Pra Kerja Gelombang 35, Anjuran Islam Memanfaatkan Peluang Belajar

0
1253
Pra kerja gelombang 35

Pra kerja gelombang 35– Pra kerja gelombang 35 adalah program bantuan biaya pelatihan dan insentif bagi para pekerja/buruh yang dirumahkan, pencari kerja, serta pelaku usaha mikro dan kecil yang kehilangan pekerjaannya atau tengah mengalami penurunan daya beli efek pandemi Covid-19.

Program ini juga diperuntukkan pada pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi. Program Kartu Prakerja memiliki tujuan mengoptimalkan kompetensi para pekerja, meningkatkan produktivitas dan daya saing para pekerja, serta memaksimalkan perkembangan kewirausahaan. Garis besarnya adalah menanggulangi pengangguran di Indonesia.

Persyaratan Pra Kerja Gelombang 35 dan Pandang Islam Terhadap Program Ini

Sebagai warga negara Indonesia yang sah, semua orang memiliki hak untuk mengikuti program pra kerja tersebut. Persyaratan program pra kerja meliputi Warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan E-KTP yang sah, usia diatas 18 tahun, dan tidak dalam sedang pendidikan formal.

Sobat Cahaya Islam, sekaligus sebagai seorang muslim, kita harus melihat program pra kerja Gelombang 35 ini sebagai peluang besar untuk belajar. Karena di dalam Islam, ada anjuran besar bagi orang-orang untuk belajar. Bahkan ada jaminan surga bagi yang sungguh-sungguh menuntut ilmu, berikut dalilnya:


 وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّة

Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim, no. 2699).

Dalil Tentang Anjuran Belajar dalam Islam

Dalam Islam, anjuran untuk belajar atau melakukan hal-hal bermanfaat, memiliki dalil tersendiri. Terlebih jika belajar yang digunakan untuk bekerja, berikhtiar, memenuhi kebutuhan hidup atau untuk memberi nafkah kepada keluarga, seperti pada prigram pra kerja gelombang 35 ini.

Dalam memanfaatkan peluang untuk belajar, kita juga dianjurkan untuk bersemangat. Karena dengan bersemangat menunjukkan bahwa kita bersyukur atas nikmat belajar tersebut. Memanfaatkan peluang belajar dengan sebaik-baiknya insya Allah akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Seperti dalam hadis berikut ini:

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

“Semangatlah dalam hal yang bermanfaat untukmu, minta tolonglah pada Allah, dan jangan malas (patah semangat).” (HR. Muslim no. 2664).

Syaikh Sholeh Al ‘Ushoimi hafizhohullah dalam penjelasannya tentang kesimpulan hadis di atas, menyebutkan sedikitnya ada tiga cara agar kita bisa selalu bersemangat dalam belajar. Berikut ketiga caranya.

1.      Meniatkan Semangat Karena Allah SWT

Setiap orang harus selalu bersemangat untuk meraih dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Ketika seseorang telah mendapatkan ilmu atau hak yang bermanfaat tersebut, hendaklah juga ia terus selalu semangat untuk meraih hal bermanfaat lainnya. Dan selalu niatkan semangat tersebut karena Allah SWT.

2.      Memohon Pertolongan Allah SWT

Untuk meraih ilmu tersebut, dibutuhkan perjuangan panjang. Waktu dan kesabaran akan terkuras, menyita biaya dan tenaga. Maka memohon pertolongan kepada Allah SWT agar Allah beri kekuatan. Karena hanya Allah SWT yang mampu memberi kekuatan.

3.      Pantang Menyerah

Tidak pernah patah semangat dalam meraih tujuan. Karena jika kita bersemangat, tidak pantang menyerah maka berarti kita sudah menunjukkan kesungguhan dalam belajar. Dan orang yang bersungguh-sungguh dalam hal yang bermanfaat, tidak pernah dikecewakan oleh Allah SWT. Berikut dalil yang menjelaskannya:

Itulah tiga kesimpulan dari Syaikh Soleh Al ‘Ushoimi hafizhohullah tentang hadis tersebut. Ketiganya bisa jadikan pegangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dimulai dari niat tulus karena Allah SWT, memohon pertolongan hanya kepada Allah SWT dan tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT.

Sobat Cahaya Islam, dalam program pra kerja gelombang 35 ini, kita menemukan banyak sekali hikmah yang bisa kita jadikan pelajaran. Tentang semangat belajar dan semangat ikhtiar untuk kehidupan. Semoga kita tidak putus bersyukur dalam menjalani kehidupan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY