Cara menegur anak dalam Islam – Mendidik anak adalah amanah besar dari Allah SWT. Sebagai orang tua, kita tentu ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang taat, santun, dan berakhlak baik. Namun, ketika anak melakukan kesalahan, kita perlu menegurnya dengan cara yang tepat.
Cara Menegur Anak dalam Islam
Islam telah mengajarkan cara menegur anak dalam Islam yang penuh kasih sayang dan kebijaksanaan, tanpa emosi dan kekerasan. Berikut adalah cara yang bisa sobat lakukan:
1. Menegur dengan Lembut, Bukan dengan Amarah
Pertama-tama, Sobat Cahaya Islam harus memahami bahwa kelembutan adalah kunci utama dalam menegur anak. Rasulullah ﷺ selalu menggunakan kata-kata lembut ketika mengingatkan seseorang, termasuk anak-anak. Beliau tidak pernah berteriak atau mempermalukan siapa pun.
Allah SWT berfirman:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran: 159)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa teguran yang kasar hanya membuat anak menjauh, sedangkan kelembutan justru membuka hatinya. Karena itu, gunakan nada suara yang tenang dan ekspresi wajah penuh kasih saat menegur.
2. Pilih Waktu dan Tempat yang Tepat
Selanjutnya, Sobat Cahaya Islam perlu memilih waktu dan tempat yang tepat sebelum menegur anak. Menegur di depan orang lain bisa melukai harga diri anak dan membuatnya enggan memperbaiki diri. Rasulullah ﷺ memberi contoh terbaik. Ketika beliau ingin menegur seseorang, beliau tidak menyebut nama pelakunya. Beliau hanya berkata, “Mengapa ada orang yang melakukan hal seperti ini?”
Dengan cara itu, orang yang ditegur tidak merasa malu. Jadi, jika anak berbuat salah, tunggulah sampai suasana tenang dan bicaralah secara pribadi. Dengan begitu, anak akan merasa dihargai dan lebih mudah menerima nasihat.
3. Jelaskan Kesalahan dan Beri Solusi
Kemudian, jangan hanya menegur tanpa penjelasan. Jelaskan kepada anak mengapa perbuatannya salah dan tunjukkan cara memperbaikinya. Dalam Islam, tujuan teguran adalah mendidik, bukan menghukum.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu melainkan akan mencelakakannya.” (HR. Muslim No. 2594)
Hadis ini menegaskan bahwa kelembutan adalah hiasan dalam setiap tindakan. Jadi, ketika Sobat Cahaya Islam menasihati anak, gunakan bahasa positif dan beri solusi yang membangun. Misalnya, “Nak, lebih baik begini…” daripada “Kamu salah terus!”
4. Jadikan Teguran Sebagai Bentuk Kasih Sayang
Selain itu, jadikan teguran sebagai wujud kasih sayang, bukan kemarahan. Islam mengajarkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keluarga dari kesalahan yang bisa menjerumuskan ke dalam dosa.


Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”(QS. At-Tahrim: 6)
Ayat ini menunjukkan bahwa cara menegur anak dalam Islam adalah bentuk kasih sayang agar anak terhindar dari keburukan. Jadi, ketika Sobat Cahaya Islam menegur anak, lakukan dengan niat mendidik, bukan melampiaskan emosi.
5. Doakan Anak Setelah Menegur
Setelah menegur, jangan lupa untuk mendoakan anak. Doa orang tua adalah senjata paling kuat dalam membentuk karakter anak. Rasulullah ﷺ mengingatkan agar kita tidak mendoakan keburukan bagi anak.
Beliau bersabda:
“Janganlah kalian mendoakan keburukan atas diri kalian, anak-anak kalian, atau harta kalian, karena mungkin doa itu bertepatan dengan waktu dikabulkannya doa.” (HR. Abu Dawud No. 1532)
Dengan berdoa, Sobat Cahaya Islam menunjukkan cinta sejati kepada anak. Doa akan melembutkan hati anak dan menenangkan hubungan antara orang tua dan anak setelah teguran diberikan.
6. Beri Teladan Nyata dalam Perilaku
Selanjutnya, tunjukkan keteladanan dalam tindakan. Anak akan lebih mudah meniru perbuatan baik daripada sekadar mendengar nasihat. Jika orang tua disiplin, jujur, dan sabar, maka anak pun akan tumbuh dengan sifat yang sama.
Rasulullah ﷺ tidak hanya menasihati, tetapi juga menjadi teladan dalam setiap perbuatannya. Beliau mencontohkan bagaimana sabar, sopan, dan penuh kasih kepada semua orang. Karena itu, cara menegur anak dalam Islam harus disertai dengan contoh nyata dari perilaku orang tua.
Sobat Cahaya Islam, menegur anak adalah bagian dari pendidikan yang tidak bisa dihindari. Namun, Islam menuntun kita untuk melakukannya dengan lembut, bijak, dan penuh kasih. Gunakan kata yang menenangkan, pilih waktu yang tepat, dan beri solusi yang mendidik. Setelah itu, doakan anak agar hatinya terbuka dan mudah menerima nasihat.
Semoga Allah SWT memberikan kesabaran dan kebijaksanaan kepada kita semua dalam mendidik generasi Islam yang berakhlak mulia. Aamiin.
































