Benny Tjokro Divonis karena Korupsi, Ketahui Bahayanya Muslim Menafkahi dengan Harta Haram

0
26

Benny Tjokro – Seorang pengusaha yang terjerat kasus korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya d an dikabarkan divonis penjara seumur hidup.  Bukan hanya itu, keluarganya dituntut untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 6,078 triliun oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Senin lalu 26 Oktober 2020.

Kasus Benny Tjokro jelas merugikan keuangan negara. Apalagi, kasusnya bukan hanya terkait korupsi saja melainkan juga pencucian uang melalui beberapa perusahaan yang dikendalikannya PT Pelita Indo Karya, PT Royal Bahana Saksi, PT Royal Bahana Sakti, PT Surya Agung Maju, dan lainnya.

Lagi-lagi korupsi menyesaki Indonesia, di mana kedudukan bisa membuat orang berkuasa merebut hak yang bukan miliknya. Sungguh miris lagi, bila hasil korupsi digunakan untuk menafkahi keluarga yang belum tentu tahu jika apa yang dinafkahinya adalah harta haram.

 

Sobat Cahaya Islam, muslim perlu tahu mengenai ketentuan harta yang halal baik dari cara memperolehnya maupun jenis pekerjaan yang memang tidak diperbolehkan oleh agama seperti pencuri, perampok, dan lainnya.

Terkait cara memperolehnya yang awalnya pekerjaan itu halal hukumannya bisa berubah menjadi haram, semisal menjadi politikus adalah pekerjaan yang halal tetapi saat di perjalanan terbujuk untuk korupsi sama saja tidak dibenarkan.

Oleh karena itu, mari kita bahas bersama bahayanya muslim menafkahi dengan harta haram dengan harapan umat Islam tidak ada yang melakukannya.

Jangan Korupsi seperti Benny Tjokro, Ingat Bahayanya Menafkahi dengan Harta Haram

Sebagai muslim perlu hati-hati dalam mencari rezeki, mengingat Nabi Muhammad SAW pernah bersabda memberi peringatan sebagai berikut.

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

“Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau yang haram.” (HR. Bukhari no. 2083, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).

Hadis di atas, memang sudah banyak faktanya banyak orang mengincar harta tanpa berpikir panjang lebar harta itu halal atau haram bila dinafkahkan kepada keluarganya. Maka dari itu, dalam memilih pekerjaan dan menjalankan perlu menanamkan nilai-nilai agama di dalamnya.

Pekerjaan yang tidak baik sesuai agama baik dari jenisnya, maupun prosesnya harus dihindari umat Islam karena menghasilkan harta haram. Harta haram sendiri berakibat bahaya.

Bahayanya Harta Haram

Berbahaya! Sebuah peringatan yang bukan main-main terkait menafkahi dengan harta haram karena berdampak besar dalam kehidupan.

  1. Menjauhkan dari Allah SWT

Harta haram yang diperoleh dari pekerjaan atau perbuatan yang dilarang tentu membuat muslim jauh dengan Allah SWT karena terlanjur masuk perangkap syaitan. Bahkan hatinya bisa keras, nasihat-nasihat yang baik sulit diterimanya.

  1. Bisa Menyebabkan Musibah

Bahaya selanjutnya yakni bisa menyebabkan musibah, sebagai hukum kausalitas (sebab-akibat) manakala bisa berupa hukuman pidana secara hukum yang berlaku di negara, maupun musibah seperti terkena sakit parah atau tiba-tiba bangkrut alias gulung tikar.

  1. Doanya tidak Dikabulkan

Allah SWT dalam Al-Qur’an dijelaskan akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang memohon, tetapi karena telah keburu jauh dari Allah SWT. Allah pun juga akan menjauhkan dikabulkannya doa yang dipanjatkan.

Apabila telah terlanjur menafkahi dengan harta haram sebaiknya segera bertobat dengan sungguh-sungguh, selagi masih diberi kesempatan.

Sobat Cahaya Islam, semoga setelah mengetahui bahayanya menafkahi dengan harta haram, kita terhindar dari harta haram. Serta semoga Benny Tjokro segera sadar atas kesalahannya dan bertobat. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY