Ghibah, Bolehkah Dilakukan Saat Sedang Berpuasa?

0
79
ghibah

Ghibah – Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, namun akan sangat ternodai bila diisi dengan hal – hal yang tak berfaedah seperti gosip alias ghibah. Seluruh kaum muslimin menyadari bahwa aktivitas ini termasuk akhlaqul madzmumah (akhlaq yang buruk). Namun, faktanya bahkan di bulan Ramadhan pun ghibah tetap menjadi aktivitas favorit bagi para kaum hawa.

Sobat Cahaya Islam, ghibah diharamkan dalam Islam. Aktivitas menyampaikan keburukan orang lain adalah suatu kedzaliman dan menyakiti kaum muslimin lainnya. Allah SWT sangat membenci orang – orang yang malah melestarikan aktivitas tersebut. Kendati demikian, nyatanya aktivitas tersebut tidak dapat dihilangkan begitu saja meskipun sudah masuk di pertengahan puasa.

Apa Dampak Negatif Bagi Kaum Muslimin yang Melakukan Ghibah di Bulan Puasa?

Sebagai kaum muslimin, melakukan sebuah aktivitas harus berlandaskan hukum syariat Islam apakah hal tersebut haram atau tidak. Sementara, kedudukan ghibah sendiri dalam Islam jelas sudah diharamkan bahkan dianalogikan seperti memakan bangkai saudara sendiri. Dalam kehidupan nyata tentu hal ini sangat menjijikkan bukan?

Gambaran analogi tersebut sebenarnya sudah dikabarkan melalui salah satu ayat Al-Quran :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)

Walaupun teknologi sudah mengalami kemajuan yang pesat, tetap saja bergosip menjadi bumbu utama dalam percakapan antar teman. Lebih parahnya, momen berbuka puasa malah dijadikan area untuk bergosip. Padahal, sudah selayaknya momen berbuka dijadikan ajang untuk mendulang pahala dan berdoa setulus hati.

Maka dari itu, sudah selayaknya bagi kaum muslimin yang mengetahui hukum gosip untuk menghindarinya. Kemudian, begosip sendiri memang tidak dapat membatalkan puasa, tapi mengurangi pahala.

Masalahnya, tidak ada sobat cahaya Islam yang mengetahui berapa kadar pahala yang didapatkan saat berpuasa bukan? Lantas, bilamana pahala itu dikurangi lantaran bergosip? Sungguh hal tersebut merupakan kerugian yang amat nyata.

3 Tips Menghindari Ghibah

1.      Buatlah Puasa yang Produktif

ghibah

Tips pertama untuk mengatasi diri agar bisa maksimal puasanya, buatlah jadwal seketat mungkin untuk mendulang pahala. Jadwal yang dimaksud tidak hanya masalah jadwal mengikuti kajian online maupun belajar Quran saja, namun masukkan juga deadline tugas yang akan diselesaikan.

Insya Allah, seluruh aktivitas positif berlandaskan syariah akan dinilai ibadah di mata Allah SWT serta diberikan pahala berlipat ganda di bulan puasa. Tertarik? Sobat Cahaya Islam bisa memulainya dengan mengunduh beberapa template planner sederhana jika tak mau ribet membuatnya sendiri.

2.      Pilih Teman yang Sholih & Sholihah

ghibah

Selain membuat jadwal keseharian, cobalah untuk mulai memilih dan memilah teman. Hal ini akan menjadi gerbang awal agar dapat membentengio diri dari aktivitas mendengar dan beragurmen tentang keburukan oang lain. Sebab, semua manusia memang sejak awal terakhir sebagai makhluk yang hina dina. Sungguh tak layak bila saling membicarakan keburukan orang lain.

Dengan adanya teman sholih dan sholihah, diri akan lebih termotivasi untuk senantia berprogress menjadi muslim yang sempurna. Selain itu, hal ini pun juga sangat dicintai Allah SWT.

3.      Tinggalkan Lingkungan Pergosipan

Ketiga, jangan ragu untuk meninggalkan lingkunga yang membuat diri menjadi lebih terjerumus dalam jurang pergosipan. Tentu lingkungan ini adalah toxic bagi keimanan dalam diri. Alangkah lebik baiknya berhijrah ke lingkungan yang mendukung dalam syiar agama Islam.

Nah Sobat Cahaya Islam, itu tadi beberapa ulasan mengenai ghibah yang masih menjadi kewajaran di lingkungan masyarakat sekarang. Semoga setelah mengetahuinya, Sobat Cahaya Islam mau untuk menyampaikan dan menaehati bahwa itu adalah hal yang melahirkan dosa dalam diri.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY