Menyikapi Ujian Sakit yang Diderita Seorang Muslim

0
866
Cara Menyikapi Ujian Sakit yang Sedang Diderita Bagi Seorang Muslim

Tips IslamiSobat Cahaya Islam, setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya sakit. Pada dasarnya, sakit merupakan suatu kondisi seseorang tidak dapat melakukan aktifitas secara lancar. Hal ini dapat terjadi karena terdapat gangguan pada bagian atau seluruh tubuh orang yang menderita sakit. Karena alasan inilah, maka tidak jarang terdapat orang sakit yang hanya dapat terbaring lemas di tempat tidur.

Menurut kajian islam sendiri, sakit tergolong sebagai ujian yang Allah berikan pada seorang hamba. Seorang muslim yang sedang sakit di ibaratkan sedang menghapus dosanya.

Maksud menghapus dosanya di sini yakni Allah SWT ingin menghilangkan dosa seorang muslim tadi dengan di timpa ujian berupa sakit.

Dengan keadaan ini, maka sudah sepantasnya untuk selalu bersabar atas ketetapan yang Allah gariskan. Lalu bagaimana Cara Menyikapi Ujian Sakit yang Sedang Seorang Muslim derita? berikut ini kajian islamnya!

Menyikapi Ujian Sakit

Sakit memang menjadi salah satu jenis ujian yang tidak mengenakan. Di katakan sebagai ujian yang tidak mengenakkan atau menyenangkan karena seseorang yang sakit tidak bisa melakukan aktifitas secara bebas.

Seorang muslim yang tertimpa ujian sakit akan kesulitan untuk melakukan aktifitas tertentu. Seluruh anggota badan akan terasa tidak nyaman untuk melakukan aktifitas atau kegiatan apabila terdapat bagian tubuh yang sakit.

Dalam kajian islam seseorang yang menderita sakit di ibaratkan sedang membersihkan dosa. Kondisi ini mengharuskan sang penderita untuk selalu bersabar terhadap sakit yang ia alami. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits :

حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُخْتَارٍ، حَدَّثَنَا خَالِدٌ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم دَخَلَ عَلَى أَعْرَابِيٍّ يَعُودُهُ ـ قَالَ ـ وَكَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ عَلَى مَرِيضٍ يَعُودُهُ فَقَالَ لَهُ ‏”‏ لاَ بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ‏”‏‏.‏ قَالَ قُلْتَ طَهُورٌ، كَلاَّ بَلْ هِيَ حُمَّى تَفُورُ ـ أَوْ تَثُورُ ـ عَلَى شَيْخٍ كَبِيرٍ، تُزِيرُهُ الْقُبُورَ‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ فَنَعَمْ إِذًا ‏”‏‏.‏

Dikisahkan oleh Ibn `Abbas:

Nabi (saw) pergi mengunjungi seorang Badui yang sakit. Setiap kali Nabi (ﷺ) pergi ke pasien, dia selalu berkata kepadanya, “Jangan khawatir, jika Allah menghendaki, itu akan menjadi penebusan (untuk dosa-dosamu):” Orang Badui itu berkata, “Kamu mengatakan penebusan? Tidak, itu hanyalah demam yang mendidih atau mengganggu orang tua dan akan membawanya ke kuburnya tanpa kehendaknya.” Nabi (ﷺ) berkata, “Kalau begitu, ya, memang begitu.” [1]

Pada hadits di atas menjelaskan bahwa umat islam yang sakit di gambar kan sedang menghilangkan dosa. Pembersihan dosa menurut kajian islam dengan rasa sakit ini tentu saja menjadi seorang muslim kembali suci bagaikan selembar kertas berwarna putih bersih tanpa noda.

Dengan demikian, maka segala dosa yang telah lalu akan terhapus oleh Allah SWT lantaran rasa sakit tersebut.

Bagaimana Seharusnya Kaum Muslimin Menyikapi Ujian Sakit?

Dalam kajian islam, Sakit memang suatu kondisi yang lazim manusia alami. Seseorang yang beragama islam jika mengalami gangguan kesehatan ini akan terganggu aktifitasnya. Ia tidak akan merasa nyaman atau enak untuk melakukan aktifitas. Bahkan istiahat pun tidak akan terasa nyaman bagi orang yang sedang sakit. Oleh sebab itulah sudah sepantasnya kita bersyukur bila sedang di karuniai kesehatan oleh Allah SWT.

Telah di ketahui bersama bahwa sakit merupakan ujian yang Allah SWT berikan kepada hambanya. Ujian berupa gangguan kesehatan ini harus di sikapi dengan bijaksana agar mendatangkan pahala. Salah satu cara yang mungkin bisa sobat lakukan adalah dengan bersikap sabar.

Dalam kajian islam, sabar menjadi senjata utama untuk menghadapi cobaan. Sabar dalam kondisi sakit memiliki pengertian sebagai tindakan yang ridho atas ujian sakit yang Allah SWT berikan. Ridho diri penderita sakit terhadap ketepan Allah SWT akan membuatnya mendapatkan pahala yang besar.

Sobat Cahaya Islami, selain mencoba untuk berlaku sabar kita juga di anjurkan untuk selalu berprasangka baik terhadap Allah SWT. Tidak jarang ketika seseorang menderita sakit selalu mengumpat atau mencaci keputasan Allah SWT tersebut.

Tentu saja tindakan ini tidaklah baik. Bahkan tindakan mengumpat ketetapan Allah SWT itu hanya akan mendatangkan dosa dan tidak menyebabkan sakit menjadi hilang.

Untuk itulah makan dalam kajian islam seorang muslim yang sakit di anjurkan untuk selalu berprasangka baik pada Sang Pencipta. Ia di anjurkan untuk selalu berdo’a kepada Allah SWT agar segera di beri kesembuhan. Permohonan do’a kesembuhan inilah yang membuat si sakit mendapat pahala dari sisi Allah SWT.


Catatan Kaki

[1] HR. Al-Bukhari no. 5656 (shahih)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY