Nasihat Islami: Dunia Ini Sangat Singkat, Jangan Terlena Olehnya!

0
1387

Sadar gak sadar, waktu berjalan tanpa kenal ampun. Dia telah menggilas detik demi detik, menit demi menit hidup kita dengan cepat tanpa bisa kita sadari. Sebagai orang yang beriman kepada Allah, kita seharusnya menyadari hal itu dan lebih banyak berintrospeksi diri pada fenomena ini. Kita harus bertanya-tanya pada diri, masih banyakkah waktu yang tersisa untuk kita melakukan amal sholih yang baik? Apakah kita masih diberikan umur yang cukup untuk menjadi hamba Allah yang memiliki bekal cukup untuk bertemu dengan sang pencipta kita?

Yang pasti adalah Dunia ini sangatlah singkat. Kita tidak boleh terlena pada semu kenikmatan menipu yang digelar olehnya di depan kita. Kita harus tahu bahwa sebenarnya hakiki kehidupan kita adalah kehidupan mulia dan abadi di akhirat nanti. Lagipula berapa hidup di dunia ini? Siklusnya pun sama! Ada kelahiran, menjadi muda, menua, hingga akhiranya menemui ajalnya. Normalnya begitu! tapi ada mereka yang tidak menemui siklus seperti umumnya. Ada mereka yang telah tiada sebelum menginjak masa muda. Ada yang meninggal sebelum mereka mencapai masa tua. Bahkan ada mereka yang meninggalkan dunia sesaat setelah mereka terlahir di dalamnya.

Manusia memiliki waktu beramal yang sangat singkat?

Dalam satu hadits riwayat Ibnu Majjah 4326, termaktup sabda Rasulullah yang menyatakan bahwa umur umat-umatnya ada disekitar 60 sampai 70 tahun. Dan sangat jarang (sedikit) yang bisa melebihinya.

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمُحَارِبِيُّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ قَالَ ‏:‏ ‏ “‏ أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

Dalam hadits tersebut kita mengerti betul bahwa rata-rata manusia sekarang hidup hanya sampai menemui umur tersebut. Bahkan Rasulullah SAW sendiri wafat pada umur 63 tahun. Waktu tak pernah berjalan mundur dan kita semua pasti akan mati pada akhirnya. Umur yang sebentar tersebut seharusnya kita gunakan sebaik mungkin untuk memperbanyak amal ibadah dan amal sholih kita sebagai bekal akhirat. Tidak hanya itu, bahkan waktu yang kita miliki untuk menumpuk amal baik lebih singkat daripada itu.

Katakanlah batas umur kita adalah 60 tahun lamanya. Kita menggunakan waktu tidur kita yang pada umumnya sekitar 8 jam yang menghabiskan kurang lebih sepertiga umur yang kita miliki. Belum lagi terpotong umur kita sebelum memasuki masa baligh yang rata-rata tercepat baru mencapai umur sekitar 10 tahun. Bahkan bila dihitung dengan cermat, kita hanya punya sekitar 30 tahunan untuk mencari bekal kehidupan akhirat kelak lho! Itupun kalau umur kita sekitar 60 tahun, lalu bagaimana bila umur kita lebih pendek dari itu?

Allah dan Rasulullah telah mengingatkan kita agar tidak terlena pada dunia

Melihat betapa singkatnya hidup kita dan betapa waktu kita sangat terbatas untuk mengumpulkan bekal akhirat kelak. Alangkah rugi bila kita dengan tanpa penyesalan menukarkan kehidupan akhirat dengan kehidupan dunia yang sangat singkat ini. Ingatlah Rasulullah SAW telah berulang kali mengingatkan kepada kita untuk tidak terjerumus pada kenikmatan dunia yang fana. Tak tertinggal juga Allah yang banyak memberikan peringatan tentang hal itu dalam firmanNya. Salah satunya adalah yang tertera dalam surat Fatir ayat 5.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

duhai manusia, sejatinya janji Allah itu benar, maka dari itu janganlah sekalipun (engkau biarkan) kehidupan dunia memperdayaimu dan (jangan) sekali-kali biarkan syaitan yang pandai bermuslihat menjebakmu dan memperdayamu tentang Allah (dengan kenikmatan menipu dunia).

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!