Dukun pengganda uang Banjarnegara – Saat ini sedang hangat di pemberitaan media sosial. Pasalnya dukun yang katanya dapat menggandakan uang itu nyatanya melakukan pembunuhan pada beberapa orang. Tentu ada motif tersendiri dari apa yang yang terjadi.
Sebelumnya masyarakat hanya mengenal Mbah Slamet sebagai dukun pengganda uang, tetapi saat ini ia tertangkap sebagai seorang pembunuh. Pihak kepolisian sudah melakukan penangkapan pada Mbah Slamet dan akan melakukan serangkaian pemeriksaan.
Salah seorang anak korban pembunuhan itu melaporkan Mbah Slamet, oleh karena itu kasus pembunuhan ini pun terbongkar. Tentu ada motif di balik aksi pembunuhan ini. Mbah Slamet melakukan pembunuhan, di mana negara dan agama Islam sangat melarang perlakuan tersebut.
وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّۗ وَمَنْ قُتِلَ مَظْلُوْمًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِوَلِيِّهٖ سُلْطٰنًا فَلَا يُسْرِفْ فِّى الْقَتْلِۗ اِنَّهٗ كَانَ مَنْصُوْرًا
Artinya:
‘Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sungguh, Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan.’
Motif Pembunuhan Dukun Pengganda Uang Banjarnegara
Pihak berwajib sudah menelusuri kasus ini, di mana mereka menemukan beberapa fakta yang menjadi motif Mbah Slamet melakukan pembunuhan ini.
1. Janji yang Tak Tertepati
Saat pihak kepolisian memeriksa lebih dalam kasus ini, mereka menemukan bahwa dukun pengganda uang Banjarnegara ini tidak melakukan semuanya sendiri. Mereka menemukan kenyataan bahwa ada seorang tangan kanan yang membantu Mbah Slamet untuk melakukan aksinya.
Mbah Slamet meminta seseorang untuk menjadi tangan kanannya dan menyebarkan informasi tentang kemampuannya yang dapat menggandakan uang. Setelah itu, saat ada seseorang yang datang dan memberikan uang kepadanya dengan maksud untuk digandakan. Ia hanya menerima uang itu, tidak menggandakannya.


Ia yang sebenarnya tidak memiliki kemampuan seperti itu, mengambil jalan lain untuk mendapatkan uang. Ia menipu orang lain untuk mendapatkan uang. Ia mengatakan pada para korbannya jika ia akan menggandakan uangnya dan mengembalikannya, tetapi hal itu tidaklah terealisasikan.
Sobat Cahaya Islam, kita harus mencari rezeki dengan cara yang halal. Jangan menipu orang lain untuk kepentingan diri kita sendiri.
إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ النَّارُ أَوْلَى بِهِ
Artinya:
‘Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta yang haram. Neraka lebih pantas untuknya.’ (HR Ahmad dan Ad Darimi)
2. Kesal Ditagih
Mbah Slamet yang sudah berjanji untuk menggandakan uang tersebut tentu memberi harapan untuk para korban. Dari harapan itu, para korban pun terus menagih uang yang dijanjikan oleh Mbah Slamet.
Namun, Mbah Slamet yang tidak bisa mengembalikannya pun merasa kesal karena terus menerus ditagih. Kekesalan yang ada dalam hatinya yang membuatnya melakukan hal kejam seperti itu.
Mbah Slamet melakukan pembunuhan dengan cara mencampurkan minuman korbannya dengan potas yang berbahaya dan menyebabkan kematian.
3. Pembunuhan Berencana Bersama Tangan Kanannya
Kepolisian sudah menyatakan jika kasus ini masuk dalam kasus pembunuhan berencana. Di mana Mbah Slamet dan tangan kanannya sudah merencanakan pembunuhan itu.


Selama ini mereka memberikan keterangan para korban jika mereka akan mengembalikan uang itu dengan jumlah yang lebih besar. Namun pada kenyataannya mereka menggunakan uang itu untuk membayar hutang.
Sobat Cahaya Islam, Islam melarang kita untuk saling membunuh sesama kita. Agama Islam menganjurkan kita untuk saling menyayangi, sebab sesama kita adalah saudara. Namun, terkadang uang dan kekayaan membutakan kita.
Jika kita ingin mendapatkan uang untuk kehidupan kita, maka sebaiknya kita cari pekerjaan yang halal. Ada banyak sekali pekerjaan yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan uang secara halal. Di balik kita berusaha, kita juga harus selipkan doa kepada-Nya.
































