Habib Hasan Assegaf – Kabar duka datang dari ulama Indonesia pada Ahad (27/12), Habib Hasan Assegaf. Beliau merupakan pemimpin Majelis Taklim Nurul Musthofa di Jakarta Selatan. Habaib dengan nama lengkap Habib Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf dikenal sebagai ulama yang sederhana dan dekat dengan masyarakat Pasuruan, Jawa Timur.
Beliau meninggal saat dirawat di National Hospital Surabaya sekitar pukul 02.00 pagi. Disebutkan bahwa sebelumnya Habib Hasan Assegaf mengalami diare dan hasil swab juga dinyatakan negatif dari Covid. Jenazah almarhum kemudia dimakamkan di lingkungan Masjid Jami’ Al-Anwar, Pasuruan.
Upacara pemakaman Habib Hasan Assegaf dihadiri ribuan pelayat. Semasa hidup beliau merupakan sosok yang disegani masyarakat. Bahkan sosoknya yang dikenal sederhana menjadikan almarhum dekat dengan masyarakat sekitar. Beliau juga tidak ingin populer dan tampil di depan. Kesederhanaan beliau semasa hidup mendatangkan ribuan pelayat datang untuk menghormati pemakaman almarhum.
Selain sifatnya yang sederhana, almarhum Habib Hasan Assegaf tidak pernah absen dari undangan. Apalagi saat acara khotmil Quran yang sering diadakan menantunya, Habib Taufiq Assegaf (Pendiri pondok pesantren Sunniyah Salafiyah Pasuruan). Sosok yang ramah dan karismatik ini dikenal menyukai sepeda angin atau dalam bahasa Jawa dinamakan sepeda onthel. Beliau sering menaiki sepadanya untuk pergi ke masjid.
Belajar Kehidupan dari Almarhum Habib Hasan Assegaf
Almarhum Habib Hasan Assegaf merupakan sosok sederhana yang setiap berangkat ke Masjid seringnya naik sepeda angin. Kesederhanaan hidup almarhum juga banyak kita temui pada para ulama’. Terlebih sifat beliau yang hampir tidak pernah absen saat diundang oleh siapa saja. Beliau berteman tidak membedakan status sosial, bahkan sering bertegur sapa dengan masyarakat.
Kesederhanaan dari almarhum hampir jarang kita temui pada ulama’ masa kini. Namun, tidak dengan almarhum yang hidup dengan penuh kesederhanaan baik dari penampilan maupun kendaraan yang ditumpangi. Bahkan karena beliau sering diminta untuk memimpin Tahlil, oleh para santri di Kota Pasuruan dijuluki sebagai “King of Tahlil”. Untuk mengetahui sifat apa saja yang bisa kita pelajari dari almarhum, simak ulasan berikut:
1. Sederhana
Sifat sederhana merupakan sifat terpuji yang disukai Allah. Allah memerintahkan manusia untuk hidup dalam kesederhanaan. Kesederhanaan seorang manusia tidak hanya lahir dari gaya hidup, melainkan dapat dilihat dan dirasakan dari kedalaman ilmu agamanya. Dalamnya ilmu agama seorang ulama’ atau Kyai tidak lantas membuat beliau sombong, melainkan tetap rendah hati dan tidak merendahkan orang lain.
Dalam Al-Quran disebutkan sebagai berikut:
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A’raf ayat 31).


2. Memenuhi Undangan
Disebutkan bahwa semasa hidup Habib Hasan Assegaf selalu memenuhi undangan dan tidak pernah absen. Memenuhi undangan berarti menghargai orang yang mengundang. Biasanya setelah memenuhi undangan kita akan diberikan makanan. Hal ini sama artinya dengan memakan sebagian harta orang lain yang telah diberikan dan hukumnya sunnah.


Sobat Cahaya Islam, kita telah banyak ditinggalakan oleh ulama’ seperti Habib Hasan Assegaf. Dunia sudah semakin tua. Mari perbanyak amal shaleh dan kebaikan. Dari sosok almarhum Habib Hasan kita dapat belajar kesederhanaan dan bagaimana seharusnya kita berteman untuk tidak memandang status sosial.
































