Peringatan Hari Air Sedunia, Inilah Klasifikasi Air dalam Perspektif Islam!

0
37
Hari Air Sedunia

Hari Air Sedunia – Tepat pada tanggal 22 Maret, ditetapkan sebagai Hari Air Sedunia. Hal ini sebagai salah satu tanda betapa pentingnya keberadaan air di muka bumi. Milyaran manusia yang berdaa di bumi senantiasa tidak lepas dari kebutuhan air.

Peringatan ini senantiasa memberikan kesadaran untuk setiap manusia agar dapat mencegah krisis air secara global. Setiap makhluk yang ada di bumi, baik manusia, hewan dan tumbuhan tidak akan bisa hidup tanpa ada air.

Sobat Cahaya Islam, keberadaan air amatlah penting dalma menunjang ibadah yang dilakukan seorang muslim. Air sebagai kebutuhan utama yang dibutuhkan ketika berhadas. Maka dari itu, Islam memandang penting keberadaan air. Hal ini sebagai salah satu karunia Allah SWT yang patut disyukuri.

Firman Allah SWT:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ ۚ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۚ إِنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 “Dan di antara tanda-tanda-Nya (Ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Qs. 41 ayat 39)”

Klasifikasi Air dalam Perspektif Islam

Untuk bersuci dari hadas maupun najis, keberadaan air sangatlah penting. Di dalam Fiqih Islam, air dijelaskan sedemikian rupa hingga diklasifikasikan menjadi beberapa kategori. Di antara macam-macam air tersebut yakni sebagai berikut.

1.    Air Mutlak (Air yang Suci dan Menyucikan)

Klasifikasi pertama yaitu air mutlak dan termasuk ke dalam air yang suci dan menyucikan. Terdapat tujuh macam air yang termasuk ke dalam kategori air mutlak.

Di antara air tersebut yakni air mata air, air sumur, air sungai, air hujan, air laut, air embun, serta air salju/ hujan es. Ketujuh macam air tersebut merupakan air mutlak dengan catatan tidak ada perubahan terhadap sifat asli penciptaannya.

Perubahan pada air akan berpengaruh pada hukum penggunaannya. Misalnya, di antara air mutlak tersebut tercampur dengan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan, seperti debu, lumut dan sebagainya. Hal ini akan mengubah air mutlak yang sifatnya bersumber dari bumi atau turun dari langit.

2.    Air Musyammas

Selanjutnya, terdapat air musyammas yakni air yang sudah terkena terik sinarmatahari yang disimpan di dalam wadah terbuat dari besi atau tembaga.

Termasuk ke dalam air suci dan menyucikan, tetapi hukumnya makruh jika digunakan untuk bersuci. Air ini masih bisa digunakan untuk mencuci pakaian. Sebaliknya, tidak dianjurkan untuk digunakan pada anggota badan yang memiliki kusta dan semacamnya.

Hari Air Sedunia

3.    Air Suci yang Tidak Menyucikan

Untuk jenis air yang satu ini termasuk ke dalam air yang suci, tetapi tidak bisa digunakan untuk bersuci. Hal ini berlaku baik bersuci menghilangkan hadas maupun najis.

Terdapat dua macam air suci yang tidak menyucikan yakni air musta’mal dan air mutaghayar. Air yang sudah digunakan untuk bersuci disebut dengan air musta’mal.

Adapun yang dimaksud dengan air mutaghayar adalah air yang mengalami perubahan terhadap sifatnya. Hal ini disebabkan karena air tersebut tercampur dengan air lainnya yang menjadikannya hilang kemutlakannya. Misalnya air mata air yang dicampur dengan teh menajdi air teh. Hal inilah yang menjadikan air mutlak berubah kemutlakannya.

4.    Air Mutanajis

Kategori lainnya yakni air mutanajis yang termasuk ke dalam air yang tidak suci dan tidak menyucikan. Dinamakan air mutanajis karena terkena najis dengan volume air kurang dari dua qullah. Air ini biasanya mengalami perubahan baik dari sifat, warna rasa hingga bau yang tercium. Dikarenakan terkenan najis, sifatnya pun akan berubah. Air mutanajis tidak bisa digunakan untuk bersuci. Hal ini dikarenakan dzat airnya tidak suci.

Demikianlah Sobat Cahaya Islam, ulasan singkat terkait klasifikasi air dalam perspektif Islam. Semoga dengan adanya peringatan Hari Air Sedunia memberikan kesadaran untuk bisa menggunakan air secukupnya. Hal ini tentu menyesuaikan dengan kebutuhan, tanpa bersikap boros dalam penggunaannya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY