Program Kerukunan Umat Beragama FKUB Boyolali Didukung LDII

0
866
Kerukunan Umat Beragama

Kerukunan Umat Beragama – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Boyolali baru-baru ini telah menggelar pertemuan antar ormas di Aula Badan Kesbangpol, Jawa Tengah pada Selasa (4/6). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh para pejabat Kementerian Agama Boyolali serta berbagai macam ormas Islam di kabupaten itu.

Arif Budi Nuranto selaku Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Boyolali juga membuka acara tersebut. Dirinya menyampaikan, kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Boyolali ini sudah harmonis. Namun, ketidakharmonisan ini masih terjadi dengan seagama itu sendiri. 

Program Kerukunan Umat Beragama FKUB Boyolali

Arif juga berpesan, tindakan persekusi dalam lingkup internal agama agar bisa dijauhi dan dihindari. Masyarakat Boyolali sendiri harus bisa menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui adanya kegiatan tersebut juga akan menjadi bukti nyata komitmen untuk memelihara kerukunan umat beragama. Selain itu, turut membangun persaudaraan, serta menciptakan suasana harmonis dari keberagaman yang ada.

1. Kerukunan Terjaga

Kerukunan Umat Beragama

Arif juga berharap agar kerukunan terjaga dan berdampak positif bagi masyarakat Boyolali dan Indonesia secara menyeluruh. Hal ini juga berkaitan dengan menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama.

Bahkan, Kepala Kemenag Kabupaten Boyolali KH Taufiqurrohman juga telah menjelaskan, tokoh agama sangat berperan penting dalam terciptanya kerukunan serta keharmonisan beragama di dalam masyarakat.

Adapun beberapa upayanya yaitu untuk bisa meningkatkan kualitas keberagamaan masyarakat. Selain itu, juga mengembangkan kegiatan dialog lintas agama. Bahkan, juga untuk bisa meningkatkan harmoni intern serta antar umat beragama.

Hal tersebut dibuktikan dengan mengembangkan sikap dan perilaku inklusif serta toleran. Dirinya juga meminta warga untuk bisa mengaktifkan forum kerukunan di wilayah masing-masing.

Selain itu, mengembangkan pemahaman keagamaan masyarakat yang berwawasan multikultural, gender, serta HAM. Bahkan, dirinya juga ingin mengaktifkan program siaga dini terhadap pencegahan konflik umat beragama, serta memberdayakan nilai-nilai kearifan lokal dalam pemeliharaan kerukunan.

2. Tatanan Kehidupan

KH Habib Masturi selaku Ketua FKUB Boyolali turut menambahkan, kehadiran agama tidak untuk mencaci maki dan melaknat. Melalui adanya agama bertujuan untuk bisa menjadikan tatanan kehidupan (aturan) berasal dari Tuhan.

Sehingga nantinya akan membimbing manusia menjadi seseorang yang berakal dan berusaha mencari kebahagiaan, baik itu didunia maupun akhirat.

Habib juga berpesan bahwa semua peserta tokoh agama, para pengurus serta pemerintah Kabupaten Boyolali memiliki tanggung jawab. Terutama, untuk bisa membangun, memelihara, serta memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan.

3. Mengapresiasi Pertemuan

Kerukunan Umat Beragama

Habib Masturi juga telah mengapresiasi pertemuan itu sebagai upaya persamaan persepsi dalam membangun kerukunan antar umat beragama. Terkait hal itu, pengurus DPD LDII Boyolali Dwi Suharno juga mengungkapkan bahwa LDII aman dan siap bekerja sama dengan ormas lain.

Bahkan, Sobat Cahaya Islami akan terus menjaga kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama khususnya di Kabupaten Boyolali. Sehingga bisa tercipta suasana aman dan damai yang ada di lingkungan masyarakat.

Acara tersebut juga turut dihadiri beberapa ormas, diantaranya PD Aisyiyah, Muslimat NU, NU, Muhammadiyah, Bamag, PHDI, MBI, dan WHDI. Berikutnya, acara Kerukunan Umat Beragama ini juga dihadiri oleh LDII yang diwakili H.Maskur Imam Syafi’i, Hj. Widji Astuti, Mujiyanto, Sulistik, H. Dwi Suharno, Ika Ratna Mufida.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY