Kampung Pancasila sebagai Wujud Toleransi Antar Umat Beragama

0
1198
Kampung Pancasila

Kampung Pancasila – Sobat cahaya Islam, Kampung Pancasila mulai dibentuk di beberapa daerah sejak beberapa tahun lalu. Kehadiran dan pembentukan kampung ini bukan tanpa sebab dan alasan. Penunjukkan sebuah wilayah untuk dijadikan kampung ini harus memenuhi beberapa kriteria.

Diantaranya adalah warga masyarakat di dalamnya harus mampu menjaga komitmen sebagai warga yang baik, menjaga kerukunan dan toleransi dalam menjalankan kegiatan keagamaan. Tidak semua desa akan ditunjuk dan menyandang gelar ini.

Latar Belakang Pembentukan Kampung Pancasila

Indonesia merupakan negara yang majemuk. Keberagaman di Indonesia meliputi budaya, bahasa, suku bangsa dan agama. Keberagaman ini disatukan dalam sebuah kesatuan yang menjadi dasar negara yaitu Pancasila.

Di dalam Pancasila terdapat semua unsur yang dapat menyatukan semua perbedaan yang mewarnai kehidupan masyarakat di Indonesia. Dalam 5 sila Pancasila, masing-masing sila memiliki nilai yang harus dilaksanakan untuk menjaga persatuan dan kerukunan bangsa.

Untuk itu dicanangkan pembentukan Kampung Pancasila sebagai bentuk penghargaan kepada setiap daerah yang telah melaksanakan pengamalan Pancasila dengan baik. Diantaranya yaitu menjaga kerukunan antar warga yang berbeda budaya dan agama.

Salah satu contohnya yaitu Desa Balun di Lamongan yang ditunjuk sebagai Desa Pancasila karena memiliki warga yang sangat majemuk namun mampun menjaga kerukunan diantara mereka. Di desa ini juga terdapat rumah ibadah yang saling berdekatan namun tetap dalam suasana toleransi.

Toleransi Beragama Dalam Kacamata Islam

Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila ternyata selaras dengan ajaran dalam agama Islam yaitu diantaranya nilai ketuhanan, keadilan, kebaikan , prinsip musyawarah, kemanusiaan dan kesejahteraan  bagi seluruh umat. Semua aspek yang menjadi pondasi Pancasila juga ada dalam ajaran agama Islam.

Kampung Pancasila

Jika ada yang mengatakan bahwa prinsip Pancasila bertentangan dengan ajaran Islam, itu tidak benar. Khususnya toleransi beragama. Ajaran Islam sejatinya mengajarkan manusia untuk saling menghargai termasuk dalam masalah ibadah.

Toleransi beragama bukan sebuah hal yang dibenci oleh Islam, anggapan ini yang seringkali membuat kesalahpahaman dan menilai bahwa nilai Pancasila sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang memandang agama Islam sebagai agama rahmatan lil alamin.

Keberagaman Merupakan Ketetapan Allah

Dalam memahami agama Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, umat muslim sebelumnya harus benar-benar teladan Rasulullah Muhammad SAW dalam menegakkan nilai-nilai agama Islam dan ajarannya di muka bumi.

Keberagaman yang ada di muka bumi merupakan ketetapan Allah SWT yang tidak dapat diseragamkan oleh manusia. Bagaimanapun caranya, manusia tidak dapat menghilangkan semua perbedaan itu untuk menjadi satu kecuali melalui sebuah pembasmian dengan cara kekerasan.

Kampung Pancasila

Tentu saja agama Islam sangat membenci kekerasan dan pertumpahan darah. Islam sebagai agama yang penuh kasih justru lebih mengarahkan umatnya untuk menerima segala perbedaan itu sebagai warna yang dapat dijadikan harmonis.

Allah SWT berfirman,

۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS An Nahl : 90)

Di sini dapat kita lihat besarnya kasih sayang Allah terhadap seluruh umat manusia tanpa memandang bulu. Demikian pula Allah SWT memerintahkan agar kita berlaku adil dan menghindari permusuhan untuk menjaga kerukunan.

Allah Mengajarkan Musyawarah

Allah juga mengajarkan manusia untuk selalu bermusyawarah saat mengambil sebuah keputusan, seperti tercantum dalam surah Asy Syuura ayat 38 berikut ini,

وَالَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِرَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَۖ وَاَمْرُهُمْ شُوْرٰى بَيْنَهُمْۖ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۚ

“ dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka,” (QS Asy Syuura : 38)

Dari ayat ini kita bisa mengetahui bahwa musyawarah untuk mufakat merupakan salah satu perintah Allah yang harus dijalankan untuk mendapatkan keputusan yang adil. Kita mengenal nilai musyawarah untuk mufakat pada Pancasila sila ke-4.

Sobat Cahaya Islam, pedoman Pancasila sebagai landasan negara Republik Indonesia memiliki nilai-nilai yang selaras dengan ajaran agama Islam. Adanya Kampung Pancasila yang dibentuk di beberapa daerah mencerminkan persatuan umat yang harus  dipertahankan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY