Cara Menenangkan Hati dan Pikiran Agar Tak Sampai Terjerumus dalam Kemaksiatan

0
1300
Cara menenangkan hati dan pikiran

Cara menenangkan hati dan pikiran – Ketentraman dalam hidup merupakan hasil yang didapat manakala umat muslim mampu menerapkan cara menenangkan hati dan pikiran. Ketenangan merupakan kondisi yang tak ternilai dan sangat dibutuhkan seluruh elemen manusia.

Sobat Cahaya Islam, sebagai seorang muslim tentu tidak semua aktivitas menjadi jawaban terkait cara menenangkan hati dan pikiran. Ada beberapa hal yang perlu dibatasi dengan syariah. Lantas, bagaimana seharusnya yang umat dapat lakukan?

Mengapa Perlu Mempelajari Cara Menenangkan Hati dan Pikiran?

Cara menenangkan hati dan pikiran diperlukan agar umat senantiasa merasakan kebahagiaan dalam hidup.

Bagi umat Islam, kebahagiaan dicapai bukan lantaran banyak harta. Namun karena tingkatan taqwa yang  dimiliki dan keimanan yang semakin menguat dalam hati.

Menenangkan hati dan pikiran tentu akan membuat seseorang memiliki arahan hidup yang lebih jelas dan terstruktur.

Bukan mengalami kegamangan dalam hidup. Ada banyak kekacauan yang bisa umat rasakan manakala hati dan pikiran menjadi tidak tenang.

Bahkan ada sebagian kelompok yang dapat melakukan serangkaian aktivitas yang tidak masuk akal, lantaran ada hati dan pikiran yang tidak merasakan ketenangan. Naudzubillah. Lantas bagaimana caranya agar ketenangan bisa dicapai?

Cara Meningkatkan Ketenangan Hati dan Pikiran

Sebagai umat muslim, tentu saja harus memiliki keyakinan bahwa apapun masalahnya, akan selalu ada solusinya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar ketenangan hati dan pikiran dapat dicapai, diantaranya :

1.    Meningkatkan Kualitas Sholat

Untuk bisa meningkatkan ketenangan hati dan pikiran, hal pertama yang perlu dilakukan yakni dengan meningkatkan kualitas sholat. Sholat adalah ibadah pertama dan tertinggi yang akan dihisab dan dipertanggungjawabkan.

Cara menenangkan hati dan pikiran

Oleh karena itu, salah satu hal yang bisa dilakukan yakni dengan senantiasa meningkatkan kualitas sholat yang umat lakukan.

Misalnya, dengan menjaga wudhu’, serta do’a – do’a yang dihaturkan. Hal ini juga merupakan konsekuensi dari diciptakannya manusia. Sebagaimana yang termaktub di firman Allah surat Adz Dzariyat 56 yakni :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Artinya : Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

2.    Meningkatkan Ketaqwaan

Hal lain yang bisa dilakukan yakni dengan senantiasa meningkatkan ketaqwaan. Ketaqwaan ini bisa disiratkan dengan memperbanyak amalan nafilah seperti puasa dan sholat sunnah.

Cara menenangkan hati dan pikiran

Hal ini sebagaimana yang Rasulullah ajarkan kepada umatnya. Tujuannya untuk menjadikan diri sebagai pribadi yang lebih baik dan senantiasa menjaga keimanan sekaligus menerapkan Islam secara keseluruhan. Hal ini sebagaimana yang ada di surat Al Baqarah ayat 208 yakni :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.

3.    Berusaha Menghindari Dosa

Hal selanjutnya yang bisa dilakukan bahkan perlu dioptimalkan yakni dengan berusaha menghindarkan diri dari dosa. Di kehidupan dunia yang serba menggoda seperti sekarang, akan ada banyak ujian yang umat hadapi.

Sehingga sangat perlu bagi diri untuk mempelajari hukum Islam dan bagaimana solusi permasalahannya. Hal ini bertujuan agar ketaqwaan terus bertumbuh dalam diri.

Selain itu, menghindarkan diri dari dosa juga menjadikan seseorang tak lagi mudah tergoda dengan banyaknya nafsu dunia yang bergelimangan di depan umat.

Baik itu godaan dari dunia maya maupun kenyataannya. Mendekatkan diri pada sahabat shalih adalah hal yang perlu dilakukan. Atau bisa juga memperbanyak amalan bacaan Alqur’an.

Memperbanyak ilmu juga merupakan bagian dari ibadah sebagaimana yang ada dalam firman Allah di surat Al Mujadilah ayat 11 yakni :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan cara menenangkan hati dan pikiran. Semoga ulasannya dapat menginspirasi dan bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY