Gus Miftah Beri Wejangan pada Pernikahan Aurel, Simak Bagaimana Ketentuan Hukum Pernikahan dalam Islam

0
41
pernikahan aurel

Pernikahan Aurel – Pernikahan Aurel Hermansyah dengan Atta Halilintar banyak disorot publik. Selain karena keduanya merupakan tokoh publik, serangkaian acara pernikahan yang mereka gelar juga menimbulkan kontroversi di kalangan penikmat hiburan acara pertelevisian.

Meski begitu, serangkaian acara pernikahan Aurel dengan Atta yang dimulai sejak Sabtu lalu (13/3) berjalan dengan baik. Sabtu kemarin (20/3) digelar acara pengajian bersama menjelang pesta pernikahan Aurel dan Atta. Anang Hermansyah selaku ayah kandung dari Aurel meminta Gus Miftah untuk mengisi acara pengajian tersebut.

Mengutip pikiran-rakyat.com, pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji yang ada di Sleman tersebut menyampaikan beberapa pesan kepada Aurel dan Atta khususnya tentang nikah muda. Menurut Gus Miftah, yang jadi patokan dari pernikahan itu bukan perihal usia. Namun, bagaimana memilih pasangan yang tepat untuk menuju ridho-Nya.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa pernikahan Aurel dengan Atta terbilang sebagai nikah muda. Aurel berusia 22 tahun dan Atta berusia 26 tahun. Namun, kembali lagi seperti apa yang Gus Miftah sampaikan di atas. Gus Miftah juga memberikan nasihat pada kedua calon mempelai tentang bagaimana menjadi istri atau suami yang sesuai agama.

Sobat Cahaya Islam, untuk diketahui bahwa pernikahan Aurel dengan Atta rencananya akan dilaksanakan pada 3 April 2021 mendatang. Nah, menanggapi nasihat yang disampaikan oleh Gus Miftah, kita dapat mengambil beberapa pelajaran untuk mengetahui ketentuan hukum pernikahan dalam Islam. Simak penjelasannya berikut ini:

Wejangan Pernikahan Aurel, Catat Ketentuan Hukum Pernikahan dalam Islam

Sebagaimana penjelasan di atas tentang pernikahan Aurel dengan Atta, dalam Islam terdapat beberapa hukum yang mengatur tentang sebuah pernikahan. Benar apa yang dikatakan Gus Miftah bahwa pernikahan tidak hanya memandang usia. Berikut ini ketentuan hukum penikahan dalam Islam yang wajib Sobat Cahaya Islam ketahui:

1.      Sunnah

Menikah merupakan salah satu ibadah bagi umat Islam. Anjuran menikah juga diberikan oleh Rasulullah SAW dalam hadistnya:

“Wahai para pemuda, jika kalian telah mampu, maka menikahlah. Sungguh menikah itu lebih menenteramkan mata dan kelamin. Bagi yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa bisa menjadi tameng baginya.” (HR. Bukhori Nomor 4779).

Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa seseorang yang sudah mampu dalam hal cukup umur, sesuai syarat dan rukun pernikahan, kesiapan mental, finansial, nafkah untuk keluarga maka dianjurkan untuk menikah. Jika dirasa belum mampu sebaiknya menahan diri terlebih dahulu.

pernikahan aurel

2.      Makruh

Pernikahan dihukumi makruh apabila seseorang tidak berkeinginan untuk menikah sebab memang kehendak dirinya yang merasa tidak ingin menikah, atau sebab penyakit yang membuatnya ragu dapat menafkahi keluarga atau tidak. Dalam hal ini pernikahan dihukumi makruh karena ditakuktan tidak dapat memenuhi hak dan kewajiban dalam rumah tangga.

3.      Lebih Baik Tidak Menikah

Berbeda dengan hukum pernikahan yang makruh. Hukum yang menyatakan lebih baik tidak menikah adalah jika seseorang telah “mampu” tetapi tidak ada keinginan untuk menikah, atau tidak membutuhkan sebuah pernikahan sebab urusan pekerjaan atau menuntut ilmu.

pernikahan aurel

4.      Lebih Baik Menikah

Ketentuan hukum pernikahan yang terakhir adalah lebih baik menikah bagi seseorang yang telah “mampu” dan tidak disibukkan dengan urusan pekerjaan ataupun waktunya untuk menuntut ilmu. Maka menikah lebih baik dalam hal ini, tentu saja dengan syarat dan rukun pernikahan yang telah ditentukan dalam Islam.

Sobat Cahaya Islam, wejangan Gus Miftah pada pernikahan Aurel dan Atta patut kita resapi dengan tetap mempertimbangkan ketentuan hukum pernikahan di atas. Wallahu a’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY