Milad ke 113 Muhammadiyah Berkomitmen untuk Memajukan Kesejahteraan Bangsa

0
280
milad ke 113 Muhammadiyah

Milad ke 113 Muhammadiyah – Haedar Nashir, Ketum PP Muhammadiyah menyampaikan pidato dalam Milad ke 113 Muhammadiyah. Acara tersebut digelar di Universitas Muhammadiyah Bandung pada Selasa, 18 November 2025. Haedar menegaskan pentingnya seluruh elemen memajukan kesejahteraan bangsa secara berkelanjutan.

Memaknai Kesejahteraan dalam Milad ke 113 Muhammadiyah

Dalam acara tersebut, Haedar Nashir menekankan isu penting mengenai kesejahteraan bangsa Indonesia. Menurutnya, memajukan kesejahteraan adalah kewajiban utama bagi negara. Hal ini berlaku bagi seluruh penyelenggara negara tanpa terkecuali.

Pernyataan pada Milad ke 113 Muhammadiyah menjadi sorotan utama dalam pidato kebangsaannya tersebut. Haedar menyoroti bahwa kesejahteraan bukan sekadar kata-kata normatif belaka. Kesejahteraan adalah amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang sangat mengikat.

Ia menegaskan bahwa amanat ini harus terwujud secara nyata. Dunia nyata membutuhkan bukti konkret, bukan sekadar janji manis. Pemilihan tema ‘Memajukan Kesejahteraan Bangsa’ memiliki alasan yang sangat kuat. Tema ini merupakan bentuk pelaksanaan langsung dari perintah konstitusi.

Perintah tersebut memiliki kekuatan otoritatif yang sangat besar. Haedar berpendapat bahwa ikhtiar membangun bangsa adalah tugas suci.Kata-kata dalam Pembukaan UUD 1945 memiliki makna yang dalam. Hal tersebut merupakan pantulan jiwa dan cita-cita para pendiri bangsa.

Amanat konstitusi ini harus menjadi kewajiban bagi semua pejabat. Kewajiban ini berlaku dari tingkat pusat hingga ke daerah. Pemerintah provinsi hingga kabupaten harus patuh pada amanat ini. Haedar menegaskan pentingnya perwujudan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kesejahteraan tidak boleh hanya berhenti pada tataran retorika saja. Retorika di media sosial seringkali mudah diucapkan oleh siapa saja. Namun, tindakan nyata jauh lebih sahih daripada sekadar ucapan. Perbuatan konkret lebih kokoh dibandingkan janji di dunia maya.

Keseimbangan Dimensi Materi dan Non Materi

Haedar menjelaskan bahwa kesejahteraan memiliki dua dimensi yang krusial. Kedua dimensi ini harus terwujud secara seimbang dan beriringan. Dimensi pertama adalah dimensi materi atau aspek lahiriah. Ini merujuk pada kecukupan ekonomi dan kemakmuran fisik rakyat.

Banyak orang mengidentikkan kesejahteraan hanya dengan kelimpahan harta benda. Namun, dimensi kedua juga tidak kalah pentingnya bagi manusia. Dimensi kedua adalah aspek non-materi atau kesejahteraan batin. Ini mencakup makna hidup dan pembangunan karakter diri seseorang.

Relasi sosial yang baik juga termasuk dalam dimensi ini. Keamanan sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kesejahteraan batin. Indonesia sering mendapat peringkat tinggi dalam indeks kebahagiaan global. Parameter indeks tersebut memang didominasi oleh aspek non-materi.

milad ke 113 Muhammadiyah

Dalam milad ke 113 Muhammadiyah, Haedar menilai hal tersebut belum sepenuhnya cukup. Aspek ekonomi tetap menjadi pilar penting yang harus diperbaiki. Haedar mendesak adanya percepatan dalam usaha memajukan ekonomi bangsa. 

Akselerasi tersebut penting untuk mengatasi ketidakseimbangan sosial yang nyata. Ketimpangan sosial masih menjadi tantangan besar di hadapan kita. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi harus digenjot lebih keras.

Ia menyambut baik keinginan politik dari pemerintahan yang baru. Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki tekad ekonomi kerakyatan. Azam yang kuat ini harus mendapatkan dukungan dari semua pihak. Berbagai program pemerintah perlu mendapatkan pengawalan yang sangat serius.

Program Koperasi Desa Merah Putih adalah salah satu contohnya. Akselerasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah juga sangat mutlak. Penguatan kedaulatan pangan harus menjadi prioritas utama negara ini. Haedar menutup pandangannya dengan rasa optimisme yang sangat tinggi.

Pemerintah dan kekuatan rakyat harus bekerja secara maksimal. Jika bersatu, kesejahteraan bangsa akan segera hadir di Indonesia. Kerja sama adalah kunci utama menuju kemakmuran bersama. Pemikiran-pemikiran tersebut menjadi fokus utama tema milad ke 113 Muhammadiyah.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY