Kapal Feri Terbalik, Bagaimana Panduan untuk Naik Kendaraan Umum?

0
117

Kapal Feri Terbalik – Video Kapal Feri terbalik viral di Instagram. Dalam video tersebut sebuah kapal Feri yang akan berlabuh di Dermaga Perigi Piai miring dan terbalik. Kapal tersebut adalah jenis KMP (Kapal Motor Penyeberangan) Bili. Kapal tersebut menjadi kapal penyeberangan antara Kecamatan Tebas dan Kecamatan Tekarang, Jawai.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 20 Februari kemarin. Mengutip dari Kumparan.com insiden terjadi sekitar pukul 13.50 WIB. Kapal tersebut menyeberangi Sungai Sambas Besar dari Tebas dan akan berlabuh ke Dermaga Perigi Piai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Kapal Feri terbalik itu mengangkut 72 penumpang dan 15 anak buah kapal serta beberapa kendaraan. Beruntungnya meski kapal terbalik tetapi tidak ada korban jiwa. Namun, beberapa mengalami luka ringan dan langsung dibawa ke Puskesmas Tekarang.

Mengutip Kompas.com dari hasil wawancara dengan Kepala KSOP Kelas IV Sintete bahwa penyebab kapal Feri terbalik adalah karena penumpang yang turun dari salah satu sisi kapal dan membuat tali yang digunakan untuk kapal bersandar terputus. Akhirnya kapal miring dan karam. Meski tidak ada korban jiwa. Namun, banyak kendaraan yang tenggelam.

Sobat Cahaya Islam, pernahkah Sobat naik kapal Feri atau angkutan umum lainnya? Apa saja panduan yang perlu dipersiapkan ketika naik kendaraan umum? Simak penjelasan tentang panduan naik kendaraan umum agar tetap terjaga dalam lindungan Allah.

Kapal Feri Terbalik dan Pentingnya Memahami Panduan Naik Kendaraan Umum

Berita tentang kapal Feri terbalik cukup mengagetkan kita. Beruntung insiden tersebut tidak memakan koban jiwa, meski beberapa orang mengalami luka-luka. Namun, perlu Sobat Cahaya Islam ketahui bahwa terdapat panduan yang bisa kita gunakan dan kita pegang untuk naik kendaraan umum. Simak penjelasannya berikut ini:

1.      Berdoa

Doa merupakan senjatanya orang Muslim. Sebagaimana saat Sobat Cahaya Islam akan naik kendaraan umum, sebaiknya tidak lupa untuk berdoa agar selamat selama perjalanan hingga sampai di tempat tujuan. Bagaimana doa naik kendaraan umum khususnya kapal? Berikut doa yang dipanjatkan Nabi Nuh saat mengendarai kapalnya:

Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya”. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Hud : 41)

Idealnya memang sebelum melakukan sesuatu sebaiknya kita mengucapkan doa agar diberi kelancaran dan keselamatan dalam mengerjakan kegiatan tersebut. Sebagaimana doa Nabi Nuh saat membawa kapalnya di tengah-tengah banjir.

2.      Mengerjakan Amalan Para Ulama’

Pernahkah kamu bertanya-tanya tentang arti huruf-huruf yang ada pada permulaan sebuah surat (fawatihus suwar)? Allah mengistimewakan huruf-huruf tersebut sehingga tidak ada yang dapat mengartikan huruf tersebut. Terdapat 29 potong ayat dalam Al-Quran yang mengandung permulaan surat dari huruf-huruf tersebut.

Menurut madhzab syafi’i barang siapa yang mengamalkan dengan membaca huruf-huruf tersebut maka akan dijaga jiwanya dan aman dari tenggelam. Hal ini juga dibenarkan oleh KH. Abdul Qayyum Manshur, Lasem ketika mengisi mauidhoh hasanah di Grobogan.

Nah, Sobat Cahaya Islam, dari berita kapal Feri terbalik kita dapat memelajari beberapa hal terkait bagaimana sebaiknya panduan saat naik kendaraan umum. Mulai dari niat dan mengamalkan amalan para ulama’ sebagai salah satu ikhtiar atas keselamatan diri dan orang-orang di sekitar kita. Wallahu a’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY