Bang Sapri Sakit? Inilah Hikmah di Balik Sakitnya Seorang Muslim

0
102
Sapri

Sapri – Siapa yang tidak kenal bang Sapri? Salah satu komedian favorit yang dicintai para penonton. Ternyata, di balik leluconnya, beliau menyembunyikan rasa sakit yang diderita. Kondisi terkininya yakni, beliau sedang dirawat di ruang ICU.

Sobat Cahaya Islam, sakit yang dialami bang Sapri bisa juga dirasakan oleh umat muslim lainnya. Namun, siapa sangka ternyata di balik rasa sakit yang diderita Allah SWT sampaikan pesan cintaNya. Pun, sakit adalah bentuk komunikasi yang lebih dekat antara Pencipta dan umatNya.

Bang Sapri Sakit? Ini adalah Pesan Cinta dari Allah SWT

Sakit adalah kondisi dimana fisik dan mental seseorang sedang dalam keadaan tidak sehat. Tentu, hal ini bukan sesuatu yang wajar. Sebagian besar orang enggan merasakan sakit. Bahkan hampir tak pernah terlintas di pikiran umat bahwa akan merasakan sakit.

Namun kehidupan manusia di bumi, bukanlah sebuah kehidupan yang abadi. Ada masa seorang hamba merasakan sakit, walaupun sakit karena digigit nyamuk sekalipun. Hal tersebut menjadi penanda bahwa manusia hanyalah makhluk lemah yang tak bisa menghalau sakit. Dengan kelemahan itulah, seharusnya umat menyadari bahwa mereka harus kembali menengadahkan tangan dan bertaubat kepada sang Pencipta.

Sakit sendiri juga merupakan wasilah untuk menggugurkan dosa. Namun, tak sembarang umat bisa digugurkan dosanya lantaran sakit. Terdapat beberapa kriteria khusus yang akan dipilih secara istimewa oleh Allah SWT. Beberapa kriteria diantaranya adalah :

1. Bersabar atas Sakitnya

Sapri

Umat yang bersabar akan rasa sakit yang dialami, tentu akan mendapatkan kesempatan untuk digugurkan dosanya oleh Allah SWT. Hal ini tentu saja merupakan jalur istimewa bagi si penderita. Bersabar dimaknai dengan menerima secara ikhlas kejadian yang menimpa diri karena hal tersebut adalah takdir Allah SWT tanpa meratapinya.

Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yakni :

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ ؛ وَلَا نَصَبٍ ؛ وَلَا هَمٍّ ؛ وَلَا حَزَنٍ ؛ وَلَا غَمٍّ ؛ وَلَا أَذًى – حَتَّى الشَّوْكَةُ يَشَاكُهَا – إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih (karena sesuatu yang hilang),  kesusahan hati, atau sesuatu yang menyakiti[8] sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari no. 5641 dan Muslim no. 2573.)

2. Pasrah Kepada Allah SWT

Selain bersabar, umat yang mendapat kriteria khusus untuk digugurkan dosanya yakni umat yang memasrahkan dirinya kepada Allah SWT. Pasrah bukan berarti tidak melakukan apapun, namun juga melakukan ikhtiar sebanyak mungkin. Dimulai dari dirinya sendiri dan keluarga yang merawat.

Kedua kriteria diatas tidak menjadi patokan agar umat dapat digugurkan dosanya. Hanya saja bisa dijadikan pedoman agar umat mampu meraih kemuliaan di tengah memperjuangkan rasa sakit. Tentu saja terkadang seseorang yamg sakit secara refleks akan lupa, maka dari itu diperlukan dukungan dari keluarga serta kerabat dekat.

3. Tidak Menggugat Allah SWT

Sapri

Terkadang rasa sakit yang melanda, dapat menjadikan umat alpa dan malah menggugat kuasa Allah SWT. Umat merasa tidak terima akan kenyataan hidup serta kebahagiaan yang terusik. Maka dari itu, sudah selayaknya keluarga dan kerabat ikut mendukung umat yang sedang melawan sakit untuk tetap berserah diri kepada Allah SWT.

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah beberapa ulasan mengenai keterkaitan kondisi bang Sapri serta bagaimana sikap umat muslim ketika menyikapi rasa sakit yang diderita. Semoga seluruh umat muslimin yang sedang diuji Allah SWT dapat mengambil hikmah serta diberikan pahala terbaik apabila mampu bersabar untuk melewatinya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY