The King’s Affection, Trend Peran Wanita Jadi Pria

0
883
The King’s Affection

The King’s  Affection – Beberapa hari yang lalu, serial the King’s Affection cukup booming dan mengambil hati sebagian remaja Indonesia maupun level dunia. Memang, segala drama, musik maupun programd ari negeri ginseng selalu memiliki karakter tersendiri sebagai daya tarik dunia.

Sobat Cahaya Islam, terpikatnya hati sebagian pecinta drama dengan The King’s Affection

Apa itu The King’s Affection?

Serial The King’s Affection menceritakan tentang kisah seorang saudara perempuan yang akhirnya berperan sebagai laki – laki karena saudara kembarnya tersebut terbunuh.

Dalam perannya tersebut, Ia sang perempuan harus benar – benar memahami posisi sang kakak agar aktingnya tidak diketahui pihak keluarga maupun istana.

Tentu saja, salah satu hal yang menarik dari drama klasikal tersebut yakni kisah pertemuannya dengan sang pujaan hati.

Scene ini juga berhasil memikat ribuan pecinta korean drama dan dibuat baper olehnya. Berbagai trailer filmnya pun sudah menganotngi ribuan bahkan ratusan followers.

Saking bapernya sebagian netizen, beberapa dari mereka pun ada yang ikut memperagakan peran laki – laki tulen walaupun mereka adalah seorang muslimah.

Bagaimana Hukum Islam Terkait Peran Menyamar Sebagai Lawan Jenis?

Sobat Cahaya Islam, trend film yang melibatkan perempuan menjadi pria sekarang mulai marak digemari.

Tak hanya datang dari negeri ginseng, nyatanya industri perfilman negeri sendiri pun juga sudah mengadopsi ide tersebut.

Karena negeri Indonesia 80% rakyatnya adalah kaum muslimin maka beberapa wanita yang memerankan laki – laki pun juga banyak dari muslimah.

Tentu hal ini bertentangan dengan kewajiban muslimah yang menutup aurat selain telapak tangan dan muka. Sebab, aurat laki – laki sangat berbeda dengan kaum wanita.

Selain itu, mau tak mau wanita yang memerankan sebagai pria tersebut  juga harus berkumpul dengan pria lainnya. Tentu, hal ini juga menyebabkan sang muslimah tersebut mendapat kategori dosa ikhtilat. Naudzubillah.

Sebagian besar ulama’ juga tidak membolehkan umat menjadi seseorang yang bukan gender aslinya. Sebab hal itu sama saja dengan mengingkari ciptaan Allah SWT.

Tips Berperan yang Syar’i

Sobat Cahaya Islam, berperan tidak sesuai dengan fitrah gendernya tentu saja akan mengundang murka Allah SWT.

Hal ini sesuai dengan firman AllaH SWT yakni :

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

Artinya : Barangsiapa mengerjakan amal-amal shaleh, baik laki-laki maupun wanita, sedang dia orang yang beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. [An-Nisa’/4: 124]

Maka dari itu ada beberapa tips yang dapat umat lakukan.

1.    Memilih Peran yang Tak Bertentangan

Sebagai seorang, semua aktivitas umat haruslah berdasarkan landasan yang syar’i. Misalnya saja, ketika seseorang memilih berperan dalam sebuah teater, maka harus memilih yang tidak sampai membuka aurat.

2.    Tidak Berbohong

Salah satu hal yang harus umat hindari juga dalam dunia peran, jangan sampai umat mengumbar ide atau konsep kebohongan yang malah berujung ke fitnah Islam.

The King’s Affection

Hari ini, di dunia industri film sangat jarang jika para pemeran tidak mengucapkan kebohongan. Maka dari itu, sebisa mungkin umat haruslah berhati – hati dalam memilih pekerjaan.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai The King’s Affection dan sudut pandang Islam terkait tips berperan yang syar’i.

Semoga ke depan umat dapat lebih bijaksana dalam memilih dan memilah tayangan agar informasi yang masuk dalam diri bisa menjadi keberkahan. Aamiin Yarobbal ‘Alamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY