Hukum Wanita Keluar Malam Menurut Ajaran Islam

0
56
hukum wanita keluar malam

Hukum Wanita Keluar Malam – Bolehkah wanita keluar rumah setelah Maghrib? Bagaimana hukum wanita keluar malam menurut Islam?

Islam melarang umatnya untuk melakukan sesuatu bukan tanpa adanya alasan. Sebab, hal tersebut semata-mata hanya untuk kebaikan manusia itu sendiri.

Begitu pula dengan adanya larangan bagi umatnya. Islam tidak bersifat memberatkan atau merugikan tetapi justru sebaliknya: ingin melindungi, menjaga dan memberikan manfaat yang menguntungkan manusia.

Wanita, sebgai makhluk yang mempunyai banyak sekali kemudharatan, kelemahan dan juga bisa mengundang syahwat dari kaum pria. Maka ada batasan dan aturan yang diberikan kepada mereka agar bisa dipatuhi sebagaimana mestinya.

Mulai dari tata cara mengenakan pakaian yang sesua standart syariat, tata cara bersolek yang tidak berlebihan dan lain sebagainya. Semua itu bertujuan untuk melindungi dari godaan setan terkutuk yang berpotensi menjerumuskannya ke lubang kemasiatan.

Tidak hanya itu, Islam menjaga kaum Muslimah untuk memiliki adab saat akan pergi meninggalkan rumahnya. Terlebih lagi saat malam hari. Demikian ulasannya!

Hukum Wanita Keluar Malam Menurut Ajaran Islam, Adakah Syaratnya?

Untuk bisa menjaga dan memelihara diri seorang wanita, jika pun akan keperluan yang mengharuskan keluar di malam hari maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Apa saja?

1.      Mendapatkan Ijin

Seorang wanita yang harus mendapatkan izin terbagi menjadi 2: jika sudah menikah maka harus mendapat izin dari suaminya, sedangkan jika masih belum menikah maka harus mendapatkan izin dari orang tuanya.

hukum wanita keluar malam

Berlaku juga bagi yang ingin keluar di malam hari. Untuk meminta ijin pun harus ada alasan yang tepat. tidak boleh keluar rumah dengan tanpa alasan, apalagi jika sendirian.

Sebab, lebih baik lagi jika ditemani oleh mahram untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

2.      Untuk Suatu Kebaikan

Kemudian, jika ingin pergi malam hari maka alangkah baiknya memang bertujuan untuk suatu kebaikan: misalnya pergi mencari ilmu, pergi mengaji, berdakwah (amar ma’ruf dan nahi munkar) serta bersilaturahmi.

Jika tanpa adanya tujuan yang jelas dan baik, maka keluar malam tidak dianjurkan dan sebaiknya menunda kepergiannya di keesokan harinya.

3.      Tidak Bertabarruj

Selanjutnya, saat wanita akan pergi meninggalkan rumah di malam hari dengan adanya tujuan. Maka yang perlu diperhatikan lagi adalah mengenai penampilannya.

Yakni jangan bersolek dan berdandan terlalu berlebihan. Sebab yang demikian bisa mengundang syahwat lelaki yang melihatnya dan mendatangkan keinginan berzina bagi yang lemah syahwat. Naudzubillah min dzalik.

hukum wanita keluar malam

Bukan itu saja, melainkan pula kita dianjurkan untuk memakai pakaian yang menutup aurat. Sehingga bisa melindungi diri dari mata jahat kaum lelaki.

4.      Menjaga Adab-adab Islam

Adapun adab-adab Islam yang harus dijaga antara lain: menjaga pandangan kita, tidak berdua-duaan dengan lawan jenis terlebih lagi di tempat gelap), tidak bersuara yang bisa menimbulkan rangsangan, serta tidak berjalan lenggak-lenggok.

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَاۤءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّۗ ذٰلِكَ اَدْنٰىٓ اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab Ayat 59)

وَقُلْ لِّـلۡمُؤۡمِنٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ اَبۡصَارِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوۡجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَا‌ وَلۡيَـضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوۡبِهِنَّ‌ۖ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اٰبَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اٰبَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوۡ نِسَآٮِٕهِنَّ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيۡنَ غَيۡرِ اُولِى الۡاِرۡبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفۡلِ الَّذِيۡنَ لَمۡ يَظۡهَرُوۡا عَلٰى عَوۡرٰتِ النِّسَآءِ‌ۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِاَرۡجُلِهِنَّ لِيُـعۡلَمَ مَا يُخۡفِيۡنَ مِنۡ زِيۡنَتِهِنَّ‌ ؕ وَتُوۡبُوۡۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيۡعًا اَيُّهَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur:31)

Demikian di atas merupakan ulasan mengenai hukum wanita keluar malam serta beberapa syarat yang harus dipenuhi apabila wanita hendak meninggalkan rumah di malam hari.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY