Kebakaran Pasar Minggu Tergolong Kebakaran Besar, Salah Satu Musibah yang Tercantum dalam Hadist

0
27

Pasar Minggu – Pasar Minggu, Jakarta Selatan terbakar pada Senin 12 April 2021 malam. Dikutip dari berbagai sumber, petugas pemadam kebakaran setempat mengatakan sebanyak 392 kios terbakar.

Mulanya pemadam kebakaran mengerahkan sembilan unit pemadam. Namun api terus membesar dan petugas pun kesulitan mencapai titik api. Terlebih lagi struktur bangunan yang bertingkat dan berusia tua membuat petugas kesulitan.

Diketahui, kebakaran terjadi saat pasar sudah tutup. Sehingga barang milik pedagang tidak terselamatkan. Api padam sekira pukul 21.00 WIB dan proses pendinginan dilakukan hingga pukul 00.58 WIB.

Pasar Minggu sendiri merupakan tempat perdagangan bahan pangan. Seperti sayur-sayuran, daging dan sembako. Pasar tersebut terdiri dari lima blok yakni B, C, D dan F.

Sobat Cahaya Islam, musibah tersebut menjadi duka yang mendalam pagi para pedagang. Sebab di awal bulan suci Ramadhan ini para pedagang melipat gandakan dagangannya. Namun ironisnya, barang-barang tersebut terbakar hangus.

Pasar Minggu Terbakar, Ini Pesan yang pernah Rasulullah SAW Sampaikan

Sobat Cahaya Islam, musibah kebakaran seringkali terjadi dimana-mana, termasuk di Indonesia. Musibah tersebut tentu menjadi duka yang mendalam sebab bisa menghilangkan harta benda, bahkan nyawa mereka.

Musibah kebakaran sudah terjadi sejak jaman Rasulullah SAW. Beliau pun mengeluarkan hadist untuk mencegah kebakaran.

Dari sahabat Umar ibnul Khotthob rodhiyallahu ‘anhu beliau mengatakan, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

“Jangan biarkan api di rumah-rumah kalian (menyala) tatkala kalian sedang tidur.” (HR. Al-Bukhori : 6293 & Muslim : 2015).

Pelarangan tersebut disampaikan Rasulullah SAW setelah terjadi kebakaran di besar di kota Madinah. Kisah itu diceritakan oleh sahabat Abu Musa rodhiyallahu ‘anhu beliau mengatakan, ”Dahulu di kota Madinah ada sebuah rumah yang terbakar menimpa penghuninya di waktu malam. ‘Maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, beliau lantas mengatakan’, Jika kalian hendak tidur padamkanlah api itu dari kalian. Api ini adalah musuh bagi kalian. Karena sesungguhnya tikus-tikus itu bisa menyebabkan rumah terbakar menimpa penghuninya.”

Sementara itu, Islam memberikan panduan doa bagi orang yang melihat kebakaran, berikut doanya:

يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا

Artinya: “Dari Abu al-Aswad al-Sulami, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa: “Allahumma innî a’ûdzu bika minal hadmi, wa a’ûdzu bika minat taraddi, wa a’ûdzu bika minal gharqi wal harîqi, wa a’ûdzu biki an yatakhabbathanîsy syaithânu ‘indal mauti, wa a’ûdzu bika an amûta fî sabîlika mudbiran, wa a’ûdzu bika an amûta ladîghan “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan. Aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi. Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan ketika (menjelang) kematian (sakaratul maut). Aku berlindung kepada-Mu dari mati di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri. Aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang.” (Imam al-Nasa’i, Sunan al-Nasâ’i bi Syarh al-Hâfidz Jalâl al-Dîn al-Suyûthî wa Hâsyiyah al-Imâm al-Sindî, Beirut: Dar al-Ma’rifah, tt, juz 8, h. 678).

Menghadapi Bencana Kebakaran

Indonesia dalam beberapa pekan tidak habis-habisnya dilanda bencana. Mulai dari banjir, longsor, puting beliung hingga kebakaran. Berikut ini tips menghadapi bencana kebakaran yang bisa kamu ikuti.

1. Tetap Tenang

Jika kamu berada di tempat peristiwa kebakaran, tetap tenang dan jangan panik. Sebab panik akan membuat suasana semakin kacau, dan tak jarang pula mencelakakan.

2. Berteriak

Segera beritahukan orang sekitar, dengan cara menyalakan alarm atau berteriak. Pastikan semua orang mendengar.

3. Selamatkan Nyawa

Segera evakuasi diri dan orang sekitar. Jangan hiraukan barang atau harta, karena nyawa adalah prioritas utama.

4. Padamkan

Jika kebakaran yang bisa diatasi sendiri, padamkan dengan air, pasir atau tanah, atau karung goni yang sudah dibasahi. Namun jika terjadi akibat korsleting listrik, segera matikan listrik di rumah.

5. Hindari Asap

Hindari asap dengan tidak mendekatkan muka ke lantai. Gunakan kain basah untuk menutupi hidung.

6. Periksa Gagang Pintu

Periksalah suhu daun pintu dengan telapak tangan. Jika terasa panas, jangan dibuka dan gunakan pintu lain.

Demikianlah tips menghadapi kebakaran. Semoga bencana yang terjadi di Indonesia, termasuk kebakaran Pasar Minggu dimaknai sebagai peringatan dari Allah agar umat muslim menjadi lebih baik lagi dalam menjalankan ketetapannya, Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY