Adab Bersendawa sesuai Ajaran Agama Islam

0
366
Adab bersendawa

cahayaislam.id – Ada beberapa adab bersendawa yang perlu diperhatikan oleh seluruh umat Muslim, yang mana tujuannya adalah untuk memuliakan manusia itu sendiri, menjauhkan mereka dari kerendahan dan juga kehinaan.

Sebagaimana yang kita tahu, Islam adalah agama yang sempurna dalam segala aspeknya, baik di dalam akidah, ibadah dan juga akhlak.

Yang tak boleh luput untuk diperhatikan adalah adab saat bersendawa, lantas apa yang diucapkan oleh umat Muslim saat bersendawa? Serta bagaimana adab yang baik dalam bersendawa menurut ajaran agama Islam?

Yang sering kali kita jumpai selama ini, saat seseorang bersendawa mereka senantiasa mengucapkan, “Alhamdulillah”, atau “Astaghfirullah”, bahkan ada pula yang mengucap “A’udzubillahi minasy syaithonir rajim”.

Apakah kalimat yang dibenarkan? dan mana yang seharusnya kita ucapkan saat bersendawa? Nah, Sobat Cahaya Islam, ternyata mengucapkan kalimat yang baik saat bersendawa dapat dilihat dari dua keadaan.

Yang pertama, jika mengucapkan dzikir-dzikir di atas saat bersendawa diyakini sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT maka hukumnya adalah sunnah atau dianjurkan.

Karena pada hakikatnya, tidak ada perintah mengucapkan dzikir apapun saat bersendawa, sebab apabila ada anjuran membaca suatu dzikir tertentu pastinya sudah ternukil dari Nabi Muhammad SAW atau para sahabat.

Yang kedua, apabila mengucapkan “Alhamdulillah”, dengan niat bersyukur kepada Allah atas nikmat yang didapatkan, atau “A’udzubillahi minasy syaithonir rajim” demi berlindung dari setan maka dihukumi boleh selama tidak diyakini sebagai sunnah.

Adab Bersendawa yang Baik Sesuai Ajaran Islam

Dari hadits di atas ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi mengenai adab bersendawa yang baik, di antaranya:

Menahannya ketika Ada Orang Lain

Saat seseorang hendak bersendawa lalu ada orang lain di sekitar kita, maka sebaiknya menahan sebisa mungkin atau paling tidak menguranginya.

Karena bisa saja orang tersebut terganggu dan merasa tidak nyaman mendengar sendawa dari kita, hal tersebut bisa mendatangkan sesuatu yang tidak diharapkan. Salah satunya adalah timbul perasaan benci atau kesal.

Adab bersendawa

Selain itu, jika tidak bisa mencegahnya saat ada orang lain maka hal tersebut termasuk kepada suatu adab yang buruk.

Maka dari itu ketika tidak bisa mengurangi suara sendawa dianjurkan bagi kita untuk segera menjauhi orang lain. Sehingga hal tersebut tidak mendatangkan gangguan bagi mereka.

Menutup Mulut

Adab yang kedua saat bersendawa adalah dengan menutup mulut menggunakan tangan, dan disunnahkan memakai tangan kiri. Sebab diperuntukkan untuk menahan sesuatu yang sifatnya bisa mengganggu.

Syaikh Zakaria al-Anshari rahimahullah mengatakan:

( قَوْلُهُ : فَإِنْ تَثَاءَبَ سُنَّ لَهُ أَنْ يُغَطِّيَ فَاهُ بِيَدِهِ ) قَالَ ابْنُ الْمُلَقِّنِ: وَغَيْرِهِ : وَالظَّاهِرُ أَنَّهَا الْيُسْرَى ; لِأَنَّهَا لِتَنْحِيَةِ اْلأَذَى، قَالَ الأَذْرَعِيُّ وأُلْحِقَ بِذَلِكَ التَّجَشُّؤُ

“Perkataan penulis kitab Raudhatut Thalib: ‘Jika seseorang menguap, disunnahkan untuk menutup mulutnya dengan tangannya.’ Namun Ibnu Mulaqqin dan ulama lain mengatakan: ‘Yang lebih tepat, menggunakan tangan kiri, karena digunakan untuk menahan sesuatu yang sifatnya bisa mengganggu.’ Al-Adzra’i mengatakan: ‘ini juga berlaku jika bersendawa.’” (Asnal Mathalib Syarah Raudhatut Thalib, 1/180)

Dilarang Makan Berlebihan

Orang yang kenyang biasanya akan lebih sering mengeluarkan sendawa. Oleh sebab itu diperintahkan kepada kita agar tidak makan dan minum terlampau banyak.

Adab bersendawa

Ini juga menghindarkan kita dari sifat malas beribadah dan bisa mendatangkan keburukan-keburukan yang lainnya.

Nah, Sobat Cahaya Islam, dari yang sudah dipaparkan tentunya Sobat dapat menarik kesimpulan seperti apa tata cara yang baik ketika bersendawa. Dan bagaimana hukum mengucapkan kalimat dzikir saat sesudahnya.

Demikian di atas adalah ulasan mengenai adab bersendawa sesuai ajaran agama Islam. Semoga artikel ini bermanfaat!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY