Memperingati Hari Puisi Sedunia, Belajar dari Penyair Abu Nawas

0
37
hari puisi sedunia

Hari Puisi Sedunia –Hari Puisi Sedunia diperingati setiap tanggal 21 di bulan Maret. Saat mendengar kata puisi maka akan terlintas dalam pikiran kita sosok Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, W.S. Rendra, dan masih banyak penyair puisi lain yang sosoknya akan tetap dikenang sepanjang masa.

Berbicara tentang Hari Puisi Sedunia, nampaknya akan menjadi pertanyaan jika kita tidak mengetahui sejarahnya. Hari Puisi Sedunia dimulai sejak UNESCO menetapkan tanggal 21 Maret sebagai Hari Puisi Sedunia. Hal ini ditetapkan melalui resolusi konferensi umum ke-30 yang terletak di Paris.

Selain itu, hari Puisi Sedunia juga diperingati agar karya seni berupa puisi tidak dianggap sebuah seni yang ketinggalan zaman. Di samping puisi, peringatan hari puisi diupayakan agar dialog antar seni puisi tetap berkembang dalam tataran kesenian teater, tari, musik, bahkan seni lukis.

Sobat Cahaya Islam, perlu diketahui juga bahwa 21 Maret bersamaan dengan lahirnya penyair puisi asal Damaskus, Nizar Qabbani. Nizar dikenal sebagai penyair melegenda di Damaskus. Ia merupakan lulusan Universitas Damaskus yang kemudian mendirikan penerbitan sendiri di Beirut.

Nizar Qabbani telah melahirkan beberapa karya puisi seperti Qalat LiAl-Samra (Perempuan Cokelat Berkata Padaku). Namun, sepeninggalan anak dan istrinya, Nizar dikecam dengan tidak diperbolehkannya ia berkarya. Bahkan, puisi-puisinya dianggap terlalu vulgar. Sehingga, puisi-puisinya dilarang beredar di daerah Timur Tengah, khususnya Arab Saudi.

Sobat Cahaya Islam, menanggapi hari Puisi Sedunia tentu erat kaitannya dengan seorang penyair. Namun, tahukan Sobat Cahaya Islam penyair terkenal pada masa Rasulullah SAW? Namanya juga berpengaruh pada masa khalifah dinasti Abbasiyah Harun Ar-Rasyid. Simak ulasannya berikut ini.

Menyimak Tokoh Abu Nawas pada Hari Puisi Sedunia

Selain Sapardi Djoko Damoni, W.S. Rendra, Chairil Anwar, Islam pada masa Rasulullah juga telah memiliki sosok penyair terkenal. Siapa lagi kalau bukan Abu Nawas atau Abu Nuwas atau pemilik nama asli Abu Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami. Tahukah Sobat Cahaya Islam siapa Abu Nawas tersebut? Simak penjelasan di bawah ini:

1.      Penyair Jenaka

Sosok Abu Nawas banyak dikenal sebagai penyair jenaka yang cerdik. Karya-karyanya lahir dari pengalaman hidup yang ia jalani. Karya yang ia hasilkan tidak melulu persoalan yang bersifat tradisional, tetapi tentang kehidupan di kota, tentang bagaimana minuman anggur, dan segala syair yang lucu. Karyanya terkumpul dalam judul “Diwan Abi Nuwas”.

Dalam Al-Quran disebutkan tentang kisah penyair jahiliyah. Begini artinya:

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap- tiap lembah dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)? kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezhaliman. Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS Asy-Syu’araa’ Ayat 224-227)

hari puisi sedunia

2.      Perjalanan Hidup Abu Nawas

Abu Nawas terlahir dalam keadaan Yatim. Beliau lahir sekitar tahun 747 M di kota Ahvaz, Iran. Setelah itu Abu Nawas dan ibunya pindah ke Basra, Irak. Mulai dari situ Abu Nawas banyak belajar tentang ilmu hadist, sastra Arab, Al-Quran, dan banyak lagi. Abu Nawas juga pergi ke Kuffah untuk menyempurnakan ilmunya tentang kesusastraan Arab.

hari puisi sedunia

Nah, itu tadi sedikit cerita tentang Abu Nawas sebagai sosok penyair pada masa Rasulullah SAW. Hari Puisi Sedunia juga diperingati sebagai apresiasi kepada para seniman dan penyair agar karya mereka tetap abadi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY