Bagaimana Hukumnya Puasa jika Tidak Shalat Wajib?

0
76
shalat wajib

Shalat Wajib – Sebagai kaum muslimin, perlu dipahami bahwa shalat wajib atau fardhu adalah kewajiban yang harus dijalankan kaum muslimin. Sekalipun sakit, umat muslim harus tetap sholat fardhu dan tidak harus dengan gerakan normal. Bahkan, shalatnya orang sakit bisa dalam keadaan terbaring saja semisal kondiri diri tidak mampu untuk bangun.

Sobat Cahaya Islam, bagi kaum muslimin shalat wajib adalah tiangnya agama. Selain itu, ibadah ini menjadi jembatan komunikasi secara langsung antara umat muslim dan Allah SWT. Namun, ternyata di bulan Ramadhan seperti ini nyatanya masih banyak orang yang rela meninggalkan shalat fardhu tanpa penyesalan yang mendalam.

Bagaimana Hukum Orang Berpuasa yang Tidak Melaksanakan Shalat Wajib?

Sobat Cahaya Islam, orang yang tidak melakukan shalat wajib hukumnya mendapatkan dosa. Seharusnya, bulan Ramadhan menjadi momen pertaubatan. Akan sangat merugi bila tidak dimaksimalkan dan malah dinodai dengan meninggalkan shalat.

Hal tersebut memang tidak membatalkan puasa, tapi menjadikan pahala puasa tidak sempurna dan belum tentu diridhoi oleh Allah SWT. Puasa Ramadhan yang dijalankan malah akan terasa seperti menahan dari makan dan minum semata tanpa ada usaha untuk melaksanakan ibadah lainnya.

3 Akibat Tinggalkan Shalat Wajib

Sobat Cahaya Islam, tentu seluruh umat muslim memahami bahwa Allah SWT adalah Sang Maha Pengampun walaupun kesalahannya bertumpuk – tumpuk. Hanya saja, hal tersebut tidak boleh dijadikan dalih untuk menghindari proses pertaubatan. Seseorang yang secara sadar meninggalkan shalat fardhu harus segera bertaubat.

Namun, bila umat tersebut bahkan tak ingin melakukan pertaubatan, Allah SWT telah menjamin golongan orang semacam ini agar mendapatkan balasannya. Beberapa akibat diantaranya adalah :

1. Mendapat Predikat Dzalim

Salah satu dampak dari meninggalkan shalat yakni terkategorikan sebagai orang yang dzalim. Ya, umat muslim memang akan menganiaya dirinya sendiri jika secara sukarela meninggalkan shalat fardhu.

shalat wajib

2. Menjadi Orang Kafir

Dalam Islam, umat muslim dapat dikategorikan sebagai orang kafir jika meninggalkan shalat. Hal ini berdasarkan apa yang sudah disampaikan Rasulullah SAW. Selain itu, kekafirannya Memnag tidak diartikan bahwa hamba tersebur keluar dari agama Islam, tapi karena meragukan shalat itu sendiri.

Hadits Rasulullah yang dijadikan landasan penyampaian diatas yakni :

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ l

“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257).

3. Kehidupan yang Sempit

shalat wajib

Selain itu, umat muslim harus mampu menyadari bahwa orang yang rela meninggalkan shalat fardhu akan diberikan penghiduoan yang sempit di dunia. Konteks sempit bukan hanya dalam ranah finansial saja, tapi juga seperti dari segi keharmonisan keluarga, karir maupun aspek yang dicita – citakan hamba tersebut.

Wajar saja hal ini terjadi bukan? Karena memang orang yang tidak pernah shalat terkadang enggan menyampaikan do’a baik untuk dirinya. Sehingga, apapun aktivitas yang dilakukan bisa jadi umat tersebut akan kehilangan arah karena kehidupan sempit yang dimiliki.

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah ulasan mengenai hukum seorang muslim yang tidak shalat wajib padahal menjalankan puasa. Tidak dipungkiri memang hal itu masih banyak dijumpai. Namun, sebagai sesama umat muslim, alangkah baiknya jika turut menyampaikan dakwah kepada umat yang belum memahaminya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY