Hari Air Sedunia, Inilah Klasifikasi Air dalam Perspektif Islam!

0
67
Hari Air Sedunia

Hari Air Sedunia – Tepat pada tanggal 22 Maret, di tetapkan sebagai Hari Air Sedunia. Hal ini sebagai salah satu tanda betapa pentingnya keberadaan air di muka bumi. Milyaran manusia yang berada di bumi senantiasa tidak lepas dari kebutuhan air.

Peringatan ini senantiasa memberikan kesadaran untuk setiap manusia agar dapat mencegah krisis air secara global. Setiap makhluk yang ada di bumi, baik manusia, hewan dan tumbuhan tidak akan bisa hidup tanpa ada air.

Sobat Cahaya Islam, keberadaan air amatlah penting dalam menunjang ibadah yang seorang muslim lakukan. Air sebagai kebutuhan utama yang di butuhkan ketika berhadas. Maka dari itu, Islam memandang penting keberadaan air. Hal ini sebagai salah satu karunia Allah SWT yang patut disyukuri.

Firman Allah SWT:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ ۚ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۚ إِنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 “Dan di antara tanda-tanda-Nya (Ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Qs. 41 ayat 39)”

Klasifikasi Air dalam Perspektif Islam

Untuk bersuci dari hadas maupun najis, keberadaan air sangatlah penting. Di dalam Fiqih Islam, air di jelaskan sedemikian rupa hingga terklasifikasikan menjadi beberapa kategori. Di antara macam-macam air tersebut yakni sebagai berikut.

1.    Air Mutlak (Air yang Suci dan Menyucikan)

Klasifikasi pertama yaitu air mutlak dan termasuk ke dalam air yang suci dan menyucikan. Terdapat tujuh macam air yang termasuk ke dalam kategori air mutlak.

Di antara air tersebut yakni air mata air, air sumur, air sungai, air hujan, air laut, air embun, serta air salju/ hujan es. Ketujuh macam air tersebut merupakan air mutlak dengan catatan tidak ada perubahan terhadap sifat asli penciptaannya.

Perubahan pada air akan berpengaruh pada hukum penggunaannya. Misalnya, di antara air mutlak tersebut tercampur dengan sesuatu yang tidak bisa di hindarkan, seperti debu, lumut dan sebagainya. Hal ini akan mengubah air mutlak yang sifatnya bersumber dari bumi atau turun dari langit.

2.    Air Musyammas

Selanjutnya, terdapat air musyammas yakni air yang sudah terkena terik sinar matahari yang tersimpan di dalam wadah terbuat dari besi atau tembaga.

Termasuk ke dalam air suci dan menyucikan, tetapi hukumnya makruh jika di gunakan untuk bersuci. Air ini masih bisa di gunakan untuk mencuci pakaian. Sebaliknya, tidak di anjurkan untuk di gunakan pada anggota badan yang memiliki kusta dan semacamnya.

Hari Air Sedunia

3.    Air Suci yang Tidak Menyucikan

Untuk jenis air yang satu ini termasuk ke dalam air yang suci, tetapi tidak bisa untuk bersuci. Hal ini berlaku baik bersuci menghilangkan hadas maupun najis.

Terdapat dua macam air suci yang tidak menyucikan yakni air musta’mal dan air mutaghayar. Air yang sudah di gunakan untuk bersuci disebut dengan air musta’mal.

Adapun yang di maksud dengan air mutaghayar adalah air yang mengalami perubahan terhadap sifatnya. Hal ini di sebabkan karena air tersebut tercampur dengan air lainnya yang menjadikannya hilang kemutlakannya. Misalnya air mata air yang bercampur dengan teh menjadi air teh. Hal inilah yang menjadikan air mutlak berubah kemutlakannya.

4.    Air Mutanajis

Kategori lainnya yakni air mutanajis yang termasuk ke dalam air yang tidak suci dan tidak menyucikan. Di namakan air mutanajis karena terkena najis dengan volume air kurang dari dua qullah. Air ini biasanya mengalami perubahan baik dari sifat, warna rasa hingga bau yang tercium. Dikarenakan terkenan najis, sifatnya pun akan berubah. Air mutanajis tidak bisa di gunakan untuk bersuci. Hal ini karena dzat airnya tidak suci.

Demikianlah Sobat Cahaya Islam, ulasan singkat terkait klasifikasi air dalam perspektif Islam. Semoga dengan adanya peringatan Hari Air Sedunia memberikan kesadaran untuk bisa menggunakan air secukupnya. Hal ini tentu menyesuaikan dengan kebutuhan, tanpa bersikap boros dalam penggunaannya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY