Dilarang Meminta Musibah – Sebenernya cukup miris sih dengan video beberapa ustadz yang dengan sengaja mengirup nafas pasien covid parah kemarin itu. Kabar terbarunya sih salah satunya juga akhirnya ikut terjangkit virus dan karena mempunyai komorbid, akhirnya dia meninggal. Tindakan demikian itu menurut beberapa alim ulama merupakan tindakan takabur dan sengaja meminta musibah. Padahal dalam islam ada lho penjelasan bahwa kita dilarang meminta musibah dan cobaan.
Dalam Islam, meminta musibah atau sakit kepada Allah adalah perbuatan yang sangat tidak dianjurkan dan dapat dianggap sebagai tindakan yang bertentangan dengan akidah dan nilai-nilai agama. Islam mengajarkan untuk berdoa kepada Allah untuk meminta perlindungan dari musibah, penyakit, atau penderitaan, bukan sebaliknya.
Dilarang Meminta Musibah Karena Anda Tidak Menghormati dan Menyepelekan Perlindungan dan Nikmat Allah
Allah adalah Maha Penyayang dan Maha Pengasih. Islam mengajarkan bahwa Allah tidak menghendaki penderitaan atau kesulitan bagi hamba-Nya. Sebaliknya, Allah menghendaki kebaikan, kesejahteraan, dan kemudahan bagi manusia. Nah, dengan meminta musibah atau penyakit, kita mungkin mengabaikan nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, seperti kesehatan dan kesejahteraan. Menghargai nikmat-nikmat ini adalah bagian dari tugas kita sebagai hamba Allah.
Sebaliknya, dalam ajaran Islam kita harus selalu berdoa kepada Allah untuk meminta perlindungan dari musibah dan penyakit. Allah mengajarkan kita untuk berlindung kepada-Nya dari segala hal yang buruk. Dengan meminta keburukan atau musibah, anda sudah berani menginjak injak Rahmat Allah.
Anda Melangkahi Kehendak Allah Bila Meminta Keburukan dan Merusak Hakikat Doa Sebagai Amanah Baik
Dalam hal ini, Islam mengajarkan bahwa kita harus tunduk kepada kehendak Allah. Meminta musibah atau sakit adalah upaya dzalim untuk mengubah atau menentang kehendak-Nya, yang tidak sesuai dengan keyakinan Islam itu sendiri.
Hal ini juga melukai hikmah doa itu sendiri. Doa adalah amanah (amanat) yang Allah anugerahkan kepada kita. Kita harus menjaga amanah ini dengan berdoa untuk hal-hal yang baik dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Dalam hadits Nasa’i 1821 ini pula jelas Rasulullah melarang ummatnya untuk meminta kematian atau keburukan untuk dirinya.
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ، ح وَأَنْبَأَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم “ أَلاَ لاَ يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ
***
Indonesia sudah cukup kacau dengan pandemi ini. Banyak orang menghembuskan nafas terakhir karenanya. Kita sudah sepantasnya tahu etika bahwa sebagai orang islam yang beriman dan baik justru seharusnya ikut andil dalam membantu dan mengusahakan terbaik untuk sesama selama masa sulit. Bukan malah menambah kekacauan dengan sikap sombong yang bodoh dan mengantarkan pada hal buruk yang bisa menimpa diri sendiri bahkan orang lain. Bukankah manusia terbaik itu adalah yang memberikan manfaat untuk orang lain? Bukan sebaliknya. Semoga bermanfaat.
































