Belajar dari Juara Champion League, Pentingnya Miliki Semangat Juang

0
704
juara Champion League

Juara Champion League – Beberapa hari ini, selain pemberitaan mengenai tayangan film yang akan disiarkan melalui stasiun TV pun tak ketinggalan pemberitaan mengenai juara Champion League.

Sobat Cahaya Islam, berita mengenai siapa Juara Champion League tentu akan menggembirakan para penggemarnya bukan? Setiap fans tentu akan memuja klub sepak bola impiannya untuk menjadi juara selanjutnya.

Apa Hikmah yang dapat Diambil dari Pemberitaan Juara Champion League?

Sobat Cahaya Islam, ada beberapa hikmah yang dapat diambil dari gencarnya media memberitakan siapa juara champion league.

Salah satunya yakni pentingnya bagi umat untuk meningkatkan semangat dalam diri menjadi juara. Salah satu topik yang sedang hangat yakni adanya pemberitaan bahwa salah satu pelatih klub tidak dapat mengantarkan tim sepak bolanya menjadi juara karena mendapat kutukan.

Tentu jika umat berfikir secara nasional, kutukan tidaklah ada. Jelas, untuk mendapatkan kemenangan dan kejuaraan hanya memerlukan mental berani dan kemampuan serta strategi permainan diatas rata – rata. Lantas bagaimana untuk memilikinya? Ya, berlatih sebanyak mungkin.

Di dalam Islam, semangat juara bukanlah hal yang dinilai dari kemampuan saja namun bagaimana umat dapat mengelola ambisinya untuk mencapai keberhasilan dan tetap ada dalam koridor syariah.

Keberhasilannya mengelola serta mengimbangkan dunia dan akhirat lah yang menjadikan umat tersebut menjadi seorang juara.  

Bahkan di dalam Islam, idealnya seseorang menjadi juara lantaran kepiawaian mereka dalam meningkatkan ketaqwaan dan menjalani kehidupan berdasar syariah. Inilah juara dan pemenang sejati.

Tips Menjadi Juara

Untuk menjadi seorang juara, tentu ada beberapa hal yang perlu disiapkan dan dimatangkan. Adapun berikut tips bagi sobat Cahaya Islam agar senantiasa menjadi juara :

1.    Memiliki Komitmen Kuat

Hal pertama yang perlu dipahami yakni memiliki mental sebagai juara dan komitmen yang kuat. Kekuatan komitmen akan menjadi suatu hal yang menjadi penentu apakah umat akan tetap melanjutkan perjuangan atau malah memilih menunda di tengah jalan.

Sebab garis akhir kemenangan tentu tidak bisa dilihat terlalu dekat. Butuh beberapa cobaan dan ujian baik dari sisi internal maupun eksternal sebagai pengecoh dalam meraih tujuan akhir. Niat sendiri sebagaimana yang Rasulullah sampaikan dalam haditsnya yakni :


 عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ . 

Artinya :

“Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. (Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang)

2.    Berlatih Optimal

Kemudian selanjutnya yakni senantiasa berlatih secara optimal. Melatih diri bukan berarti dianggap tidak memiliki kemampuan.

Justru berlatih akan menambah imunitas kemampuan serta meningkatkan intelektualitas umat. Semakin banyak informasi yang didapatkan, maka semakin banyak wawasan yang didapatkan.

3.    Mencari Pembina

Sobat Cahaya Islam, perlu dipahami bahwa untuk menjadi seseorang yang tangguh dan bermental pejuang, umat tidak bisa sendirian. Umat dengan pemikiran menjadi baik sendiri adalah pemikiran sempit.

Sebab sejatinya, semakin banyak pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, sosok seperti ini akan lebih rendah hati dan selalu haus untuk mempelajari hal lainnya. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Mujadalah ayat 11 yakni sebagai berikut :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

Selain itu, sobat cahaya Islam juga perlu senantiasa mencari sosok yang dapat menginspirasi dan memotivasi umat manakala ada keinginan untuk menyerah dan mundur dari perjuangan.

Nah demikian ulasan yang berkaitan dengan juara champion league dan tips untuk meningkatkan semangat menjadi juara dalam diri. Semoga ulasannya bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY