Inang Film – Film horor-thriller pertama dari IDN Pictures adalah Inang, Sejumlah aktor dan aktris terkenal muncul dalam Inang film ini seperti Lydia Kandou, Dimas Anggara , Rukman Rosadi, dan Naysilla Mirdad.
Pada Kamis, 7 Juli 2022, film Fajar Nugros ini tayang perdana di Festival Film Fantasi Internasional Bucheon. Film ini akan tersedia untuk ditonton di bioskop Indonesia mulai Kamis, 13 Oktober 2022.
Film Inang ini bisa memberi Anda sejumlah pelajaran moral. Salah satunya adalah jangan mudah percaya dengan kata-kata orang asing.
Naysilla Mirdad akan memerankan sosok Wulan, karakter utama film tersebut. Dia mengetahui bahwa dia mengandung anak dari pacarnya di awal film. Pria itu, di sisi lain, keberatan dengan kehadiran bayi itu.
Wulan ingin merawat bayi yang dikandungnya karena memiliki naluri keibuan. Selain itu, ia berusaha mengatasi keadaan sulit tersebut. Termasuk menggunakan media sosial untuk mencari orang tua asuh.
Pentingnya berhati-hati saat berhadapan dengan orang asing adalah salah satu pesan moral dari cerita tersebut. Karena kita tidak yakin dengan hubungan atau bentuk komunikasi yang akan terjadi. Hubungan tersebut bahkan bisa membawa bahaya jika kita tidak waspada.
Inang Film, Ini Pelajaran yang Bisa Diambil dari Sudut Pandang Islam
Ada beberapa pelajaran yang juga bisa diambil dari sudut pandang Islam. Apa saja?
1. Lebih Cermat dengan Kabar yang Disampaikan Orang Lain
Nah, Sobat Cahaya Islam! Di dunia sekarang ini, berita palsu dapat dengan mudah menyebar dan mengganggu orang.
Anda mungkin bertanya-tanya seberapa cepat berita palsu dapat menyebar di antara orang-orang. Berita palsu mudah dipercaya oleh semua orang. Orang dapat dengan mudah memperoleh dan menyebarkan informasi berkat media sosial saat ini.
Untuk menghindari kegiatan yang hanya menyebarkan berita bohong, tabayyun sangat penting dalam penerimaan berita. Masyarakat dirugikan oleh berita bohong.


Meski berita itu belum terbukti kebenarannya, tetap saja membuat masyarakat resah.
Kadang mencari kebenaran lebih baik daripada mempercayai berita palsu. Ada kemungkinan orang membuat berita palsu semata-mata karena keinginan untuk merusak reputasi seseorang atau menyebabkan bisnis mereka gagal.
اِنَّ الَّذِيْنَ جَاۤءُوْ بِالْاِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنْكُمْۗ لَا تَحْسَبُوْهُ شَرًّا لَّكُمْۗ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۗ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ مَّا اكْتَسَبَ مِنَ الْاِثْمِۚ وَالَّذِيْ تَوَلّٰى كِبْرَهٗ مِنْهُمْ لَهٗ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu (juga). Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barangsiapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula). (QS AN-Nur-11)
لَوْلَآ اِذْ سَمِعْتُمُوْهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بِاَنْفُسِهِمْ خَيْرًاۙ وَّقَالُوْا هٰذَآ اِفْكٌ مُّبِيْنٌ
Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata, “Ini adalah (suatu berita) bohong yang nyata.” (QS AN-Nur-12)
2. Rajin Membaca
Solusinya rajin membaca. Jika kita ingin tidak tertipu oleh berita bohong maka kita harus rajin membaca. Membaca itu memperluas dan memperdalam wawasan.
Membaca juga bisa membantu anda menganalisa sebuah berita agar tidak sekedar menyebarkan dan mempercayainya. Karena meski membaca judulnya, banyak orang terus salah paham.
Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kegiatan membaca agar siswa dapat secara efektif menarik kesimpulan dari informasi yang mereka terima.


Untuk bereaksi terhadap berita yang cepat menyebar melalui berbagai media.Tindakan terbaik adalah membaca berita dengan cermat, tidak hanya setengah-setengah, tetapi juga membaca dengan seksama.
Harus tabayyun kalau dengar dari orang lain. Jangan cuma percaya apa yang didengar orang. Namun, perlu bukti nyata. Lakukan riset dulu agar tidak menyakiti perasaan siapapun nanti. Bisa dipetik dari kisah Aisyah bahwa akal sehat harus digunakan seefektif mungkin.
Itulah beberapa pelajaran yang bisa diambil dari Inang film dilihat dari sudut pandang agama Islam.































