Yuk Temukan Hikayat Islami di Teori Psikologi Adler!

0
83

Teori Psikologi Adler – Dalam kehidupan islam tentu kita sebagai orang islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, pedoman yang wajib kita pegang teguh 100 % adalah Al Quran dan Al Hadits. Itu mutlak dan wajib kita penuhi, namun di dunia yang modern ini, memiliki wawasan luas dan ilmu sebagai pendukung kebaikan ajaran islam yang kita pegang adalah suatu hal yang juga perlu dimiliki.

Salah satu bidang yang cukup oke untuk jadi pendukung ajaran tauhid dan adalah ilmu psikologi. Konsentrasi ilmu ini cukup luas bila kita bahas satu satu. Namun pada kesempatan kali ini tim cahayaislam akan mencoba mengulas satu: Teori psikologi adler serta integrasi dan interkoneksinya dengan ajaran islam. Kuy kita simak!

Teori psikologi adler secara Sederhana

Disini tim cahayaislam nggak akan mengulas sangat detail tentang Teori psikologi adler ya. Karena bakalan ngabisin banyak halaman dan kata. Kita akan angkat sebagian saja yang cukup terkenal: Telologi

Istilah teleologi secara sederhana menyatakan bahwa Human Nature kita adalah semua manusia akan selalu berusaha untuk memenuhi tujuan (Goal). Menurut Adler, Tujuan hidup itu dibentuk dari satu barometer yakni Self Ideal (Keidealan diri).

Keidealan diri ini sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia itu sendiri karena manifestasinya akan sejalan dengan Lifestyle (Gaya Hidup) yang akan kita jalankan dalam kehidupan sehari – hari. Kunci rantai teori Adler cukup sederhana:

Goal menciptakan Self Ideal dan membentuk Lifestyle

Bagaimana kita mengaplikasikannya sesuai ajaran Islam

Seperti yang kita ketahui bahwa orang islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah pastilah sudah mengerti bahwa pada dasarnya dunia tempat kita hidup ini adalah waktu transisi (tempat singgah) sampai akhirnya kita akan menghuni alam Akhirat dimana pilihannya cuman ada dua (Surga dan Neraka).

Untuk itu jika dalam Teori psikologi adler kita mengetahui ada Goal (Tujuan Hidup). Maka tujuan hidup kita harus selalu mengarah kepada Akhirat atau berorientasi pada Akhirat. Yakni menjadi ahli Surga.

إِنَّ هَٰؤُلَاءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلًا

Dalam surat Al Insan ayat 27 diatas di Firmankan bahwa mereka adalah orang kufur yang senang dengan kehidupan dunia dan tidak memikirkan kesudahannya (Akhirat kelak).

Memiliki Self Ideal dan Lifestyle yang terfokus kepada Akhirat

Ketika Goal atau tujuan kita sudah jelas. Yaitu untuk kampung akhirat, maka sudah pasti itu akan membentuk self ideal kita dan memberikan kita lifestyle yang fokus kepada akhirat. Kita kasih contoh deh:

Self ideal kita misalnya adalah menjadi Seorang Entrepreneur sholeh/sholehah yang rajin bersedekah, menjadi orang religius yang suka menginspirasi orang lain dengan ilmu dan tindakan yang baik pada orang lain dan sejenisnya.

Lifestyle kita misalnya adalah memiliki habit untuk mendatangi majelis ilmu atau rutin mengikuti pengajian 3x seminggu, memiliki kebiasaan untuk tidak menunda sholat, membiasakan kebiasaan sholat tahajud dan lain sebagainya.

***

Nah itu sih kira kira sedikit saja ulasan tim cahayaislam tentang integrasi dan interkoneksi dari Teori psikologi adler dan ajaran islam yang ternyata bisa kita rumuskan dengan baik sejalan dengan ajaran islam yang familiar dengan kita. Yuk kita coba! Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!