Mengeluhkan Beban Rumah Tangga, Bagaimana Hukumnya?

0
1025
mengeluhkan beban rumah tangga

cahayaislam.id – Apakah kita termasuk orang yang suka mengeluhkan beberapa keadaan saat setelah menikah? Lantas bagaimana hukumnya mengeluhkan beban rumah tangga menurut Islam?

Mengeluh memang tidak diharamkan, namun sebaiknya kita mampu mengeluhkannya dengan cara yang tepat.

Sebagaimana kita tahu, bahwa manusia yang hidup di dunia ini pasti akan menemui kondisi susah payah, bukan hanya untuk menikmati kebahagiaan saja. Maka dari itu, untuk mensyukuri satu kondisi yang sedang kita hadapi, perlu bagi kita untuk menengok kanan dan kiri yang mana mungkin jauh lebih sengsara daripada kita.

Orang-orang sengsara yang menerima musibah itu, tidak lain hanya bisa mengeluhkan rasa sakit. Hal ini adalah sisi negative yang bisa kita saksikan dan mari mulai kita ambil pelajaran dari padanya.

Mengeluh dalam Alquran bahkan tidak seringkali disebutkan. Namun ada beberapa kali di antaranya yang mengajarkan kita untuk menemukan solusinya. Sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam QS. Al-Ma’arij ayat 19-22 yang berbunyi:

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.” (QS. Al-Ma’arij; 19-21)

Ada pula kisah di mana pernah pada suatu ketika, Fatimah Az-Zahra mendatangi Rasulullah SAW dalam keadaan menangis sembari menggiling gandum.

Nasihat Rasulullah SAW bagi Orang yang Mengeluhkan Beban Rumah Tangga

Dari cerita di atas ada pula lima nasihat yang disampaikan Rasulullah SAW kepada putrinya tersebut dan bisa kita simpulkan. Apa saja?

1.      Dileburkan Dosanya

Allah SWT akan menulisnya sebagai suatu amal kebaikan serta meleburkan dosa seorang istri yang mau menggiling tepung untuk suami dan anak-anaknya dengan perasaan ikhlas.

Dalam arti lain, apabila istri tersebut mau menerima kodratnya sebagai pelayan suaminya seumur hidup. Tentunya dengan tidak pernah sekali pun mempermasalahkan posisinya yang berada satu tingkat di bawah sang suami.

2.      Diangkat Derajatnya

Allah SWT juga akan meninggikan derajat seorang istri yang telah lelah menghabiskan seluruh waktunya untuk melayani suaminya dengan baik. Serta merawat anak-anaknya denga penuh ketulusan.

3.      Dijauhkan Jaraknya dari Neraka

Tak hanya itu, seorang istri yang senantiasa berbuat baik dan patuh kepada suami, terlebih lagi keringatnya mengucur sebab lelah menggiling tepung untuk makan suaminya. maka Allah SWT akan menjadikan jarak baginya dari neraka sejauh tujuh khandaq.

mengeluhkan beban rumah tangga

4.      Pahala Memberi Makan dan Pakaian

Ketika seorang istri bersedia memakaikan minyak rambut ke kepala anaknya, menyisirnya, bahkan mencuci pakaiannya. Maka Allah SWT akan mencatat amalan tersebut senilai pahala orang yang telah memberi makan seribu orang kelaparan.

Ditambah lagi dengan pahala orang yang memberikan seribu pakaian pada mereka yang telanjang. MasyaAllah.

5.      Pahala Menjadi Ibu

Di mana seorang istri yang mau mengandung seorang janin di perutnya, maka malaikat pun akan memintakan ampunan untuknya. Lalu Allah SWT akan menulis 15 ribu kebaikan pada saat dia kesakitan karena melahirkan.

mengeluhkan beban rumah tangga

Allah SWT akan mencatat untuknya pahala senilai para mujahidin, bahkan saat bayi tersebut telah lahir maka dosa-dosanya pun dihapuskan sehingga menjadi bersih kembali.

Nah, Sobat, oleh karena itu, mengeluh memang salah satu sifat manusia yang tidak bisa dihilangkan. Namun mulai saat ini alangkah baiknya hanya mengeluh kepada Allah SWT. Sebab hanya Dia yang Maha Mendengar dan pastinya akan memberikan kita jalan keluar atas setiap keluhan.

Demikian di atas adalah ulasan mengenai suara Islam terhadap orang yang mengeluhkan beban rumah tangga.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY