Verawaty Fajrin Meninggal – Berita seorang senior yakni Verawaty Fajrin meninggal, menjadi duka mendalam bagi kehidupan olahraga Indonesia.
Pasalnya, di masa hidup Ia adalah seorang yang kompeten dan sangat piawai dalam berolahraga. Para pecinta ragam olahraga jenis bulutangkis mungkin sudah tak asing dengan beliau.
Sobat Cahaya Islam, berita Verawaty Fajrin meninggal selain meninggalkan luka yang mendalam sekaligus menjadi pengingat bahwasannya umat harus segera siapkan generasi pengganti.
Sebab, menyiapkan calon pendobrak kejayaan khususnya di bidang olahraga bukanlah hal yang mudah bagi Indonesia.
Bagaimana Umat Islam Merespon Berita Verawaty Fajrin Meninggal?
Sobat Cahaya Islam, setiap aktivitas yang umat lakukan pastilah akan dimintai pertanggungjawaban. Termasuk halnya ketika mendengar kabar sang legendaris Verawaty Fajrin meninggal.
Jika berita kematian tersebut datang dari umat muslimin maka ucapan pertama kali yang terlintas yakni ‘Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un’.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 156 yakni :
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
Artinya : (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
Selain itu, dalam berbagai hadits mahsyur dijelaskan bahwa antar sesama muslim juga sangat dianjurkan untuk takziah dan mendo’akan umat yang sudah meninggal tersebut.


Hanya saja, dalam kondisi di masa Pandemi sekarang tentu saja akses takziah tak selamanya mudah. Tentu ada pengawalan ketat dari pihak keluarga yang meninggal.
Dengan demikian, umat harus juga mematuhi protokol kesehatan bila tetap ingin menjalankan sunnah muakad tersebut.
Selain itu, antar sesama umat bahkan kepada non – muslim sekalipun mereka tetap boleh untuk menunaikan hak bagi orang yang meninggal tersebut yakni mendapat bantuan.
Sudah menjadi rahasia umum bukan? Bahwa beberapa wilayah di Indonesia masih melazimi adanya aktivitas tujuh harian bahkan sampai 1000 hari wafatnya seseorang yang meninggal.
Tentu aktivitas tersebut juga akan mempengaruhi ekonomi keluarga. Sehingga Rasulullah SAW juga memerintahkan umatnya untuk saling memberikan bantuan baik dalam tenaga, waktu maupun harta.
Kematian Legendaris adalah Pertanda Siapkan Generasi Penerus
Sobat Cahaya Islam, kematian sang legendaris tentunya harus menjadi pengingat kuat untuk segera mempersiapkan kader penerus. Jika tidak, maka legendaris hanyalah sejarah yang melekat pada ingatan semata.


Tantangan menyiapkan mereka tentu saja tak mudah. Akan ada beberapa rintangan yang menghambat.
Salah satu tantangan terbesarnya yakni karakter generasi instan jaman sekarang. Menurut Simon Sinek, generasi Z dan Baby Boomers rentan menjadi para pemuda yang sukanya cepat dan mudah. Sebagian besarnya anti dengan perjuangan.
Tips Menguatkan Perjuangan Para Generasi
Sobat Cahaya Islam, salah satu hal yang dapat umat lakukan yakni menanamkan niat sedini mungkin melalui cerita motivasi atau kisah inspiratif.
Jangan lupa pahamkan kepada para calon kader bahwa aktivitas perjuangan yang mereka jalani yakni untuk mengharumkan negeri tercinta. Terutama untuk menunjukkan kebanggaan mereka sebagai kaum muslimin.
Selain itu, upaya lain yang harus umat tekuni yakni melatih secara kontinyu karena practice makes perfect.
Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai kabar Verawaty Fajrin meninggal dan tips sederhana bagi umat untuk meyiapkan kader penerus sang legendaris. Semoga artikel ini dapat menjadi ulasan yang bermanfaat bagi umat.






























