Raditya Dika Dikaruniai Anak Lagi, Benarkah Banyak Anak Banyak Rezeki?

0
159

Raditya Dika – Kembali mendapati kabar bahagia sebagai seorang suami dari Anisa Azizah. Dia bahagia karena baru mendapatkan anak keduanya 3 November 2020 lalu dengan berjenis kelamin laki-laki.

Media heboh dengan ungkapan Raditya Dika yang menyatakan anaknya bernama “Aksara Asa Nasution” bisa sama persis dengan saran followersnya yang menyarankan nama di bulan Mei 2020. Ia sendiri mengatakan nama itu tidak terinspirasi dari followersnya melainkan cari sendiri dengan istrinya.

Anak, dambaan yang diidam-idamkan bagi keluarga yang berumah tangga. Bahkan anak bisa dikatakan sebagai rezeki sehingga menimbulkan banyak persepsi di masyarakat pada umumnya bahwa banyak anak banyak rezeki.

Sebagai contoh, di Indonesia sendiri salah satu keluarga terkenal yakni gen halilintar yang memiliki lebih dari sepuluh anak. Di mana keluarga mereka dikaruniai rezeki yang banyak pula sehingga persepsi itu bisa dibenarkan dalam keluarga mereka.

Sobat Cahaya Islam, lantas benarkah banyak anak banyak rezeki? Bukan banyak hal yang perlu dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan? Berikut pandangan Islam tentang persepsi banyak anak banyak rezeki, yang bisa menambah pengetahuan pembaca nantinya.

Kembali Raditya Dika Dikaruniai Anak, dan Pandangannya dalam Islam

Rezeki bisa berupa apa saja, semisal tambahnya harta yang dimiliki, semakin banyak ilmu yang didapat, maupun dikaruniai anak lagi. Terkait persepsi banyak anak banyak rezeki secara logika bisa dibenarkan dan dihubungkan dalam pandangan Islam cocok.

Jadi, persepsi tentang keberadaan anak banyak juga bisa dikatakan benar dalam pandangan agama Islam dengan dalih beberapa alasan berikut.

Alasan Banyak Anak Banyak Rezeki dalam Pandangan Agama Islam

Ada beberapa alasan berlakunya persepsi terkait banyak anak yang sekaligus banyak rezeki, antara lain sebagai berikut.

  1. Allah SWT Telah Menjamin Rezeki Makhluknya

Allah SWT ketika menciptakan makhluknya juga menjamin kehidupan makhluknya termasuk dalam rezeki. Ketika lahir maka kebutuhan tambah itu memang benar adanya, namun seiring dengan kebutuhan bertambah nikmat rezeki yang mulanya tidak ada menjadi ada.

Sebagaimana dalam Al-Qur’an surah Hud ayat enam yang membuktikan adanya pemberian jaminan Allah SWT kepada makhluknya.

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِيْنٍ.

“Tidak ada satu makhluk melata pun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Alloh Rezekinya…… “.(QS. Hud : Ayat 6)

  1. Tidak Ada Kenyataan yang Melebihi Kemampuan

Dilahirkannya seorang bayi ke dunia, sudah menjadi ketetapan Allah SWT yang dipercayakan diberikan kepada orang yang tepat. Orang yang tepat berarti orang yang dirasa mampu memperolehnya dan merawatnya.

Sehingga, kelahiran seorang bayi kepada suatu keluarga tidak melebihi kemampuan keluarga termasuk biaya yang sering dipergunjingkan dengan adanya biaya kehidupan yang mahal dan lain sebagainya.

  1. Banyak yang Mencari Rezeki

Dua poin di atas sudah diterangkan ketika kelahiran seorang bayi, sedangkan pada poin adalah bentuk yang bisa dihasilkan. Ketika keluarga memiliki sedikit anak pasti nantinya yang mencari uang sedikit pula.

Sebaliknya, bila satu keluarga terdiri dari banyak anggota jelas yang bisa bekerja nantinya banyak pula dan bisa menghasilkan rezeki yang lebih banyak lewat lantaran bekerja.

Sobat Cahaya Islam, itu tiga puing alasan persepsi banyak anak banyak rezeki yang bisa dibenarkan dari pandangan agama Islam. Semoga putra kedua Raditya Dika menjadi anak yang soleh dan berguna bagi keluarga, bangsa, dan agama. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY