Dokter Ali Sungkar Meninggal, Karakternya Patut Diteladani

0
1770
ali sungkar

Ali Sungkar – Bagi para sebagian ibu Indonesia, pasti sangat mengenal dokter Ali Sungkar yang terkenal sebab cara mengayun bayi.

Ya, bukan menggendong dengan cara biasa loh namun diayun. Biasanya para bayi mungkin saja menangis, namun mereka malah tetap tenang dengan ayunan tersebut.

Sebagian orang mungkin mengira bahwa Dokter Ali adalah dokter biasa. Namun, dibalik kesederhanaan beliau nyatanya Ia adalah lulusan dari Universitas Indonesia.

Sobat Cahaya Islam, kehebatan intelektual yang dokter Ali Sungkar miliki bisa saja langka. Maka dari itu, sangat perlu bagi umat untuk segera melakukan regenerasi sehingga akan ada generasi yang mewarisi kecakapan beliau.

 Siapa Dokter Ali Sungkar?

Di Indonesia, nama dokter Ali Sungkar sangat fenomenal baik dari segi kecakapan maupun karakter beliau. Beberapa artis maupun dari kalangan biasa juga mengatakan demikian. Kalau kecakapan intelektual, Insya Allah hal tersebut dapat terasah mulai sejak sekolah. Namun, kecakapan karakter bukanlah hal yang mudah untuk diresapi umat.

ali sungkar

Faktanya, di era kecanggihan teknologi sekarang, Sobat Cahaya Islam pasti mendapati banyak masalah terkait degradasi moral. Persentase pelaku degradasi moral semakin bertambah dari kalangan remaja.

Apa yang Menjadi Faktor Pemicu Degradasi Moral Terjadi?

Sobat Cahaya Islam, beberapa hal yang menjadi pemicu degradasi moral yakni :

1.    Propaganda Media secara Besar – Besaran

Salah satu faktor terbesar penyumbang degradasi moral bangsa yakni eksistensi propaganda media. Memang, secara kasat mata besarnya media adalah bentuk keberhasilan dari rekaan manusia. Berawal dari teknologi revolusi industri 1.0 bahkan sampai menginjak revolusi industri 5.0.

Hanya saja, kondisi keberhasilan tersebut tak sejalan dengan konsep karakter kebaikan yang harusnya umat miliki. Bahkan, terkesan seperti berbenturan. Misalnya saja, propaganda terkait mengekspresikan kebebasan dengan gender apapun menjadi slogan yang sangat dijunjung tinggi.

Padahal, makna dari propaganda tersebut yakni akan menjauhkan para muslimah jauh dari kewajiban menutup aurat.

2.    Kondisi Keimanan yang Menurun

Faktor penyumbang lainnya yakni kondisi keimanan yang menurun. Menurunnya keimanan seseorang dapat terjadi karena beberapa hal. Misalnya saja, bermain dan scroll up-down dapat menjadikan umat turun keimanannya.

ali sungkar

Sebab berselancar di dunia maya akan menjadikan umat jauh daripada Allah SWT. Naudzubillah. Padahal, harusnya pemuda menjadi garda terdepan sebagai pendakwah untuk menyebarkan kebenaran.

Hal ini sangatlah sesuai dengan apa yang Allah SWT firmankan dalam surat al Kahfi ayat 13 yakni :

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَاَهُمْ بِالْحَقِّۗ اِنَّهُمْ فِتْيَةٌ اٰمَنُوْا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنٰهُمْ هُدًىۖ

Artinya : Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.

3.    Parenting yang Tak Matang

Kondisi parenting yang tak matang juga menjadi pemicunya Sobat Cahaya Islam!Hal ini benar adanya. Nampaknya dalam kondisi sekarang akan sangat sulit bagi umat untuk belajar karakter sejak dini selain daripada sekolah.

Padahal, sejatinya sekolah hanya jembatan untuk mengimplementasikan karakter, bukan mulai mempelajarinya. Khususnya terkait dengan karakter keislaman dalam diri.

Tentu hanya umat dengan pemahaman visi misi keluarga muslim yang akan selalu berusaha mewujudkan karakter Islami. Jika tidak ya, tentu tak akan terwujud keislaman dalam keluarganya.

Belajar Menjadi Berkarakter Sejak Dini

Sobat Cahaya Islam, penting bagi umat untuk senantiasa menancapkan dalam jiwanya bahwa karakter keislaman tidak muncul dengan sendirinya. Tapi haruslah terasah bahkan sejak dini.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai almarhum dokter Ali Sungkar. Semoga mendapat tempat terbaik di sisiNya. Selain itu, semoga umat dan generasi Islam hari ini dapat menjadi penerus beliau. Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY