Sesar Baribis – Sesar Baribis merupakan sesar terpanjang yang ada di pulau Jawa. Dalam Ilmu Geologi, Sesar-sesar besar di kerak bumi merupakan akibat pengaruh lempeng tektonik dengan batas stratum terbesar antar lempeng, seperti zona subduksi dan sesar terdeformasi.
Energi yang dilepaskan tersebut menyebabkan pergerakan patahan energi yang cepat, yang merupakan penyebab utama terjadinya gempa bumi. Baru-baru ini BMKG merilis potensi bencana yang akan terjadi. Kawasan yang diprediksi ter dampak oleh BMKG adalah sekitar Jakarta dan Jawa Barat.
Bagaimana Sikap Muslim Menanggapi Isu Bencana Sesar Baribis
Sobat Cahaya Islam, sebagai seorang Muslim, saat menghadapi setiap peristiwa dalam kehidupan di dunia ini kita wajib melibatkan Allah SWT. Termasuk dalam hal menanggapi isu potensi bencana yang akan menimpa kita. Sebagai wujud keimanan sebagai umat Islam, ada baiknya kita menanggapi isu tersebut dengan melakukan amalan sebagai berikut:
1. Mintalah Pertolongan Hanya Kepada Allah


Imam Syafi’i dan banyak imam besar lainnya menganjurkan bahwa ketika menghadapi bencana alam, umat Islam harus berdoa kepada Allah SWT untuk meminta pertolongan dan lebih banyak pengampunan. Misalnya, jika terjadi bencana alam seperti gempa bumi atau tanah longsor, umat Islam dapat berdoa sebagai berikut:
اللَّهُـمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي
Aku berlindung kepada-Mu dengan kebesaran-Mu agar aku tidak diserang/ditelan dari arah bawah (bumi) (HR. Nasa’i no. 5529).
2. Bersabarlah, Katakan Bahwa Kita Milik Allah SWT
Jika seorang muslim tertimpa musibah, ia harus bersabar dan menyadari bahwa dia dan seisi alam ini adalah milik Allah SWT. Dengan begitu seorang hamba tidak akan risau berlebihan terhadap keselamatan diri, keluarga dan hartanya. Sebagaimana Allah SWT berfirman:
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ – ١٥٦
Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali) (QS. Al-Baqarah [2]: 156).
3. Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT
Bagi umat Islam, bencana alam merupakan salah satu momen terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Termasuk saat mendengar potensi bencana Sesar Baribis. Karena umat Islam mengetahui bahwa tidak ada tempat berlindung atau pertolongan selain Allah SWT.
Para ulama juga sering mengingatkan kita bahwa musibah yang mendekatkan kita kepada Allah Swt, jauh lebih unggul daripada kesenangan yang membuat kita melupakan Allah. Kita sebagai umat Islam wajib meyakini itu.
4. Berbaik Sangka Kepada Allah SWT
Musibah dan bencana pasti akan menimbulkan kesengsaraan, dan itu tidak menyenangkan. Tetapi sebagai hamba, kita wajib berbaik sangka kepada Allah SWT. Kita harus percaya bahwa apa pun yang telah Allah SWT tetapkan adalah baik. Karena Allah SWT mengetahuimapa yang tidak kita ketahui.
Jika Bencana Alam Benar-Benar Terjadi


Bencana alam tentu sulit untuk dihadapi oleh seorang manusia. Jika potensi bencana Sesar Baribis benar-benar terjadi, Islam telah mengajarkan kita bagaimana bersikap sebagai muslim yang baik dalam menghadapi musibah bencana alam. Ada beberapa hal yang harus kita tanamkan dalam diri antara lain adalah:
1. Kami percaya bahwa semua penderitaan yang kami terima adalah bentuk pengampunan atas dosa-dosa yang telah kami lakukan di masa lalu.
2. Keyakinan bahwa rasa sakit yang kita alami sekarang suatu saat akan dibalas oleh Alah SWT dengan kebahagiaan yang berlipat ganda.
3. Kehendak Allah SWT dalam penderitaan hamba adalah keyakinan bahwa Allah SWT mengetahui seorang hamba dapat mengatasi cobaan.
4. Percaya bahwa penderitaan yang Allah berikan adalah ujian yang membuat kita lebih baik dari sebelumnya.
Sobat Cahaya Islam, BMKG memprediksi potensi bencana Sesar Baribis berdasarkan keilmuan, hal itu dibenarkan dalam Islam. Tapi khawatir berlebihan terhadap prediksi tersebut jelas tidak dibenarkan. Semoga kita semua bisa bersikap sesuai dengan perintah Allah SWT.































