Cara Menyikapi Ujian Sakit yang Sedang Diderita Bagi Seorang Muslim

0
271

Sobat Cahaya Islam, setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya sakit. Pada dasarnya, sakit merupakan suatu kondisi dimana seseorang tidak dapat melakukan aktifitas secara lancar. Hal ini dapat terjadi karena terdapat gangguan pada bagian atau seluruh tubuh orang yang menderita sakit. Karena alasan inilah, maka tidak jarang terdapat orang sakit yang hanya dapat terbaring lemas ditempat tidur. Menurut kajian islam sendiri, sakit tergolong sebagai ujian yang Allah berikan pada seorang hamba. Seorang muslim yang sedang sakit diibaratkan sedang menghapus dosanya. Maksud hapus dosanya di sini yakni Allah SWT ingin menghilangkan dosa seorang muslim tadi dengan ditimpa ujian berupa sakit. Dengan keadaan ini, maka sudah sepantasnya untuk selalu bersabar atas ketetapan yang Allah gariskan. Lalu bagaimana Cara Menyikapi Ujian Sakit yang Sedang Diderita Bagi Seorang Muslim? berikut ini kajian islamnya!

Cara Menyikapi Ujian Sakit yang Sedang Diderita Bagi Seorang Muslim

Sakit memang menjadi salah satu jenis ujian yang tidak mengenakan. Dikatakan sebagai ujian yang tidak mengenakkan atau menyenangkan karena seseorang yang sakit tidak bisa melakukan aktifitas secara bebas. Seorang muslim yang ditimpa ujian sakit akan kesulitan untuk melakukan aktifitas tertentu. Seluruh anggota badan akan terasa tidak nyaman untuk melakukan aktifitas atau kegiatan apabila terdapat bagian tubuh yang sakit.

Dalam kajian islam seseorang yang menderita sakit diibaratkan sedang membersihkan dosa. Kondisi ini mengharuskan sang penderita untuk selalu bersabar terhadap sakit yang ia alami. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits :

حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُخْتَارٍ، حَدَّثَنَا خَالِدٌ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم دَخَلَ عَلَى أَعْرَابِيٍّ يَعُودُهُ ـ قَالَ ـ وَكَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ عَلَى مَرِيضٍ يَعُودُهُ فَقَالَ لَهُ ‏”‏ لاَ بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ‏”‏‏.‏ قَالَ قُلْتَ طَهُورٌ، كَلاَّ بَلْ هِيَ حُمَّى تَفُورُ ـ أَوْ تَثُورُ ـ عَلَى شَيْخٍ كَبِيرٍ، تُزِيرُهُ الْقُبُورَ‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ فَنَعَمْ إِذًا ‏”‏‏.‏

Diceritakan Ibnu Abbas: Nabi (ﷺ) pergi mengunjungi badui yang sakit. Ketika Nabi (ﷺ) pergi ke seorang pasien, dia berkata, “Jangan khawatir, jika Allah mau, itu akan menjadi penebusan (untuk dosa-dosa Anda):” Badui berkata, “Anda mengatakan penebusan, itu hanyalah demam yang mendidih atau melecehkan seorang lelaki tua dan akan membawanya ke kuburnya tanpa kehendaknya. ” Nabi (ﷺ) berkata, “Kalau begitu, ya, memang begitu.” [1]

Pada hadits di atas telah dijelaskan bahwa umat islam yang sakit di gambar kan sedang menghilangkan dosa. Pembersihan dosa menurut kajian islam dengan rasa sakit ini tentu saja menjadi seorang muslim kembali suci bagaikan selembar kertas berwarna putih bersih tanpa noda. Dengan demikian, maka segala dosa yang telah lalu akan dihapus oleh Allah SWT lantaran rasa sakit tersebut.

Bagaimana Seharusnya Kaum Muslimin Menyikapi Ujian Sakit?

Dalam kajian islam, Sakit memang suatu kondisi yang lazim dialam oleh manusia. Seseorang yang beragama islam jika mengalami gangguan kesehatan ini akan terganggu aktifitasnya. Ia tidak akan merasa nyaman atau enak untuk melakukan aktifitas. Bahkan istiahat pun tidak akan terasa nyaman bagi orang yang sedang sakit. Oleh sebab itulah sudah sepantasnya kita bersyukur bila sedang dikaruniai kesehatan oleh Allah SWT.

Telah diketahui bersama bahwa sakit merupakan ujian yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya. Ujian berupa gangguan kesehatan ini harus disikapi dengan bijaksana agar mendatangkan pahala. Salah satu cara yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan bersikap sabar. Dalam kajian islam, sabar menjadi senjata utama untuk menghadapi cobaan. Sabar dalam kondisi sakit memiliki pengertian sebagai tindakan yang ridho atas ujian sakit yang Allah SWT berikan. Ridho diri penderita sakit terhadap ketepan Allah SWT akan membuatnya mendapatkan pahala yang besar.

Sobat Cahaya Islami, selain mencoba untuk berlaku sabar kita juga dianjurkan untuk selalu berprasangka baik terhadap Allah SWT. Tidak jarang ketika seseorang menderita sakit selalu mengumpat atau mencaci keputasan Allah SWT tersebut. Tentu saja tindakan ini tidaklah baik. Bahkan tindakan mengumpat ketetapan Allah SWT itu hanya akan mendatangkan dosa dan tidak menyebabkan sakit menjadi hilang. Untuk itulah makan dalam kajian islam seorang muslim yang sakit dianjurkan untuk selalu berprasangka baik pada Sang Pencipta. Ia dianjurkan untuk selalu berdo’a kepada Allah SWT agar segera diberi kesembuhan. Permohonan do’a kesembuhan inilah yang membuat si sakit mendapat pahala dari sisi Allah SWT.

[1] HR. Al-Bukhari no. 5656 (shahih)

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!