WhatsApp dan 5 Adab Penggunaannya, Sobat Islam Wajib Tahu

0
28

WhatsApp – Aplikasi yang sekarang banyak digandrungi, hampir semua orang yang memiliki ponsel Android memasang aplikasi ini. Mengingat manfaat dan efektivitas waktu menggunakan aplikasi ini, sehingga dapat digunakan untuk memudahkan pekerjaan orang banyak.

Selain itu WhatsApp bisa mendukung kegiatan belajar mengajar seperti ketika masa pandemi, dengan adanya pelarangan belajar secara tatap muka. Hal ini ditinjau dengan adanya grup yang mudah dibuat semacam wadah kelas sementara.

Berbagi file baik video, pesan, pesan suara, atau file materi dengan berbagai jenis bentuk dapat dilakukan. Apalagi, biaya kuotanya untuk mengoperasikan terjangkau, dibandingkan dengan aplikasi fitur lain yang bisa menghanguskan kuota sekejap saja.

Aplikasi yang sedemikian apik, perlu juga diimbangi dengan pemakaian yang baik. Sobat Cahaya Islam, meskipun media aman dari tatap muka, namun perlu dijalankan berdasarkan etika maupun adab yang baik.

5 Adab sebagai Pengguna Media Sosial seperti WhatsApp

Adab bukan hanya tingkah laku, adab juga bisa dilihat melalui kata-kata, bunyi-bunyian, ataupun visualisasi. Memanfaatkan media sosial perlu memperhatikan adabnya, di bawah ini adab bersosial media yang dapat diterapkan langsung.

  1. Mengirim Pesan yang Positif

Kelihaian berkata-kata lewat jari yang lentik dan terbiasa, bisa disamakan dengan mulut. Jari ibarat pengganti mulut yang berslogan “Jarimu Harimaumu” ketika menggunakan media sosial. Tergelincir sedikit bisa tambah rumit. Awas kena hukuman UU ITE.

Indonesia, negara hukum yang mengatur tentang cara berkomunikasi lewat online, undang- undang-undangnya pun telah ada. Lembaga yang sering mengurus kasus-kasus berkedok online yakni Kepolisian Daerah yang hanya tersedia satu tempat di setiap daerah provinsi.

Mengirim pesan yang baik, tidak membuat orang yang membacanya tersinggung sehingga berakibat marah. Objek yang dikirim tidak mengandung hal yang tidak diperbolehkan seperti, film porno.

  1. Sabar Menunggu Balasan

Kesibukan orang satu dengan lainnya berbeda. Tidak jarang balasan yang ditunggu-tunggu tidak juga datang, sabar. Bisa jadi lagi sibuk, bisa jadi baterai ponselnya kosong, bisa jadi lagi tidak punya pulsa atau kuota.

Huznuson dan bersabar dalam menunggu balasan. Jangan berpikir yang tidak-tidak alias berprasangka buruk. Sebab berprasangka buruk diibaratkan memakan bangkai saudaranya yang telah mati yang mana tertuang dalam surah Al-Hujurat ayat 12.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Wahai orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat : 12)

  1. Membuat Status yang Baik

Membuat status itu bebas (kreativitas sendiri), perlu diingatkan status yang baik yakni yang memberikan manfaat bagi yang melihatnya. Bukan malah membuat perdebatan yang serius ke arah keburukan karena adanya kontroversi.

  1. Berkomentar yang Membangun

Komentar itu mudah, tapi perlu berkomentar yang baik dan membangun. Tidak menjelek-jelekkan, merendahkan apalagi menjadikan ladang memojokkan sebelah pihak di grup bersama.

  1. Memperhatikan Waktu yang Tepat

Bukan hanya bertamu yang harus tahu waktu. Berkomunikasi lewat media sosial juga perlu tahu waktu, seperti tidak mengirim pesan atau memanggil ketika tengah malam, apabila tidak karena terpaksa. Sebab ditakutkan dapat mengganggu  waktu istirahat.

Berkomunikasi lewat WhatsApp jalan terus, lima adab-adab di atas pun ikut jalan. Bukan stagnan melakukan kebiasaan yang buruk dengan menganggapnya lumrah, ayo ubah agar berkomunikasi lewat media sosial semakin berfaedah.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!