Mahfud MD dan Ridwan Kamil Saling Berbalas Cuitan, Begini Penjelasan Islam tentang Menjaga Lisan

0
132

Mahfud MD – Dunia masih ramai memberitakan virus Covid yang belum menemui titik terang. Namun, di Indonesia sendiri selain Covid juga banyak kasus yang belum selesai. Bahkan merembet hingga tokoh-tokoh seperti Mahfud MD. Kabar ini dimulai sejak diperiksanya Ridwan Kamil dan Anies Baswedan atas peristiwa kerumunan penjemputan Habib Rizieq awal November lalu.

Awalnya Ridwan Kamil merasa janggal dengan hanya diperiksanya Anies Baswedan dan dirinya. Padahal seharusnya pemeriksaan terkait kerumunan penjemputan Habib Rizieq haruslah secara adil dan merata mulai dari akarnya. Sebab sebelum kerumunan masa di Bandara Soekarno Hatta menjemput Habib Rizieq, Mahfud MD selaku Menkopolhukam pernah mengeluarkan pernyataan tentang diperbolehkannya Habib Rizieq pulang dan dijemput dengan protokol kesehatan.

Namun, seperti yang sudah Sobat Cahaya Islam ketahui sebelumnya pada peristiwa penjemputan Habib Rizieq terjadi kerumunan yang sangat membeludak dan hal tersebut telah menjadi salah satu pelanggaran dalam aturan tata tertib protokol kesehatan sekalipun masa menggunakan alat pelindung diri seperti masker. Kepulangan imam besar FPI tersebut ternyata membawa rentetan permasalahan seperti yang terjadi pada Mahfud MD dan Ridwan Kamil.

Sebagai kepala daerah, Ridwan Kamil merasa hukum di Indonesia kurang dijalankan dan dipatuhi dengan baik sekalipun oleh pelakunya sendiri. Pasalnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD juga seharusnya ikut bertanggung jawab terhadap kasus kerumunan di Megamendung beberapa waktu silam. Pernyataan Mahfud MD tentang diperbolehkannya kerumunan masa menjemput Habib Rizieq juga menjadi dasar Kang Emil.

Mahfud MD dan Tanggungjawab terhadap Pernyataannya

Sobat Cahaya Islam, menjaga lisan merupakan suatu yang sulit dilakukan. Lisan layaknya bumerang dan pedang bagi siapa saja. Pernyataan Mahfud MD tentang diperbolehkannya imam besar FPI dijemput masa dapat menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Hal ini tentu menjadi ketimpangan saat sebagian yang lain diselidiki aparat kepolisian dan yang lainnya tidak. Padahal jelas penyataan Mahfud MD dapat dijadikan dasar hukum.

1. Pentingnya Menjaga Lisan

Selain pernyataan dari Mahfud MD yang dijadikan dasar oleh Ridwan Kamil atas terjadinya kerumunan penjemputan Habib Rizieq. Ternyata beberapa politikus juga menyalahkan argumen Emil terkait hal tersebut. Pasalnya, sebagai Menkopolhukam tentu Mahfud mengizinkan Habib Rizieq pulang. Toh, Mahfud telah menghimbau untuk para masa tetap tertib protokol kesehatan.

Menanggapi pernyataan tersebut Ridwan Kamil dan Mahfud MD saling berbalas ciutan di media sosial Twitter. Keduanya saling adu mulut melalui tulisan. Tentu tindakan yang seperti ini perlu dijaga baik-baik karena keselamatan seseorang ada pada dirinya yang mampu menjaga lisan. Hal ini senada dengan hadist tentang menjaga lisan sebagai berikut:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (HR. Bukhori: 6018)

2.. Manaati Hukum yang Berlaku

Selain menjaga lisan, sebagai manusia kita tentu tidak bisa lepas dari hukum. Meski Ridwan Kamil merasa tindakan penyidikan terhadap dirinya dan Anies tidak adil. Namun, Emil tetap memenuhi jadwal penyidikan oleh pihak kepolisian. Banyak netizen yang pro dan kontra terhadap argumen Ridwan Kamil terkait pernyataan Mahfud MD yang mengizinkan Habib Rizieq dijemput oleh banyak masa.

Meski terkesan hanya berbalas cuitan. Namun, selisih paham antara Mahfud MD dan Ridwan Kamil dapat kita jadikan pelajaran untuk menjaga lisan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY