Investasi Sosial dalam Islam Melalui Zakat, Infak dan Sedekah Kita

0
628
Investasi Sosial dalam Islam Melalui Zakat, Infak dan Sedekah Kita

Investasi Sosial dalam Islam – Beberapa sobat cahaya islam dan termasuk tim kami emang lagi getol banget sih mantengin soal ekonomi dunia baru baru ini. Ada banyak ketidak – pastian dan pertanyaan yang muncul dari balik carut marut dunia sekarang ini. Banyak banget yang harus kita raih dan upayakan dalam hal finansial. Baik dalam skala kecil – Besar, maupun jangka pendek dan panjang tentunya. Dari banyak banget hal yang udah kita pelajari itu, satu hal yang bisa kita tarik benang merahnya sih. Yaitu pentingnya investasi sejak dini.

Siapa sangka sebenernya kita dalam islam itu sendiri udah dapet pelajarannya lho. Bahkan kami yakin bahwa sobat cahaya islam yang membaca artikel ini juga sudah melaksanakannya berkali kali. Yaitu dengan melalui Zakat, infak ataupun dalam kegiatan Sedekah selama ini. Zakat, infak, dan sedekah memiliki ini punya peran yang sangat penting sebagai bentuk investasi sosial dalam Islam. Sebut saja itu adalah investasi long term yang keuntungannya bisa kita dapatkan jauh lebih besar imbal baliknya kelak di kampung akhirat. Kita bahas lebih lanjut yak.

Zakat sebagai Investasi Sosial dalam Islam, Sekaligus Pemurnian Harta Kita

Kita paham bahwa fungsi dan perintah perihal zakat itu sendiri adalah kewajiban yang harus dikeluarkan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Zakat memiliki fungsi utama sebagai alat redistribusi kekayaan di masyarakat, yang membantu mengurangi kesenjangan sosial dan kemiskinan. Dengan demikian, ketika membayar zakat, kita membantu memenuhi kebutuhan dasar orang-orang yang kurang mampu. Kita turut andil buat memberikan mereka kesempatan untuk hidup lebih layak, dan bahkan membuka peluang bagi mereka untuk meningkatkan kondisi ekonomi mereka. Hal ini pada akhirnya menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan harmonis.

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dalam hal ini seperti yang bisa kita petik dari Surat At Taubah ayat 103 ini kita tahu bahwad alam Islam, harta yang dizakatkan diyakini akan membawa keberkahan dan menjadi pembersih harta yang kita miliki, sekaligus mendorong terciptanya siklus ekonomi yang sehat di dalam masyarakat.

Solidaritas dan Investasi Sosia dalam Islam yang Lebih Fleksibel dengan Infak

Seperti definisinya, infak adalah pemberian sukarela yang tidak terikat pada jumlah tertentu dan bisa diberikan kapan saja. Jadi kita tidak perlu menghitung Nisab nya kalo soal ini. Infak bisa diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan, termasuk yang paling sering adalah mengarah kepada fasilitas umum seperti masjid, sekolah, atau proyek sosial masyarakat. Infak dapat digunakan untuk membangun dan memelihara infrastruktur sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Misalnya, membangun sekolah untuk pendidikan anak-anak atau klinik kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu. Ini adalah bentuk investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat berkelanjutan. Infak juga membantu memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di kalangan yang kurang beruntung.

Sedekah Bisa Melapangkan Jalan Rezeki dan Menolak Bala?

Ini mirip mirip dengan infak ya. Sedekah adalah bentuk amal yang bisa berupa uang, barang, atau bantuan lainnya yang diberikan kepada siapa saja tanpa batasan tertentu. Peran pentingnya sih, sedekah memiliki dampak langsung terhadap penerimanya. Ketika kita membantu seseorang yang kesulitan, kita bukan hanya meringankan beban mereka, tetapi juga memberikan harapan dan membangun rasa kebersamaan dalam masyarakat. Sedekah yang diberikan dengan ikhlas dapat meningkatkan rasa persaudaraan dan keharmonisan sosial.

مَّن ذَا ٱلَّذِى يُقْرِضُ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥٓ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَٱللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۜطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Kalo ibaratnya dalam Surat Al Baqarah itu adalah kita memberi hutang kepada Allah, lalu Allah menggantinya dengan berlipat ganda (Gimana enggak, lha Allah yang punya segalanya kan, haha). Ganti berlipat yang Allah berikan ini tidak langsung berupa uang segepok ya gaes. Sedekah juga diyakini dapat menolak bala dan mendatangkan keberkahan dalam hidup kita, serta memberikan dampak positif pada kehidupan spiritual dan material. Yang jelas janji Allah kasih lebih barokah itu pasti.

Jadi Mengapa Investasi Sosial dalam Islam itu Penting Pake Banget?

  1. Mengurangi Kesenjangan Sosial: Islam agama yang menyama – ratakan derajat manusia. Yang membedakan adalah ketaqwaan kita aja. Zakat, infak, dan sedekah membantu mengurangi kesenjangan antara yang kaya dan miskin, sehingga menciptakan masyarakat yang lebih adil dan harmonis.
  2. Peningkatan Kesejahteraan: Dengan mendistribusikan kekayaan kepada yang membutuhkan, kita membantu meningkatkan kesejahteraan individu dan masyarakat secara keseluruhan. Dan itu akan berpengaruh pada lingkungan hidup kita itu sendiri. Ketika orang orang sejahtera, tiada lagi kejahatan yang terjadi karena tingkat kehidupan yang yang buruk.
  3. Memperkuat Solidaritas: Tindakan ini memperkuat ikatan sosial, menumbuhkan rasa empati, dan membangun solidaritas di antara anggota masyarakat. Solidaritas inilah yang kemudian akan membangun masyarakat atau lingkungan yang madani.
  4. Keberkahan dan Pahala: Dalam perspektif spiritual, tindakan ini adalah cara untuk memperoleh keberkahan dan pahala dari Allah. Selain itu, ini juga merupakan cara untuk menghilangkan sifat kikir dan egoisme dalam diri.

***

Last but not least. Kita sebagai orang islam yang beriman kepada Allah dan senantiasa ingin menjalankan perintahnya, harus mulai melihat bahwa zakat, infak atau sedekah itu lebih dari sekedar bentuk ibadah saja. Perspektif kita harus lebih jauh dan lebih besar dari itu. Kita rubah deh pemikiran kita bahwa itu merupakan investasi sosial yang memberikan manfaat jauh lebih besar dari yang kita bayangkan. Dengan mengubah cara pandang demikian, zakat, infak, dan sedekah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan investasi sosial yang membawa manfaat luas, baik di dunia maupun di akhirat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY