Hari Tasyrik: Pengertian, Amalan serta Keutamaannya

0
49

Hari Tasyrik – Hari penting umat Islam yang jatuh pada tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah, tepatnya sehari setelah hari Idul Adha. Pada hari itu, diharamkan puasa, kata haram mempunyai maksud dimuliakan seperti halnya Tanah Haram yang meliputi Mekah, Madinah, dan sekitarnya, serta Bulan Haram (Muharram, Rajab, Dzulqaidah, dan Dzulhijjah). Sehingga, sobat Cahaya Islam dimuliakan oleh Allah untuk makan dan minum, justru kalau puasa malahan berdosa, sayangkan. Sebagaimana dalam hadis nabi berikut:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Artinya : “Hari-hari tasyriq adalah hari menikmati makanan dan minuman.” (HR. Muslim no. 1141)

Meskipun pada hari Tasyrik dilarang untuk berpuasa, sobat Cahaya Islam jangan sedih, atau berkerut wajah, masih ada banyak amalan penghasil pahala yang bisa dilakukan di hari itu. Berikut amalan-amalan dan keutamaannya yang bisa kita lakukan, hitung-hitung bisa tetap menabung pahala tanpa perlu puasa.

Amalan di Hari Tasyrik

  1. Menambah iman kepada Allah dengan perbanyak berdzikir.

Dzikir berarti mengingat, berzikir kepada Allah adalah mengingat kepada Allah kapan pun waktunya sebagai bentuk iman. Jika sudah melanggengkan berdzikir, perbuatan yang buruk bisa ditepis, yang awalnya niat melenceng dari koridor agama Islam perlahan bisa raib, pasalnya mengetahui, tidak ada tindakan di muka bumi ini yang luput dari penglihatan Sang Pencipta.

Adapun dzikir yang dapat dilakukan seperti takbiran yang bisa dikumandangkan setiap usai shalat fardhu mulai subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) sampai asar hari Tasyrik terakhir yaitu 13 Dzulhijjah.

  1. Bersyukur kepada Allah

Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali atas izin Allah, begitulah manusia makhluk yang lemah, terasa gamang bila tidak menyadari atas nikmat yang diberikan tidak dapat terhitung. Nikmat bisa berupa, kesehatan, kekayaan, kesempatan, dan tentu kebahagiaan bisa sampai pada titik ini.

Bagi sebagian orang yang mempunyai harta berlebih bisa bersyukur dengan cara berkurban mumpung masih ada kesempatan. Bersyukur bisa juga dengan cara mengucapkan hamdalah atau berbuat kebaikan kepada sesama, tersenyum pun dapat dikategorikan sebagai rasa bersyukur. Mudahkan.

  1. Silaturahmi dan berbagi

Amalan kali ini, bisa dilakukan kapan saja, silaturahmi dapat tetap dilakukan, baik secara langsung dengan berkunjung, atau lewat media sosial. Sobat Cahaya Islam silaturahmi merupakan kunci kehidupan bisa melancarkan rezeki dan memanjangkan umur. Adapun berbagi dapat dilakukan dengan cara membagikan daging kurban, jika dirasa cukup banyak dan dimungkinkan tidak habis, daripada mubazir lebih baik diberikan kepada orang lain.

  1. Menjaga lisan dan perbuatan tercela

Apa kalian tahu? Pada hakikatnya berkurban adalah menyembelih, ingat yang terpenting bukan kambing, sapi, atau unta yang hanya disembelih. Nafsu yang menganga meminta untuk dibelai pun perlu disembelih, agar tidak sampai terjerumus menjadi budak nafsu. Jadi, umat Islam sebisa mungkin bisa menjaga lisan dan perbuatan yang tercela, agar tidak menyesal pada akhirnya.

 

  1. Berbuat kebaikan dengan cara masing-masing

Hanya amal kebaikan yang akan menemani sampai mati. Ada banyak cara menebarkan kebaikan, dengan cara kalian masing-masing. Bisa disesuaikan dengan kiprah profesi kalian dalam masyarakat.

Sudah tidak lagi khawatirkan? Mendulang pahala melalui amalan-amalan di hari Tasyrik. Lima amalan di atas dapat segera dilakukan ya, sebelum terlambat.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!