Kisah Inspiratif Rustam Sang Ksatria tentang Kesadaran Sosial dan Ego

0
993

Kisah inspiratif – Kita hidup di dunia ini membutuhkan sosok orang lain untuk membantu kita. Hal ini dikarenakan manusia pada dasarnya merupakan makhluk sosial. Tidak bisa dipungkiri bahwa eksistensi kita akan hampa tanpa orang-orang yang berada disekitar kita. Sama juga, Rasulullah tidaklah lengkap dengan adanya ummat dan sahabatnya yang selalu berada disisinya dalam perjuangan islam. Pada dasarnya kita ini saling memiliki satu sama lain.

Namun, banyak dari kita yang hidup di era modern ini semakin banyak melupakan kalimat “kita ini memiliki satu sama lain” – budaya tolong menolong dan toleransi semakin jauh dari kata ada dalam kehidupan sehari-hari kita. Jangankan kita yang berbeda agama, yang satu agama saja banyak kasus saling bermusuhan.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang iman itu adalah saudara, maka damaikanlah antara dua saudaramu agar kamu mendapatkan rahmat dari Allah (Al Hujurat 10)

Allah dan Rasulullah sendiri telah mengajarkan bahwa orang islam satu dengan lainnya adalah saudara. Tidak peduli dari keluarga mana dan latar belakang seperti apa yang dimilikinya. Namun kita sering lupa akan hal itu, ada satu bagian yang bernama EGO yang tertanam dalam diri kita. Hal itu selalu membisikkan dalam hati kita bahwa orang lain tidaklah berarti apapun untuk kita. Nah, tim Cahayaislam akan membawakan satu kisah inspiratif dari kisah hidup satu ksatria yang bernama Rustam. Lihat detailnya deh:

Rustam sang Ksatria Persia dan tugas menakhlukkan dunia

Terkisah ada seorang ksatria besar yang bernama Rustam. Dia adalah komandan sebuah barisan prajurit Kerajaan Persia yang tangguh. Karena ketangguhannya, dia mendapatkan titah oleh raja persia untuk pergi mengemban tugas ekspansi untuk menakhlukkan dunia. Karena patuh pada perintah raja, terpaksa dia harus pergi meninggalkan istri dan anaknya yang baru lahir bernama Sohrab. Sadar betul akan beratnya tugas tersebut, Rustam memasangkan satu liontin yang diikatkan dilengan anaknya agar kelak bila dia bertemu dengannya, maka dia bisa mengenalinya. Singkat cerita, bertandanglah kemudian ksatria Rustam ini menjalankan tugasnya menakhlukkan dunia.

Hari demi hari silih berganti, Sohrab kecil tumbuh menjadi seorang pemuda tangguh seperti ayahnya. Dia bergabung dalam kesatuan prajurit yang dinilai sangat tangguh dan menggabungkan dirinya dalam aliansi prajurit-prajurit Yunani. Prajurit yang dikenal sangat hebat dalam medan perang. Karena kemampuan dan ketangguhannya dalam berperang, Sohrab kemudian diangkat menjadi komandan besar pasukan Yunani pada akhirnya.

Pertemuan sang ayah dan anak dalam pertempuran besar

Suatu hari, kedua negara (Persia dan Yunani) bertemu dimedan peperangan. Komandan Sohrab dari Yunani bertatap muka langsung dengan Rustam Sang ksatria agung dari Persia. Mereka tidak mengenal satu sama lain ketika itu. Duel sengit pun terjadi. Tebasan demi tebasan pedang beradu. Tanpa lelah kedua komandan itu saling beradu kekuatan selama lebih dari 10 hari lamanya.

Rustam tua yang mulai kelelahan kemudian menggunakan taktik licik yang kemudian bisa membuat Sohrab tersandung jatuh. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, ditebaslah dada komandan Yunani itu tanpa ampun. Sohrab menjerit kesakitan sembari berkata.

“Wahai orang malang! Berhati-hatilah Engkau pada balas dendam ayahku, sang ksatria besar Rustam! Dia pasti akan memberikan pembalasan setimpal akan perbuatan kejimu ini!” – ujar Sohrab bersama muntahan darah dari mulutnya.

Rustam yang mendengar hal itu bagai disambar petir. Dia memeriksa lengan sohrab dan menemukan liontin yang diberikannya ketika anaknya masih kecil. Seketika dia menangis histeris. Dengan secepat kilat dia meraih kudanya menuju orang yang dikenal hebat dalam menyembuhkan luka. Dia mengiba dan mengemis pada orang itu untuk menyembuhkan anaknya yang sedang sekarat. Namun, apa daya, Sohrab sudah menghembuskan nafas terakhirnya sebelum mencapai tempat pengobatan itu.

Apa yang bisa dipetik dari kisah inspiratif ini?

Cerita yang mengharukan bukan? Tentu ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita itu. Kita sebagai manusia terkadang mengedepankan ego kita diatas segalanya, padahal hakikinya kita ini adalah makhluk sosial. Sebagai hamba Allah yang beriman, hendaklah kita lebih berusaha untuk peduli kepada sesama kita, menjadi pribadi yang lebih welas asih dan senang membantu meringankan beban saudaranya. Semoga bermanfaat ya kisah inspiratif ini!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!