Bandung Banjir, Ketahui Cara Mencegahnya dengan Sudut Pandang Islam

0
123

Bandung Banjir –  Terjadi pada Kamis, 24 Desember 2020 setelah diguyur hujan deras dengan volume yang cukup besar sampai menyeret sepeda motor, dan mobil. Kejadian semacam ini bukanlah kejadian pertama di ibukota Jawa Barat.

Pasalnya ada beberapa faktor yang menyebabkan Bandung banjir, antara lain mengingat wilayahnya yang berada di cekungan, alhasil bisa jadi sebenarnya di wilayah ini tidak banjir, melainkan kena kiriman. Selain itu, kurangnya daerah resapan karena padatnya pemukiman penduduk.

Bencana alam yang terjadi di dunia, termasuk banjir memiliki beberapa makna, di antaranya sebagai bentuk ujian, peringatan kepada manusia. Hal ini ditinjau dari sebagian besar bencana yang terjadi disebabkan oleh ulah manusia.

Terkait bencana atau kerusakan terjadi  karena ulah manusia telah tercantum dalam Al-Qur’an surah Ar-Rum ayat 41 sebagai berikut.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). [ar-Rûm/30:41]

Sobat Cahaya Islam, berdasarkan ayat di atas, Allah SWT memberikan peringatan kepada manusia agar bisa kembali ke jalan yang benar.

Oleh karena itu, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya bencana alam di beberapa wilayah di Indonesia. Mari kita bahas bersama upaya pencegahan yang ditelaah dengan sudut pandang Islam tentunya.

Cara Mencegah Terjadinya Bencana Alam seperti Banjir Bandung dengan Sudut Pandang Islam

Mencegah lebih baik daripada mengobati, mencegah lebih mudah daripada mengobati, pepatah yang sudah hafal di telinga kita dalam kehidupan sehari-hari. Lantas, apakah sudah diterapkan langkah-langkah pencegahannya?

Ini beberapa cara atau langkah mencegah terjadinya bencana alam dengan sudut pandang Islam yang bisa kita terapkan.

  • Membuang Sampah pada Tempatnya

Kebersihan adalah sebagian dari iman, menempatkan sampah pada tempatnya adalah jawabannya. Memang sederhana kelihatannya, tetapi jika tidak diterapkan akan mengganggu keindahan lingkungan.

Bukan hanya itu, membuang sampah sembarang bisa menghambat laju air yang mengalir, di mana selokan tersumbat karena tumpukan sampah. Sehingga, ketika hujan deras, air yang seharusnya bisa bermuara dengan lancar di selokan justru naik ke permukaan daratan.

  • Membuat Drainase

Jika manusia sadar, manakala air yang turun ke bumi punya hak atas bumi itu. Bukan malah semakin melebarkan kawasan pemukiman dengan beton-beton yang keras, dengan mengindahkan resapan yang memadai.

Bagaimana nasib air kemudian? Apakah manusia lupa jika pada hakikatnya manusia pun butuh air? Maka sudah seharusnya dibuat drainase dalam rangkaian pendirian suatu bangunan di suatu daerah.

Ingat padahal Allah SWT, yang memiliki segalanya memberikan apa-apa yang menjadi hak hamba-hamba-Nya. Manusia pun perlu memberikan hak air dapat mengalir.

  • Tebang Pilih dan Reboisasi

Cara selanjutnya, yakni melakukan tebang pilih, untuk kelestarian lingkungan. Tebang pilih di sini berarti tidak asal tebang sesuka hati dengan mengeksploitasi sumber daya alam demi meraup keuntungan yang sebesar-besarnya.

Ada tebang pilih, tidak lupa perlu juga reboisasi atau penanaman kembali. Ada sebagian yang ditebang, sebagian ditanam dengan tujuan hutan setidaknya jangan sampai gundul. Sebab dikhawatirkan hutan gundul bisa memicu bencana alam di kemudian hari.

Sobat Cahaya Islam, itu tiga cara mencegah bencana alam seperti banjir Bandung. Semoga Bandung ke depannya bisa ditata kembali, dan tidak terjadi banjir lagi. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY