Riyanto Banser Pahlawan Kemanusiaan, Pentingnya Rela Berkorban demi Kemaslahatan

0
96

Riyanto Banser – Salah satu orang yang menjadi panutan dari organisasi Nahdhatul Ulama ini, merelakan nyawanya demi keselamatan jemaat di Gereja Eben Haezer, Mojokerto pada tahun 2000 yang pada saat itu digunakan untuk perayaan Natal.

Mengetahui ada tas yang di dalamnya terdapat rakitan bom, segera Riyanto Banser membawanya menjauh dari jemaat dengan memeluknya untuk dibuang di selokan. Akan tetapi, belum sampai ke selokan bom telah meledak membuatnya terpental hingga 30 meter, dan berakhir wafat.

Berjuang sampai mengorbankan diri untuk kepentingan umat banyak tanpa memandang status agama yang dianut, sudah sepatutnya dijuluki sebagai Pahlawan Kemanusiaan. Pahlawan yang perlu dikenang, diziarahi, didoakan, serta diteladani kiprahnya.

Sobat Cahaya Islam, Islam agama yang menjunjung tinggi harkat martabat manusia dengan menganjurkan untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan. Allah SWT sendiri memerintahkan umat Islam untuk senantiasa berbuat adil selama tidak memerangi umat Islam.

Hal ini termaktub sebagaimana dalam Al-Qur’an surah Al-Mumtahanah ayat sembilan yang berbunyi sebagai berikut.

إِنَّمَا يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ قَٰتَلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَأَخْرَجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمْ وَظَٰهَرُوا۟ عَلَىٰٓ إِخْرَاجِكُمْ أَن تَوَلَّوْهُمْ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُمْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

Arti: Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Ayat di atas menunjukkan Allah SWT memberikan keleluasaan kepada umat manusia untuk saling bermuamalah (hubungan sesama manusia) dengan tidak mencampuri urusan agama yang dianut.

Berkaca dari kisah seorang anggota Banser yang rela berkorban demi kemaslahatan orang banyak, sebagai umat Islam kita perlu mengetahui seberapa pentingnya rasa rela berkorban sebaiknya hadir di jiwa kita, tentunya dengan disisipi beberapa kisah yang akurat.

Riyanto Banser Menjadi Teladan, Pentingnya Rela Berkorban untuk Kemaslahatan

Ada banyak tokoh di dunia yang bisa menjadi teladan atau panutan untuk kita ikuti jejak langkahnya, dari mulai tokoh yang rela berkorban dan beberapa tokoh dengan sifat istimewa lainnya.

Mengenai pentingnya rela berkorban bisa kita telusuri bersama dari beberapa kisah yang menguatkan untuk ditiru bagi setiap muslim.

  • Saling Menjaga Semua Umat

Manusia, homo sosialis yang tidak satu pun yang tidak bisa terlepas begitu saja dari uluran tangan orang lain, dari mulai lahir hingga pada akhirnya kematian menjemputnya.

NU, yang dikomandoi oleh Gus Dur sewaktu beliau masih hidup, beliau memerintahkan Banser turut serta menjaga keamanan gereja manakala sedang terjadi ritual ibadah atau perayaan Natal.

Di sisi lain, umat kristiani di New Zealand juga melakukan aksi yang sama, yakni menjaga masjid ketika umat Islam sholat, yang dilakukan pasca terjadinya aksi brutal yang meminta umat muslim di Masjid Al-Noor, Selandia Baru.

  • Anjuran untuk Membahagiakan Sesama

Membuat orang bahagia itu pahala, bukan? Sering-seringlah membuat orang bahagia, karena kebahagiaan mereka bisa menjadi lantaran mudahnya doa kita dikabulkan. Rela berkorban untuk berbagi kebahagiaan, mengusap kesedihan penting dilakukan.

Seperti yang dicontohkan oleh Habib Hasan Mulachela yang berbagi sembako untuk umat kristiani di Solo pada peringatan Natal. Beliau melakukan itu mengingat ketika lebaran tiba, sering mendapat bingkisan pula dari orang non-muslim.

Dua pentingnya bersikap rela berkorban tanpa memilah-milah status seseorang baik dari segi ras, etnik, kelas sosial, terkhusus dalam hal agama, semoga bisa membuka pikiran kita. Semoga pula Riyanto Banser mendapatkan nikmat di alam kubur dan akhirat kelak. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY