Dorce meninggal dunia – Publik dibuat terkejut akan berita duka ini. Dorce dikabarkan meninggal dunia karena terpapar COVID-19 pada tanggal 16 Februari 2022 pada pukul 07.30 di rumah sakit Pertamina.
Sebelumnya Dorce atau lebih dikenal bunda Dorce dikabarkan sering bolak-balik ke rumah sakit karena mengidap penyakit diabetes dan alzheimer, kemudian dikabarkan meninggal dunia dihari kemarin akibat COVID.
Dorce Gamalama memiliki nama asli Dedi Yuliardi merupakan seorang artis, penyanyi, pembawa acara, sekaligus pelawak senior di jagat hiburan. Ya, perlu sobat cahaya Islam ketahui Dorce memang terlahir sebagai laki-laki sampai diperjalanan karirnya ia memutuskan untuk menjadi seorang perempuan. Lalu bagaimana proses pengurusan jenazahnya?
Pengurusan Jenazah Dorce Gamalama
Meskipun Dorce pernah berpesan ingin pengurusan jenazah selayaknya perempuan, tapi tidak dibenarkan dalam syariat Islam. Berita ini tersebar dan menjadi kontroversi, sehingga banyak ustadz, seperti Ustadz Adi Hidayat, Buya Yahya, Gus Miftah berkomentar perihal wasiat Dorce.
Mereka berpendapat bahwa Islam mengharuskan pengurusan jenazah sebagaimana Kodrat yang sebenernya, apabila ia terlahir sebagai laki-laki maka pengurusan jenazah harus sebagai laki-laki.
Pada awalnya Dorce menolak dan tetap teguh dengan pendiriannya, namun diberi pemahaman kembali oleh Buya Yahya sampai ia luluh pada akhirnya pengurusan jenazahnya sesuai dengan kodrat yang sebenarnya.
Perlu sobat cahaya Islam ketahui, walaupun begitu proses pemandian jenazah dan pemakaman sesuai dengan protokol kesehatan karena Dorce terpapar COVID. Berikut tata cara pengurusan jenazah Dorce meninggal dunia yang terpapar COVID.
Memandikan Mayit
Di tengah wabah penyakit yang sedang merebak pengurusan jenazah memiliki sedikit perubahan hal ini berdasarkan kesepakatan para ulama.
Jenazah yang terkena covid tetap dimandikan tetapi tanpa melepas pakaian, sebelumnya petugas membersihkan terlebih dahulu kemudian mengucurkan air secara merata.
Jika keadaan tidak memungkinkan maka mayat boleh ditayamumkan. Proses pengurusan jenazah ini harus disegerakan, sebagaimana sabda nabi;
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: أَسْرِعُوا بِالْجِنَازَةِ فَإِنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُونَهَا وَإِنْ يَكُ سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ
“Segeralah mengurus jenazah. Karena jika jenazah itu adalah orang shalih, berarti kalian telah mempercepat kebaikan untuknya. Dan jika jenazah tersebut selain orang shalih, berarti kalian telah meletakkan kejelekan di pundak kalian.”
(HR Bukhari no 1315 dan Muslim no 944).
Mengkafani mayit
Mayit dikafani dengan kain menutup seluruh tubuh, lalu dimasukan ke dalam kantong jenazah yang tidak dapat tembus air. Ini bertujuan untuk menghindari penyebaran virus tapi tetap dengan kain kafan yang bagus, sesuai dengan yang disabdakan nabi;
إِذَا كَفَّنَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُحَسِّنْ كَفَنَهُ
“Apabila salah seorang diantara kalian mengkafani saudaranya, maka hendaklah memperbagus kafannya” (HR. Muslim no. 943).
Jika terdapat najis saat proses ini maka petugas boleh mengabaikan dan melanjutkan keproses berikutnya. Tidak sampai disitu mayit pun dimasukan ke dalam peti dengan dimiringkan ke arah kiblat sehingga saat dikuburkan mayit sudah menghadap kiblat.
Menyolatkan
Selepas mengkafani jenazah harus segera disholatkan, lebih baik dilaksanakan pada tempat yang bebas dari COVID dan disholatkan oleh minimal satu petugas.
Apabila tidak memungkinkan, bisa dilaksanakan sholat gahib terhadap jenazah. Dalam proses ini jenazah Dorce disholatkan di dalam ambulance dan sebagai laki-laki sesuai dengan kesepakatan keluarga yang ditinggalkan serta sesuai dengan syariat Islam.
Menguburkan
Sesuai dengan syariat dan aturan protokol kesehatan, jenazah dimasukan ke dalam liang lahat tanpa mengeluarkannya dari peti dan tanpa melepaskan plastik yang sudah dipasangkan tadi. Hal ini bertujuan agar virus yang berada pada jenazah tidak tersebar kemana-mana.
Proses pengurusan jenazah Dorce meninggal dunia, ditengah pandemi memang mengubah beberapa bagian, tapi tetap pengurusan jenazah ini sudah dimusyawarahkan oleh MUI serta sesuai dengan standar kesehatan. Sampai saat ini wabah masih berada ditengah-tengah masyarakat entah benar adanya atau hanya sebuah permainan, tugas sobat cahaya Islam adalah beribadah serta Istiqomah dijalan Allah.
































