Wali Kota Tasikmalaya Resmi Ditahan KPK Terkait Suap DAK, Ini Hukumnya Menurut Islam

0
39

Wali Kota Tasikmalaya – Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman resmi diringkus KPK pada Jumat (23/10/2020) kemarin. Budi ditahan terkait kasus suap Dana Alokasi Khusus DAK Pemerintah Kota Tasikmalaya tahun anggaran 2018.

Diketahui status tersangka ditetapkan kepada Budi sejak 26 April 2019 lalu. Dengan memeriksa 33 orang saksi dan dua orang ahli. Wakil Ketua KPK, Nurul Ghurfon menuturkan KPK akan melakukan penahanan tersangka Budi Budiman selama 20 hari terhitung pada 23 Oktober hingga 11 November 2020 di Rutan KPK.

Dalam penangkapan ini KPK juga menyita uang sebanyak Rp 400 juta dan menetapkan enam orang tersangka.

Sobat Cahaya Islam, kasus suap dalam Islam disebut juga sebagai risywah, yang artinya menyogok seseorang dengan uang agar mendapatkan kemudahan dalam sebuah urusan. Sikap ini adalah dosa yang sangat besar, sebagaimana tercantum dalam hadist berikut.

Wali Kota Tasikmalaya Ditangkap KPK Terkait Suap Dana DAK, Ini Hukumnya Dalam Islam

قَال الْفَيُّومِيُّ : الرِّشْوَةُ – بِالْكَسْرِ – : مَا يُعْطِيهِ الشَّخْصُ لِلْحَاكِمِ أَوْ غَيْرِهِ لِيَحْكُمَ لَهُ ، أَوْ يَحْمِلَهُ عَلَى مَا يُرِيدُ

Al-Fayyumi rahimahullah berkata, “Risywah (suap) adalah sesuatu yang diberikan oleh seseorang kepada hakim atau lainnya, agar hakim itu memenangkannya, atau agar hakim itu mengarahkan hukum sesuai dengan yang diinginkan pemberi risywah”. [Misbâhul Munir dinukil dari al-Mausû’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah, 22/219].

Kasus suap dalam hadist Al-Mausû’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah nomor 22/222 bahwa orang yang memeberi suap tidak berdosa namun orang yang menerimanya akan berdosa karena mengambil bukan dari milik dan haknya.

 

وَلَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ وَتُدْلُوا۟ بِهَآ إِلَى ٱلْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا۟ فَرِيقًا مِّنْ أَمْوَٰلِ ٱلنَّاسِ بِٱلْإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. (Al Baqarah-188)

Al-Qur’an diturunkan Allah sebagai cahaya dan petunjuk, juga sebagai obat bagi hati manusia. “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra’: 82).

5 Cara Meningkatkan Keimanan Agar Terhindar Dari Perbuatan Dosa

1. Perbanyak Membaca Quran dan Maknanya

Al Quran merupakan pedoman hidup yang mengkaji seluruh aspek kehidupan manusia. AyatAl Quran juga mampu mennyentuh hati seseorang yang sedang mencari kebaikan Allah.

Selain itu Al Quran juga bisa membuat orang menangis karena perbuatan dosa, bisa juga membuat hati menjadi tenang karena obat bagi kehidupan manusia.

2. Memahami Asmaul Husna

Bisa seseorang mempelajari dan mahami sifat Allah yang maha mendengar, maha melihat dan maha mengetahui, maka ia akan membatasi perbuatannya untuk berbuat dosa.

Sedangkan jika seseorang mamahami sifat Allah yang maha agung atau pun maha perkasa, maka ia akan ingat kematian, hari kiamat dan akhirat.

3. Memahami Sirah Nabawiyah

Bila seseorang mempelajari dan memahami keagungan dan perjuangan Rasulullah SAW, maka ia akan menumbuhkan cinta terhadapNya kemudian mencontoh amalannya.

Selain itu mengikuti peraturan-peraturan Allah dan pesan-pesan Rasulullah SAW selaku utusan Allah.

4. Memahami Nilai-Nilai Agama

Merenungi syariat-syariat dan hukum Islam, mematuhi perintah dan menjauhi larangannya. Seperti diketahui Islam memiliki aturan yang begitu rinci.  Tidak hanya dalam hal-hal besar, dalam hal kecil pun diperhatikan, seperti adab makan dan ke toilet.

5. Mempelajari kehidupan Rasullullah dan Sahabatnya

Pada zaman rasulullah dan sahabat dikatakan sebagai generasi terbaik dalam Islam. Bahkan diibaratkan sebesar Gunung Uhud, sedangkan manusia saat ini diibaratkan sebagai sebutir debu.

Demikianlah 5 cara meningkatkan keimanan agar terhindar dari perbuatan dosa, termasuk menjauhi perbuatan suap menyuap sebagaimana kasus yang menimpa Wali Kota Tasikmalaya. Semoga keimanan bertambah dengan memahami sifat-sifat Allah dan mencontoh Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY