Hukum Melanggar Janji Kepada Allah SWT, Adakah Cara Untuk Menebusnya?

0
73
Hukum melanggar janji kepada Allah

Hukum melanggar janji kepada Allah –  Sebelum terlahir ke dunia, manusia telah terikat janji kepada Allah SWT untuk senantiasa beriman kepada Allah dan RasulNya sepanjang hayat. Hukum melanggar janji kepada Allah tentu saja diharamkan.

Janji manusia kepada Allah SWT ini telah tertulis dalam surah Al Hadid ayat 8,

وَمَا لَكُمْ لَا تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۚوَالرَّسُوْلُ يَدْعُوْكُمْ لِتُؤْمِنُوْا بِرَبِّكُمْ وَقَدْ اَخَذَ مِيْثَاقَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah, padahal Rasul mengajak kamu beriman kepada Tuhanmu? Dan Dia telah mengambil janji (setia)mu, jika kamu orang-orang mukmin.” (Q.S Al Hadid:8)

Dalam perjalananya selama hidup, banyak manusia yang kemudian ingkar dan melupakan janjinya. Mereka lupa dengan janji untuk selalu beriman dan bertakwa, bahkan sebagian ada yang melakukan perbuatan menyekutukan Allah SWT.

Bagaimana Hukum Melanggar Janji Kepada Allah SWT?

Sebuah janji yang telah diucapkan akan bersifat mengikat dan harus ditunaikan. Sebagaimana hutang yang harus dibayar, maka sebuah janjipun wajib untuk ditepati. Orang yang tidak menepati janji maka ia termasuk kedalam golongan munafik dan sangat dibenci oleh Allah SWT.

Hukum melanggar janji kepada Allah

Berucap janji memang semudah membalik telapak tangan, karena lisan sangat mudah memainkan kata. Namun, konsekuensi ari janji itulah yang berat dan tidak semudah perkataan. Bahkan, ketepatan seseorang dalam menepati janji dianggap sebagai indikator ketakwaan dan keimanan seseorang.

Dalam surah An Nahl ayat 94 dituliskan,

وَلَا تَتَّخِذُوْٓا اَيْمَانَكُمْ دَخَلًا ۢ بَيْنَكُمْ فَتَزِلَّ قَدَمٌۢ بَعْدَ ثُبُوْتِهَا وَتَذُوْقُوا السُّوْۤءَ بِمَا صَدَدْتُّمْ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۚوَلَكُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ

Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan kaki(mu) tergelincir setelah tegaknya (kukuh), dan kamu akan merasakan keburukan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan kamu akan mandapat azab yang besar.” (Q.S An Nahl:94)

Manusia dilarang ingkar dari janjinya agar tidak mendapat murka dan azab dari Allah SWT. Demikian buruk perbuatan ingkar janji sehingga Allah berulang kali mengingatkan agar manusia menghindari perbuatan tersebut.

Namun, dalam situasi tertentu jika seseorang terpaksa berjanji untuk melakukan hal yang justru melanggar ketentuan Allah, maka ia tidak wajib untuk menepatinya. Seperti sebuah kisah dari salah satu prajurit bernama Amar bin Yasir.

Pada suatu ketika Amar bin Yasir tertangkap musuh dan mengalami siksaan yang luar biasa. Musuhnya mengatakan jika Amar ingin bebas maka ia harus berhenti bertakwa dan tidak sholat. Dalam hal ini, jika Amar merasa tak kuat dengan siksaan maka Allah mengijinkannya untuk berjanji berpaling dari Islam.

Namun setelah Ia terlepas dari musuh, maka hukum melanggar janji kepada Allah SWT tidak berlaku baginya. Tidak ada kewajiban baginya untuk menepati janji tersebut, karena di dalam hatinya tetap tertanam keimanan yang sama kepada Allah SWT.

Bagaimana Cara Menebus Dosa Telah Ingkar Janji Kepada Allah SWT?

Hukum melanggar janji kepada Allah

Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Pengampun, dengan kasih sayangNya, Allah tetap memberikan ampunan kepada umat yang melakukan dosa apabila ia bertobat dengan sungguh-sungguh. Salah satunya jika seseorang melanggar janji, maka Allah memberikan jalan untuk menebus dosanya.

Hal ini di jelaskan dalam surah Al Maidah ayat 89,

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللّٰهُ بِاللَّغْوِ فِيْٓ اَيْمَانِكُمْ وَلٰكِنْ يُّؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُّمُ الْاَيْمَانَۚ فَكَفَّارَتُهٗٓ اِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسٰكِيْنَ مِنْ اَوْسَطِ مَا تُطْعِمُوْنَ اَهْلِيْكُمْ اَوْ كِسْوَتُهُمْ اَوْ تَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ ۗفَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍ ۗذٰلِكَ كَفَّارَةُ اَيْمَانِكُمْ اِذَا حَلَفْتُمْ ۗوَاحْفَظُوْٓا اَيْمَانَكُمْ ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi mereka pakaian atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barangsiapa tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu bersyukur (kepada-Nya).”(Q.S Al MAidah : 89)

Jika seseorang melanggar janji kepada Allah SWT kemudian menyesalinya dan ingin bertobat dengan sungguh-sungguh, ia dapat melakukan beberapa hal berikut ini untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT:

  1. Memberi makanan kepada 10 fakir miskin sama seperti makanan yang dimakan keluarganya.
  2. Memberikan pakaian kepada mereka.
  3. Memerdekakan seorang budak.
  4. Jika tidak mampu melakukan tiga hal di atas, maka ia dapat melakukan puasa kaffarat selama tiga hari berturut-turut.

Namun dengan syarat bahwa semua dilakukan benar-benar atas dasar rasa menyesal dan dengan niat murni untuk mendapat ampunan dari Allah SWT.

Sobat Cahaya Islam, Allah Maha Penyayang dan Maha Pengampun. Kendati umatNya banyak melakukan dosa dan ingkar janji, namun Allah selalu memberikan jalan bagi mereka untuk bertaubat. Walaupun hukum melanggar janji kepada Allah adalah haram, namun masih ada jalan untuk memohon ampunanNya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY