Trailer The Nun 2 Rilis, Ini Pandangan Islam Tentang Hantu

0
659
Trailer-The-Nun-2

Trailer The Nun 2 – Rilisnya trailer film The Nun 2 menyita banyak perhatian publik. Banyak orang yang penasaran dengan film horror ini. Memang, film horror termasuk salah satu jenis film dengan peminat terbanyak. Apapun jenis hantunya, masyarakat selalu antusias menonton film horror hingga selesai. Meski begitu, tak jarang orang yang takut menonton film horror. Apakah sobat Cahaya Islam termasuk pecinta film horror? Lalu, bagaimana pandangan Islam tentang sosok hantu yang sering kita lihat di film-film?

Trailer The Nun 2 Rilis, Apakah Hantu Benar-benar Ada?

Sebenarnya, Islam tidak mengenal istilah hantu. Namun, ada istilah yang mendekati dengan pengertian hantu yaitu jin. Jin sendiri termasuk makhluk ghaib di mana kita wajib mengimani segala perkara yang ghaib. Jadi, percaya akan adanya makhluk ghaib, termasuk jin, adalah wajib bagi setiap ummat Islam.

Bahkan, percaya pada hal ghaib termasuk salah satu rukun iman. Lebih lanjut, jin hadir dalam 2 jenis. Selain jin muslim, ada juga jin kafir yang bisa kita sebut dengan istilah iblis. Bagaimana dengan setan? Setan adalah jin dan atau manusia yang memiliki sifat menyesatkan agar tidak beriman.

Apakah Hantu Sama dengan Jin?

Dalam film-film horror, hantu adalah roh gentayangan dari orang yang telah meninggal. Padahal dalam Islam, orang yang telah meninggal berada di alam barzah. Artinya, alam mereka sudah berbeda dengan alam manusia yang masih hidup. Jadi, tidak ada istilah roh gentayangan dalam ajaran Islam.

Kalaupun ada sosok hantu yang menyerupai seseorang, itu bukanlah roh gentayangan melainkan jin yang menjelma. Pasalnya, jin bisa menjelma menjadi berbagai bentuk seperti anjing, ular, manusia, hingga bentuk lain yang menyeramkan. Ada sebuah hadits yang berbunyi sebagai berikut:


عن جابر رضي الله عنه قال :أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَتْلِ الْكِلَابِ، حَتَّى إِنَّ الْمَرْأَةَ تَقْدَمُ مِنَ الْبَادِيَةِ بِكَلْبِهَا فَنَقْتُلُهُ، ثُمَّ نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِهَا، وَقَالَ: (عَلَيْكُمْ بِالْأَسْوَدِ الْبَهِيمِ ذِي النُّقْطَتَيْنِ، فَإِنَّهُ شَيْطَانٌ)

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu dia berkata, ”Rasulullah ﷺ memerintah kami supaya membunuh semua anjing, hingga anjing milik seorang wanita badui yang datang dari pedalaman, kami bunuh juga. Kemudian Nabi ﷺ melarang membunuh anjing seperti itu, namun beliau bersabda, ”Bunuhlah anjing yang berwarna hitam polos dengan dua titik putih di atas kedua matanya, karena itu setan.” (1)

Jadi, anggapan masyarakat tentang hantu yang merupakan roh gentayangan dari orang yang telah meninggal tidak sesuai dengan pandangan Islam. Hadits di atas menegaskan bahwa jin bisa berubah wujud, salah satunya berbentuk anjing hitam polos yang mempunyai 2 titik putih di atas kedua mata.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Melihat Jin?

Karena berada di alam yang berbeda, manusia tidak dapat melihat jin. Namun, kita bisa melihat jin yang telah menjelma ke dalam bentuk lain. Sobat Cahaya Islam tak perlu takut jika bertemu jelmaan jin. Dalam sebuah hadits Riwayat Ahmad 3/419, disebutkan bahwa Jibril mengajari Rasulullah doa saat bertemu jin yaitu:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِى لاَ يُجَاوزُهُنَّ بَرٌّ وَلاَ فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَذَرَأَ وَبَرَأَ وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِى الأَرْضِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلاَّ طَارِقاً يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ

Jin menampakkan diri dalam wujud yang tidak asli ke manusia tidak selalu untuk berbuat jahat. Bisa saja mereka hanya berbuat iseng pada manusia, seperti yang pernah terjadi pada Abu Hurairah. Mudah-mudahan sobat Cahaya Islam selalu dalam lindungan Allah dan jauh dari gangguan jin.


Referensi:

(1) Shahih Muslim No. 1572

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY