang menyebutkan maraknya kekerasan dalam rumah tangga, bahkan pada sesuatu yang paling fatal, yaitu pembunuhan. Di berita yang ditonton setiap hari, tak jarang memberitakan tentang kekerasan dalam rumah tangga. Maraknya KDRT, Bagaimana Pandangan Islam? Betapa mirisnya jika melihat hal tersebut, bagaimana tidak, sepasang suami istri yang seharusnya saling menjaga dan melindungi tapi malah melakukan hal sebaliknya, saling menyakiti. Kurangnya kesadaran akan peran masing-masing sebagai pasangan suami istri tidak jarang menjadi faktor pertengkaran, dan kurangnya ilmu agama sehingga begitu mudah mendapat bisikan syaithan untuk melakukan kekerasan. Dalam kekerasan rumah tangga, umumnya yang menjadi korban adalah perempuan (istri) dikarenakan kekuatan fisik perempuan yang tidak sebanding dengan laki-laki sehingga suami begitu mudah melakukan tindakan kekerasan terhadap istrinya. Naudzubillah.

maraknya KDRT, bagaimana pandangan islam?

Sahabat cahaya Islam, memukul orang lain pun adalah perbuatan tercela dan dilarang oleh Islam, apalagi jika memukul istri yang mana adalah tanggung jawab sang suami untuk menjaga istrinya. Selain telah melanggar janji sebagai seorang suami, kekerasan rumah tangga adalah tindakan kriminal yang dapat berakibat fatal sehingga harus diproses secara hukum. Jika kekerasan rumah tangga terjadi, yang menjadi korban tidak hanya mereka tapi anak juga akan menjadi korban karena selalu menyaksikan kedua orang tuanya bertengkar dan akan meninggalkan trauma bagi anak. Orang tua adalah sosok yag harusnya bertanggung jawab dan memberi contoh yang baik. Suami dan istri adalah tim yang harus bekerja sama agar kapal (rumah tangga) tidak karam di tengah laut.

Allah SWT berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menghalangi mereka kawin dan menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” Qs. an-Nisâ’ [4]: 19.

Bentuk-bentuk Kekerasan Rumah Tangga

Kekerasan fisik

Adalah bentuk kekerasan yang paling fatal karena menyakiti pasangan dengan kasar, seperti memukul, melempar, meninju, atau bahkan yang paling terburuk adalah membunuh. Naudzubillah. Seorang suami yang tak bisa mengontrol emosi dan kemarahannya sehingga dia terpancing dan kemudian memukul istrinya dengan semena-mena, sungguh hal ini sangatlah dilarang oleh Islam. Allah membenci manusia yang mudah menggunakan kekerasan.

Rasulullah SAW bersabda yang Artinya :“Kewajiban seorang suami terhadap isterinya ialah suami harus memberi makan kepadanya jika ia makan dan memberi pakaian kepadanya jika ia berpakaian dan tidak boleh memukul mukanya dan tidak boleh memperolokkan dia dan juga tidak boleh meninggalkannya kecuali dalam tempat tidur (ketika isteri membangkang).” (Riwayat Abu Daud)

Kekerasan Verbal

Kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga tidak hanya kekerasan fisik tapi juga kekerasan verbal, yaitu adanya perkataan kasar antara suami istri. Perkataan kasar pun bisa menjadi pemicu hingga terjadi pertengkaran dan juga pemukulan, maka sangat penting untuk menjaga ucapan kepada pasangan agar tidak membuatnya tersinggung.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Karena disebabkan rahmat Allah lah engkau dapat bersikap lemah lembut dan lunak kepada mereka. Sekiranya engkau itu adalah seorang yang kaku, keras lagi berhati kasar, tentu mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (Ali ‘Imran: 159)

Sahabat cahaya Islam, istri adalah pakaian bagi suaminya dan suami adalah pakaian bagi istrinya maka sudah sepatutnya suami dan istri harus saling menjaga satu sama lain agar tercipat keluarga yang sakina mawaddah warahmah.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!