Ready Player One Mengisahkan Kompetisi Untuk Menguasai Dunia, Bolehkah Menurut Islam?

0
986
Ready Player One

cahayaislam.id – Salah satu film unggulan yang akan tayang di Bioskop Trans TV malam ini, Ready Player One. Film dengan genre fiksi ilmiah ini merupakan adaptasi dari sebuah novel berjudul sama karya Ernest Cline.

Fokus film ini adalah pada tokoh utamanya yang bernama Wade Watts. Dia memilih untuk menghabiskan waktunya di sebuah dunia virtual, OASIS.

Di dunia tersebut, siapa saja bisa mengubah identitasnya dari dunia nyata hingga menjadi apapun.

Sinopsis dari film ini, yakni cerita kehidupan umat manusia yang terjadi di tahun 2045. Ketika itu, kondisi politik, ekonomi, serta sosial sedang sangat terpuruk. Alih-alih memperbaiki keterpurukan itu, mereka justru memilih lari untuk menjalani hidup ke dunia virtual.

Di OASIS muncul sebuah persoalan baru yakni ketika penciptanya meninggal dunia. Namun sebelum pergi, dia terlebih dahulu membuat telur paskah yang disembunyikan pada sebuah tempat rahasia.

Kemudian, dibuatlah sayembara bagi siapa saja yang bisa menemukan telur paskah tersebut. Maka akan mendapatkan uang serta menjadi penguasa OASIS yang memiliki wewenang untuk membuat kebijakan didalamnya.

Wade Watts, turut bersiap untuk melakukan misi pencarian telur paskah. Akan tetapi, misinya tersebut tidaklah mudah.

Sebab dia harus bersaing dengan sebuah perusahaan teknologi yang juga ingin mendapatkan telur tersebut.

Hanya saja perusahaan itu ingin menguasai dunia virtual tersebut demi kepentingan bisnisnya melalui kapitalisasi OASIS.

Ready Player One Mengisahkan Kompetisi Untuk Menguasai Dunia, Bolehkah Menurut Islam?

Nabi Muhammad SAW sudah memberi peringatan kepada para sahabat dan seluruh umatnya. Supaya senantiasa berhati-hati dalam melakukan kompetisi apabila tujuannya untuk memperebutkan urusan duniawi.

Memang, kompetisi adalah naluri setiap insan, juga mampu menjadi energi positif bagi siapapun yang ingin mencapai suatu keinginan.

Namun jika niat dan motivasinya salah, maka bisa jadi seseorang tergerak untuk melakukan hal negatif dalam menjalani suatu kompetisi tersebut.

Maka dari itu, ada tiga komponen yang harus diperhatikan saat ikut berkompetisi. Apa saja?

1.      Dalam Hal Kebaikan

Ready Player One

Yang pertama, perhatikan lebih dulu apa kompetisi tersebut mengarah pada hal kebaikan atau tidak. Terlebih harus sesuatu yang mulia dan juga berpahala, atau yang merupakan matlab syar’i (tuntutan syar’i)

سَابِقُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ

Artinya: Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Al-Hadid:21)

2.      Niat dan Motivasi yang Benar

Ready Player One

Selanjutnya, demi menghindari adanya prahara baik di dunia maupun di akhirat, maka setiap orang yang ikut kompetisi harus mengetahui niat dan motivasinya apakah sudah benar atau belum.

Niat yang salah pun akan mendapatkan keadilan serta eksekusi di hari Akhir. Sudah sepatutnya untuk melakukan yang terbaik, kita harus menjauhkan diri dari niat yang keliru dan motivasi yang kurang tepat.

3.      Sarana dan Cara yang Digunakan

Yang terakhir, dalam melakukan kompetisi hendaklah memilih sarana dan cara yang tidak melanggar aturan agama.

Misalnya, iri dengki, berperilaku dzalim, pembunuhan karakter orang lain, dusta, fitnah, hingga menggunakan dana yang haram.

Demikian di atas adalah ulasan mengenai sinopsis film Ready Player One yang mengisahkan kompetisi untuk menjadi penguasa dunia.

Serta penjelasan tentang komponen apa saja yang diperlukan dalam mengikuti sebuah kompetisi menurut ajaran Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY